Reading Time: 2 minutes

Bagi pelaku bisnis percetakan, kualitas tinta printer selalu diutamakan karena menyangkut kepuasan klien/pelanggan. Berhubung printer difungsikan untuk mencetak dokumen dan gambar, maka perlu jenis tinta printer khusus agar bisa terbaca dengan baik. Mulai dari tinta pigment art paper ink, sublimation ink, hingga tinta pigment (durabrite).

1. Tinta Pigment Art Paper Ink

Jenis tinta ini sangat cocok untuk usaha percetakan foto maupun cetak desain dengan kualitas optimal. Secara khusus, jenis tinta ini memang diformulasikan untuk printer EPSON. Kelebihannya, tinta ini mengandung 50% air dan 50% minyak sehingga membuat hasil cetakan jadi menempel dengan kuat pada media yang membawanya.

Selain itu, jenis tinta ini juga mampu mencetak hasil desain dengan pilihan warna CMYK. Warna yang tercetak pun terlihat cerah, tajam, cepat kering, serta tidak mudah luntur meski tanpa pemanas. Bahkan ketika terkena sinar matahari secara langsung pun hasil cetakannya tidak terpengaruh. Jenis tinta ini cocok untuk photo paper, kertas PVC, hingga art carton.

2. Tinta Sublimation Ink

Jenis tinta sublimation ink seringkali dipakai untuk mencetak desain pada produk permukaan keras. Misalnya kaos poliester. Untuk menggunakan tinta ini, maka diperlukan printer inkjet seperti RICOH atau EPSON. Kemudian diperlukan pula kertas sublimasi, mesin cetak panas, media warna terang yang dilapisi dengan poliester agar fungsi sublimasinya bisa bekerja.

Adapun hasil cetakannya bisa berupa lembaran magnetik, logam, tatakan gelas, alas mouse, ubin kaca, kemeja poliester, dan masih banyak lagi. Proses cetak menggunakan tinta ini tergolong cepat dan mudah. Alhasil bisa mengurangi pemborosan ataupun risiko di hari dan jam yang sama. Pilihan warna yang kompatibel dengan tinta ini juga hampir tak terbatas.

3. Tinta Eco Solvent

Dibanding tinta solvent, jenis ini lebih ramah lingkungan dan hasilnya bisa kering dalam waktu singkat. Ketahanan terhadap kimia dan goresan tergolong tinggi karena memiliki fiksasi tinta yang sudah ditingkatkan. Bila dibandingkan dengan PVC biasa, jenis tinta ini lebih unggul karena didukung oleh lapisan PE.

Tingkat keausan pada print head tergolong rendah saat dioperasikan sehingga bisa membuat printer jadi awet. Penggunaan tinta eco solvent juga bisa diterapkan pada desain beresolusi tinggi. Warna yang tercetak tetap terang dalam waktu lama. Alhasil tinta ini sangat ideal untuk mencetak desain pada papan reklame maupun signage.

4. Tinta Dye Base

Jenis tinta ini bisa dibeli dengan harga terjangkau. Hasil cetakannya pun cukup bagus karena terbuat dari bahan colourant dan air. Apabila Anda menggunakan printer standard dan jenis kertas HVS, daya pekat tintanya memang berkurang. Tapi masih bisa diakali kok dengan menempatkannya di ruangan tertutup yang tidak mudah terpapar oleh sinar matahari.

5. Tinta Pigment (Durabrite)

Sekilas mirip-mirip dengan pigment art paper ink. Tapi sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan. Jenis tinta ini seringkali berbentuk bubuk dan tidak mudah larut oleh air. Berhubung jenis tinta ini berbasis oil atau minyak, maka cocok digunakan untuk mencetak dokumen penting semisal e-KTP, akta kelahiran, dan lain sebagainya.

Baca juga : 9 Aksesoris Laptop yang Cocok Dipakai oleh Pekerja Kantoran

Jenis tinta ini biasanya dipakai oleh pengguna infus printer sehingga hasilnya bisa tahan terhadap air. Selain itu, bisa pula diaplikasikan ke berbagai jenis kertas. Hasil cetakan menggunakan tinta ini juga bisa bertahan lama meskipun sering terpapar oleh sinar matahari secara langsung.

Masing-masing jenis tinta printer tersebut memiliki keunggulan yang berbeda. Kelima jenis tinta tersebut bisa disesuaikan dengan tipe percetakan yang Anda geluti. Baik rotogravure, offset printing, maupun digital printing.

Penulis

Tulis Komentar