Kategori

Tips dan Trik

Kategori

Pengalaman pertama naik sepeda merupakan momen emas bagi si kecil yang sebaiknya kita persiapkan sebaik mungkin. Di tahun 2019 ini, ada banyak pilihan sepeda kecil untuk anak dengan variasi kerangka atau model. Dari sekian banyak variasi, manakah yang paling bagus untuk si kecil? Berikut kriteria dan cara memilihkan sepeda yang tepat.

1. Pilih Sepeda dengan Tiga Roda

Kalau dulu-dulu, sepeda yang biasa dipakai oleh anak kecil itu terdiri dari 4 roda. Rinciannya 2 roda utama (depan-belakang) dan duanya lagi sebagai penyeimbang roda belakang. Kini sudah ada sepeda dengan tiga roda secara langsung. Fungsi sepeda ini sangat klop jika disandingkan dengan aktivitas latihan yang akan diterapkan pada si kecil untuk pertama kali.

Sepeda roda tiga ini sangat pas untuk latihan bagi si kecil yang baru berusia 2 tahun. Usahakan pilih yang pedalnya menempel langsung pada sisi roda depan, ya. Biar si kecil lebih seimbang ketika mengayuhnya. Apabila si kecil tiba-tiba terlempar ke belakang, sudah ada 2 roda belakang yang menopangnya. Keseimbangannya benar-benar terjaga.

2. Pilih Sepeda yang Menyediakan Port untuk Botol Minum

Anak zaman sekarang itu punya kecenderungan untuk mengeksplorasi dunia menurut kebebasannya sendiri. Dengan kata lain, kemandiriannya lebih terasah ketimbang anak-anak di masa lampau. Akibatnya, terdapat gap keberanian yang tampak sangat jelas. Dari situlah gagasan port untuk botol minum bermula dan dipasangkan pada sepeda kecil anak.

Jadi, keberadaan port tersebut sudah bisa menggantikan peran orang tua yang menenteng-nenteng air minum saat si kecil lagi latihan bersepeda. Saat haus, si kecil bisa langsung menenggak air minum pada botol tersebut. Ia pun terhindar dari dehidrasi yang bisa mengganggu alur latihan. Meskipun status port ini hanya aksesori, tapi patut dipertimbangkan.

3. Pastikan Sepeda Sudah Dilengkapi Standar

Sepeda ini diperuntukkan bagi anak yang sudah agak mahir saat mengendarainya. Soalnya sudah tidak memerlukan lagi bantuan dua roda kecil sebagai penyeimbang. Fungsi standar itu sebagai kaki penahan agar sepeda tetap bisa berdiri tanpa terguling di tanah. Begitu si kecil siap untuk berkendara lagi, sepeda bisa langsung dilajukan.

Standar sendiri memiliki beberapa variasi. Ada standar yang terdiri dari satu penyangga saja. Letaknya di sisi roda belakang. Ada pula standar yang untuk menambahkannya perlu mengangkat bagian belakang sepeda lebih dahulu. Sebaiknya pilih yang sekiranya bisa bikin nyaman si kecil. Keduanya sama baiknya. Tergantung kebutuhan si kecil.

4. Pilih Sepeda yang Punya Bobot Ringan

Ketika pergi ke pasar dengan maksud beli sepeda baru, sebaiknya ajak si kecil. Biarkan ia memilih sepeda kesukaannya. Lalu minta ia untuk mengangkat sepeda pilihannya itu. Cari yang mudah diangkat. Jangan sampai kamu memilih sepeda berdasarkan pilihanmu sendiri. Nanti si kecil yang bisa kerepotan sendiri saat memainkannya.

Bobot sepeda yang bagus itu lebih ringan dari tubuh si kecil. Jadi, saat ia mengangkatnya, bisa dengan mudah memindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Jangan lupa untuk mencantumkan helm pengaman dalam daftar belanja sepeda untuk si kecil. Sewaktu-waktu ia jatuh di luar pengawasanmu, risikonya bisa diminimalisir oleh helm tersebut.

5. Sesuaikan dengan Usia Si Kecil

Baik model, bobot, hingga kecocokan warna punya sangkut-paut terhadap psikologi si kecil di usia tertentu. Termasuk juga keberadaan sadel yang bisa dinaik-turunkan dengan mudah. Saat ia masih kecil, sadel yang bagus itu direndahkan hampir sejajar dengan slebor ban belakang. Untuk menyesuaikannya, pilih setang yang tidak terlalu tinggi untuknya.

Ketika usianya bertambah, naikkan sadelnya. Begitu. Jadi, sadel yang punya fleksibilitas naik-turun masih jadi pilihan terbaik untuk si kecil. Bahkan hal yang sama juga terjadi pada remaja dan orang dewasa. Kemudian dari segi modelnya juga perlu diperhatikan. Anak usia 5 tahun tentu punya kesukaan yang berbeda dengan anak yang berusia di atas 10 tahun.

6. Pilih Kerangka yang Kukuh

Perihal kerangka ini ada kaitannya dengan ketahanan sepeda. Apabila kamu ingin membelikan sepeda untuk si kecil yang berusia 5 tahun, sebaiknya pilih yang benar-benar kukuh. Biar ketika ia tumbuh hingga usia 10 tahun, masih bisa menggunakannya. Ketuk-ketuk bagian kerangkanya. Pilih yang berbunyi agak nyaring.

Memilihkan sepeda kecil untuk anak itu susah-susah gampang, ya. Kadangkala, sudah beli bagus-bagus, eh tidak terpakai. Maka dari itu, membawa si kecil ke penjual sepeda secara langsung bisa mengurangi risiko sepeda tak terpakai. Sebab ia nantinya akan mengendarai sepeda yang dipilihnya sendiri. Tapi jangan lupakan standar atau kriteria di atas, ya.