Waktu Baca / 2 Menit

Sejak pandemi mulai muncul di Indonesia sampai sekarang masih mewabah, pengukuran suhu tubuh dilakukan di berbagai tempat. Beberapa waktu lalu muncul berita bahwa thermometer gun memiliki dampak buruk bagi otak. Jangan sampai salah paham, mari berkenalan lebih jauh dengan prinsip dan cara kerja alat ini.

  • Praktis dan Cepat

Pada dasarnya alat ini dipilih karena bisa mengukur suhu dalam waktu cepat. Alat ini sangat praktis digunakan apalagi di tempat-tempat umum dengan jumlah orang yang banyak. Tak perlu menunggu lama seperti termometer biasa. Alat ini bisa langsung mengukur suhu seseorang dalam hitungan detik.

Tentu saja termometer ini akhirnya dipilih untuk memindai orang-orang dengan suhu tinggi untuk mengantisipasi penularan COVID-19. Mall, pasar, rumah sakit, bank, dan tempat-tempat umum lainnya sangat membutuhkan alat pengukur suhu yang tak hanya praktis tapi juga efektif.

  • Menggunakan Inframerah

Alat ini menggunakan sinar inframerah untuk mengukur suhu seseorang. Penggunaan alat ini adalah diarahkan mendekati bagian tubuh seseorang. Termometer tersebut kemudian akan menyerap radiasi sinar inframerah yang dipancarkan oleh objek. Jadi, bukan alat ini yang memancarkan sinar, melainkan menangkap sinar inframerah.

Sinar inframerah yang dipancarkan objek kemudian akan menembus lensa termometer. Selanjutnya sinar ini akan masuk ke alat pendeteksi suhu yang ada di termometer. Alat pendeteksi suhu tersebut disebut dengan thermopile.

Thermopile akan menerima sinar inframerah kemudian mengubahnya menjadi energi panas. Energi panas ini lalu dikonversi menjadi energi listrik. Inilah yang kemudian akan diukur oleh termometer dan hasilnya dikeluarkan berupa besaran suhu pada layar.

  • Kontroversi Pemakaian

Pada dasarnya alat ini memang memancarkan sinar inframerah, namun bukan untuk mengukur suhu. Sinar tersebut hanya digunakan untuk menentukan objek yang akan diukur suhunya. Inilah yang menjadi kontroversi di kalangan masyarakat hingga memunculkan adanya hoaks.

Beberapa waktu lalu muncul berita bahwa termometer ini memiliki dampak buruk dan bisa merusak otak. Padahal kabar tersebut sama sekali tidak benar. Alat ini memang memancarkan sinar namun tidak merusak otak. Thermometer gun telah melalui tahap uji dan dipastikan tidak berbahaya untuk kesehatan.

Alat ini dipastikan aman untuk dipakai dan Anda tak perlu takut jika harus diperiksa suhunya. Kabar berita yang beredar bahwa alat ini merusak otak sama sekali tidak benar dan justru menyesatkan masyarakat.

  • Diarahkan ke Dahi

Pengukuran suhu dilakukan dengan mengarahkan termometer ke dahi. Inilah yang menjadi kontroversi. Banyak orang menganggap bahwa alat ini tidak seharusnya diarahkan ke dahi. Cara tersebut dianggap bisa merusak otak karena sinar inframerah masuk langsung lewat kepala.

Anggapan ini salah total karena alat tersebut sudah terbukti aman dan tidak berbahaya bagi otak. Diarahkan ke dahi karena dahi dianggap sebagai pusat suhu manusia. Jika termometer diarahkan ke dahi maka suhu yang didapatkan bisa paling akurat.

  • Tidak Hanya Digunakan pada Manusia

Termometer ini tidak hanya dipakai untuk mengukur suhu manusia. Lebih dari itu, alat ini digunakan pada banyak bidang. Salah satunya contohnya, termometer ini digunakan oleh pemadam kebakaran untuk menentukan lokasi titik api. Selain itu, alat ini juga banyak dipakai di pabrik untuk mengontrol suhu mesin

Baca juga : Menarik! Inilah Aneka Macam Bentuk Face Shield Anak 

Itulah tadi beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai thermometer gun. Kini Anda sudah memahami seperti apa cara kerja alat ini dan apa fungsinya. Tak perlu lagi merasa cemas jika harus melewati proses pengukuran suhu tubuh dengan alat ini. Semua aman dan dilakukan demi kebaikan kita bersama.

Tulis Komentar