Waktu Baca / 2 Menit

Belut itu enaknya dibikin keripik, rica-rica, nugget, sama rendang. Gizinya juga melimpah. Per 100 gram belut mengandung 20 mg zat besi, 18,4 gram protein, 27 gram fosfor, dan masih banyak lagi. Apakah Anda tertarik untuk memulai usaha ternak belut? Pengusaha yang menekuni ceruk bisnis ini cukup jarang. Jadi peluangnya sangat terbuka.

Bagaimana Langkah-Langkah untuk Memulai Usaha Ternak Belut?

1. Siapkan Media untuk Budidaya Belut

Kalau belum pernah membesarkan dan merawat belut, sebaiknya pilih media dari drum. Sebab perawatannya cenderung lebih mudah. Tidak seperti ketika pakai kolam terpal. Setelah drum tersedia, pastikan bagian dalamnya bersih. Kemudian buat lubang memanjang pada area atas drum. Biar aman, posisikan di tempat teduh dan datar.

Jangan lupa pula untuk membuat saluran pembuangan pada bagian bawah drum. Nah, setelah itu masukkan jerami setebal 50 cm. Semai mikroorganisme sekiranya 1 liter. Masukkan pula humus dan tempatkan di atas lapisan mikroorganisme tadi. Tambahkan lumpur setebal 25 cm. Kalau sudah, siram pakai air bersih. Lalu tutup dan diamkan selama 14 hari.

2. Pastikan Belut yang Hendak Dibudidayakan Berkualitas Tinggi

Bagaimana caranya untuk memastikan kalau belut yang dibeli berkualitas tinggi? Pertama, tentu belut tersebut dalam keadaan sehat sehingga mampu bergerak lincah dan tidak lemas. Usahakan untuk pilih bibit belut yang ukurannya seragam. Biar ketika disemai nanti memiliki tingkat pertumbuhan yang seragam pula. Pas tiba masa panen, bisa diambil sekaligus.

Lalu, berapa total belut yang sebaiknya dibeli? Tinggal ukur saja diameter drum. Kemudian sesuaikan dengan jumlah belutnya. Usahakan belut-belut yang hendak disebar nantinya memiliki kebebasan bergerak. Soalnya kalau ruang geraknya sempit, pertumbuhan mereka jadi terganggu. Para pakar menyarankan untuk beli 50-100 belut dulu.

3. Ketahui Jenis Pakan dan Cara Memberikannya ke Belut

Meski belut yang dibeli punya kadar kualitas tinggi, kalau pakannya sembarangan, tentu hasilnya kurang baik. Soalnya belut itu termasuk tipe hewan yang suka mengonsumsi binatang bernutrisi tinggi. Sebut saja keong, cacing, serta ikan-ikan kecil. Di toko-toko biasanya ada yang menjual pakan khusus untuk belut. Tapi kalau tak ada, bisa pakai itu.

Setiap hari, setidaknya belut dikasih pakan yang cukup. Kebutuhan pakan per belut kira-kira mencapai 20% dari bobotnya. Kalau pakannya minim atau kurang dari itu, bisa-bisa antar-belut malah saling makan. Seiring pertumbuhan, porsi pakan yang diberikan juga harus menyesuaikan bobot masing-masing belut. Biasanya dalam 1 bulan sudah seberat 30 gram.

Omong-omong, waktu terbaik untuk memberi pakan belut itu kapan? Jam makan belut itu sama kok dengan yang ada di sawah-sawah. Mereka mulai mencari makanan ketika sore hari atau menjelang malam. Jarang ada yang muncul ketika siang hari. Oleh karena itu, kasih pakan sekitar jam 5-6 sore saja.

4. Kapan Waktu Paling Tepat untuk Memanen Belut?

Rata-rata, belut yang sudah siap dipanen itu ketika berusia 3-6 bulan. Sebelum panen, sediakan alat-alat khusus seperti ember, selang air, jaring, bak, serta bubu. Berhubung usaha ternak ini untuk jangka panjang, maka belut yang diambil cukup 40%-nya saja. Sisanya bisa dijadikan indukan agar berkembang lebih banyak lagi.

Baca juga : 7 Peluang Usaha di Desa yang Profitable untuk Pemula

Untuk pemasarannya sendiri tidak begitu sulit. Sebab, peminatnya cukup luas. Tinggal taruh saja di pasar modern atau tradisional. Nanti juga cepat laku. Kalau usaha ternak ini terus mengalami perkembangan, nantinya bisa diekspor ke Belanda, Amerika Serikat, Jepang, sampai Denmark. Untuk meminimalisir kerugian, pastikan tidak jual di tengkulak, ya.

Tulis Komentar