Reading Time: 3 minutes

Saat menyebut usaha yang berhubungan dengan pertanian, apa yang pertama kali tergambar di benak? Petani padi atau apa? Dunia pertanian maupun peternakan itu sebetulnya sangat luas ceruk bisnisnya. Anda bisa menjadi seorang penjual bibit tanaman, alat-alat pertanian, hingga distributor. Untuk selengkapnya, bisa disimak lewat poin berikut.

1. Buka Usaha yang Menjual Berbagai Kebutuhan Petani

Bagi petani, peralatan maupun perlengkapan pertanian memiliki peranan yang sangat vital. Sama seperti keberadaan jantung dan hati untuk kebutuhan biologis manusia. Jadi, meski Anda buka usaha ini di daerah terpencil ataupun pelosok, kemungkinan barang terbeli tetap besar. Sebab, rata-rata penghuni di kawasan tersebut berprofesi sebagai petani.

Kebutuhan petani meliputi sabit, cangkul, pupuk, bibit (dalam bentuk biji), dan masih banyak lagi. Ketika bisnis berkembang, jangan ragu untuk menyediakan kebutuhan para peternak. Soalnya kehidupan para peternak hewan maupun petani cukup identik. Kalau berkembang lagi, bisa merambah sebagai pengepul padi atau jenis hasil bumi lainnya.

2. Jualan Bibit Tanaman

Proses merawat tanaman hingga berbuah itu butuh waktu lama. Bisa berbulan-bulan ataupun tahunan. Sedangkan kebutuhan akan bibit di pasaran cukup tinggi karena banyak yang malas mengolah biji menjadi tanaman siap pakai. Katakanlah Anda suka menanam cabai. Langsung saja bikin proyek pembuatan bibit cabai. Lumayan. Per 3 batang bisa dihargai Rp1.000,00.

Ketika bisnis berkembang, Anda bisa mulai membuat proyek untuk jenis tanaman lain. Misalnya durian atau sayur-sayuran. Strategi pemasarannya bisa dengan memanfaatkan lokasi ramai seperti pasar. Jadi, Anda tidak perlu menawarkan secara langsung ke petani. Biasanya, mereka datang sendiri ke pasar guna membeli bibit yang sudah jadi.

3. Jadi Konsultan dan Ahli Pertanian

Sebelum menjadi konsultan ataupun ahli pertanian, tentu harus memiliki jam terbang tinggi, kan? Misalnya dengan sering membuat proyek dalam skala besar dan memiliki tingkat keberhasilan di atas rata-rata. Biar bisa dijadikan jaminan atau portofolio di hadapan klien yang membutuhkan. Kemudian pasarkan jasa via website atau seminar terkait pertanian.

Rata-rata kliennya memang bukan berasal dari masyarakat umum. Namun lebih banyak yang datang dari pemerintah, perusahaan, dan petani bermodal besar. Mereka tidak ingin hasil pertanian berujung pada kegagalan secara terus-menerus. Dengan kemampuan Anda, tentu diharapkan bisa meminimalisir kerugian sekaligus menghasilkan profit secara maksimal.

4. Buka Usaha Penggilingan Padi

Berdirinya penggilingan padi tentu bisa mengayomi banyak petani dari berbagai daerah. Mengingat kebutuhan akan penggilingan padi cukup tinggi, maka Anda tidak perlu repot-repot berpromosi. Cukup dirikan saja, nanti banyak petani yang berbondong-bondong datang ketika musim panen tiba.

Baca juga : Pinjaman Online Menjadi Solusi Pencari Pinjaman Modal Usaha Kecil

Pemilik penggilingan padi biasanya juga bekerja sama dengan para peternak dan pembuat batu bata merah. Mereka mengambil sisa gilingan dalam bentuk sekam. Kemudian digunakan untuk keperluan pembakaran batu bata. Sedangkan para peternak ayam (misalnya), menggunakan sekam untuk dijadikan alas atau pijakan agar kelembapan udara terjaga.

5. Menjadi Pengepul Ikan Lele

Usaha ini sudah banyak yang menerapkan. Baik di kota ataupun desa. Khususnya di desa, kebutuhan akan jasa angkut ikan lele sangat tinggi. Biasanya, para pengepul akan mendistribusikan ikan lele ke warung makan. Mereka memiliki jaringan yang luas. Ketika pada suatu hari banyak peternak ikan lele yang panen, para pengepul juga ikut panen.Untuk menjalankan usaha yang berhubungan dengan pertanian tidak sulit-sulit amat kok. Cuma perlu desakan dan kemauan untuk memulai. Khusus untuk jadi pengepul dan toko yang menjual kebutuhan petani memang perlu modal besar sih. Tapi dalam waktu singkat pula, biasanya modal itu bisa balik.

Penulis

Tulis Komentar