Reading Time: 2 minutes

Dunia pertanian kerapkali dipandang sebelah mata. Padahal, jika bisnis di ceruk ini dimaksimalkan, penghasilan yang didapat bisa setara dengan gaji PNS. Salah satunya dengan fokus memproduksi dan menjual beberapa tanaman pertanian yang paling menguntungkan. Sebut saja cabai, sayuran organik, hingga tanaman hidroponik.

  • Cabai

Tak hanya mata uang atau komoditas elit seperti emas dan perak yang mengalami fluktuasi harga. Cabai pun memiliki fluktuasi harganya sendiri. Hanya dalam waktu 2-4 bulan, harga cabai bisa mengalami perubahan yang signifikan. Baik dari harga tinggi ke rendah ataupun sebaliknya. Keadaan inilah yang membuat banyak orang ingin bertani cabai.

Dibanding sayuran seperti terong dan pare, perawatan cabai memang lebih sulit. Apalagi kalau musim penghujan tiba. Serangan berbagai hama pun berdatangan karena udaranya menjadi basah dan lembap. Hasilnya, harga cabai di pasaran pada waktu musim penghujan rata-rata naik drastis. Per kilogram bahkan bisa mencapai lebih dari 90 ribu.

  • Sayuran Organik

Mengapa harga sayuran organik lebih tinggi ketimbang sayuran yang biasa dijual di pasar tradisional? Pertama, sayuran jenis ini bebas dari pestisida. Kedua, penampakannya yang selalu terlihat segar, tentu sangat menarik perhatian bagi pembeli. Belum lagi rasanya yang kata banyak orang lebih lezat ketika dimasak.

Kendala terbesar ketika menekuni bisnis ini barangkali hanya satu, yakni di proses pemasarannya. Sebab, kalangan masyarakat umum masih lebih banyak yang beli sayuran non-organik. Untuk mengatasinya, perlu adanya kerja sama dengan para supplier terpercaya. Dengan kerja sama ini, proses distribusi jadi lebih mudah karena sudah ada pasarnya.

  • Tanaman Hias

Sampai sekarang, pengusaha tanaman hias masih begitu jarang ditemukan di Indonesia. Terutama yang bergerak di ranah profesional. Adapun tanaman hias yang paling menguntungkan antara lain bunga mawar, bunga anggrek, bunga matahari, hingga pohon bonsai. Masing-masing memerlukan perawatan khusus agar selalu terlihat segar.

Rata-rata, para pembeli tanaman hias berasal dari kalangan menengah ke atas. Tujuannya untuk melengkapi zona estetika pada ruangan kantor, apartemen, atau tempat elit lainnya. Mengingat ceruk bisnis ini hanya dinikmati oleh kalangan menengah ke atas, maka harga per batang cenderung mahal. Apakah Anda tertarik untuk menekuninya?

  • Rempah-Rempah

Sejarah bisnis rempah-rempah sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Biasanya, rempah-rempah difungsikan sebagai bumbu masakan ataupun ramuan obat-obatan herbal. Dari tahun ke tahun, permintaan akan rempah-rempah cenderung naik. Apalagi ketika masyarakat modern mulai kurang menaruh perhatian pada jenis obat-obatan kimiawi karena cukup berisiko.

Kalau Anda memiliki modal yang besar dan belum ingin terjun di ranah produksi, nantinya bisa bekerja sama langsung dengan petani. Misalnya petani yang khusus menanam rempah seperti kunyit, merica, dan sebagainya. Anda tinggal memasarkan sekaligus membuka peluang usaha untuk masyarakat setempat.

  • Tanaman Hidroponik

Pegiat bisnis tanaman hidroponik lazimnya ditekuni oleh masyarakat modern di kawasan kota karena keterbatasan lahan. Dengan memanfaatkan media tanam khusus, tanaman seperti sayuran bisa tetap hidup layaknya berpijak di tanah. Beberapa tanaman yang potensial antara lain selada kelapa, pakcoy, hingga selada keriting.

Baca juga : 5 Usaha yang Berhubungan dengan Pertanian dan Peternakan

Harga sayuran yang dikembangkan dengan teknik penanaman hidroponik rata-rata cukup mahal. Untuk sayuran seperti selada keriting saja dihargai Rp8.500,00 per batang. Belum lagi jika Anda berhasil menanam banyak jenis sayuran lain. Selain menguntungkan, adanya tanaman hidroponik juga bisa membawa kesegaran untuk lingkungan sekitar.

Di antara kelima jenis tanaman pertanian yang paling menguntungkan di atas, pernahkah Anda mencoba salah satunya? Coba deh. Syarat agar sukses cuma satu, yakni tekun. Baik tekun mendalami ilmu penanaman yang benar dan efektif maupun ketika membangun jaringan bisnis. Pastikan untuk memperluas penjualan melalui online, salah satunya lewat Mbizmarket. Karena Mbizmarket memfokuskan pada jual beli dalam jumlah besar untuk menaikkan omzet para pengusaha.

Penulis

Tulis Komentar