Tag

MBIZ

Browsing
Waktu Baca / 2 Menit

Terdapat salah satu peluang usaha yang dapat dicoba oleh para pebisnis yaitu usaha bengkel ban kendaraan. Alasannya adalah karena tingginya pengguna kendaraan bermotor yang ada di Indonesia. Berdasarkan data yang ada pada situs Badan Pusat Statistik, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat.

Tahun 2016 misalnya, terdapat lebih dari 14 juta pemilik mobil dan 105 juta pemilik sepeda motor. Angka tersebut terus meningkat sebanyak hampir 1 juta pengguna mobil dan lebih dari 9 juta pengguna sepeda motor pada tahun 2017. Besaran angka tersebut membuat penjualan dan perbaikan salah satu bagian dari kendaraan bermotor ini menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Pemasangan dan Penjualan Ban

Cakupan usaha bengkel ban ini sangatlah luas. Anda bisa saja menyediakan barang yang bervariasi dimulai dari pilihan harga hingga brand ternama. Tidak hanya ban, Anda juga bisa menjual aksesoris ban yang biasa digunakan oleh para pemilik kendaraan untuk meningkatkan penampilan kendaraan mereka. Aksesoris berupa ragam velg, stiker pelindung velg, lampu, dan lain sebagainya.

Tidak hanya barang, Anda juga bisa menyediakan jasa untuk membuat kinerja roda kendaraan menjadi lebih baik. Umumnya, sebuah bengkel ban menyediakan jasa pemasangan, perbaikan, isi nitrogen, hingga spooring dan balancing untuk kendaraan beroda empat.  

Rintis Usaha Bengkel Ban Anda

Jika Anda ingin membuka usaha sendiri, tentunya Anda harus merekrut orang-orang bertenaga ahli untuk bergabung dengan Anda. Orang-orang berlatar belakang otomotif sangat cocok untuk Anda karena mereka memiliki pengalaman teknis untuk mesin dan juga bagiannya. Mesin dan peralatan pendukung untuk operasional bengkel juga harus Anda miliki agar semuanya berjalan lancar.

Selain itu, Anda juga harus bekerjasama dengan supplier ban agar Anda bisa mendapatkan stok ban yang diinginkan. Kemudian Anda juga akan memerlukan lahan untuk membuka usaha ini. Jika modal Anda terbatas, solusi yang bisa digunakan adalah dengan menyewa tempat di lokasi tertentu. Cara ini terbilang relatif lebih murah dibandingkan Anda harus membeli lahan.

Berbicara mengenai lahan, pemilihan tempat untuk membuka bengkel ban haruslah memiliki posisi yang strategis. Tujuannya adalah agar mempermudah usaha Anda untuk mendapatkan pelanggan, dan memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk mencapai lokasi Anda.

Bengkel Ban
Sumber: iStock

Membuka Bengkel Ban Secara Franchise

Jika Anda merasa kesulitan untuk melakukan itu semua, jangan khawatir. Terdapat salah satu cara yang bisa ditempuh untuk membuka usaha bengkel ban, yaitu dengan cara waralaba. Umumnya para franchisor menyediakan beberapa paket yang bisa Anda beli untuk membuka usaha ini.

Kelebihan dari sistem ini adalah perusahaan franchisor sudah memiliki nama, sehingga tingkat kepercayaan untuk bisnis Anda terbilang cukup baik. Bahkan terdapat penyedia waralaba yang sudah menyediakan hampir seluruh komponen bisnis ini. Mulai dari transaksi hingga mekanik yang bertugas.

Baca juga: Bisnis Franchise sebagai Pilihan Anda untuk Memulai Bisnis

Memiliki Resiko Kecil

Usaha bengkel ban ini dapat dikatakan memiliki resiko yang kecil. Alasannya adalah barang yang dijual dari bengkel ban ini memiliki daya tahan atau kedaluwarsa yang cukup lama. Sehingga stok barang Anda akan tetap aman.

Tidak hanya itu, usaha bengkel ban ini juga sangat menjanjikan. Terlihat dari meningkatnya jumlah pengguna kendaraan bermotor. Jadi usaha Anda dapat dikatakan aman karena akan banyak yang membeli produk dan menggunakan jasa dari bengkel Anda.

Waktu Baca / 3 Menit

Bagi Anda yang sedang membuat suatu produk dan ingin membuat atau menggunakan sebuah merek, maka Anda harus mengurus salah satu dokumen yang bernama Lisensi Merek Dagang. Lisensi ini merupakan syarat wajib sebelum Anda menggunakan merek dagang yang sudah terdaftar. Lalu, apa yang dimaksud dengan Lisensi?

Pengertian Lisensi

Secara umum, lisensi memiliki definisi sebagai pemberian izin untuk memproduksi produk atau jasa tertentu yang sebelumnya sudah terpatenkan oleh penciptanya. Pengertian lain dari lisensi adalah pemberian izin untuk memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) yang dapat diberikan oleh pemberi izin kepada penerima izin. Tujuannya adalah agar penerima izin dapat melakukan usaha atau bisnis dengan menggunakan HAKI yang telah dilisensikan.

Lisensi juga sangat lekat dengan istilah perjanjian lisensi. Maksud dari perjanjian lisensi adalah perjanjian diantara dua pihak atau pun lebih di mana satu pihak sebagai pemilik atau pemegang lisensi bertindak memberikan lisensi kepada pihak yang bertindak sebagai penerima lisensi. Dengan demikian, pihak penerima lisensi dapat dengan legal memproduksi dan memasarkan produk atau jasanya.

Licensor dan Licensee

Terdapat dua istilah penting yang sering didengar dalam lisensi. Istilah yang pertama adalah Licensor yang kedua adalah Licensee. Licensor merupakan pihak yang memiliki hak cipta dan memberikan izinnya kepada penerima lisensi. Walaupun sudah memberikan lisensi kepada suatu pihak, Licensor juga bisa memberikan lisensinya kepada pihak lain tergantung dari perjanjian yang telah dibuat bersama.

Sedangkan Licensee merupakan pihak yang menerima lisensi yang diberikan oleh Licensor. Licensee dapat mengumumkan ciptaan yang dibuat oleh Licensor secara dengan beragam cara. Mengumumkan ciptaan yang dimaksud adalah pembacaan, penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, ataupun penyebaran ciptaan itu sendiri. Namun hak pengumuman dan perbanyakan ini tidak berlaku untuk ciptaan sinematografi atau produk komputer.

Penjelasan Lisensi Merek Dagang

Pemilik lisensi dapat memeberikan izin kepada seseorang atau perusahaan, dengan tujuan supaya seseorang atau perusahaan tersebut dapat menjual produk atau jasa di bawah pemilik lisensi merek dagang tersebut.

Licensee dapat memanfaatkan izin ini dengan menggunakan merek dagang atau jasa pemilik lisensi. Licensee juga tidak perlu khawatir dituntut secara hukum oleh pemilik izin karena sebelumnya sudah mendapat persetujuan pemilik izin. Jadi, apabila Licensee memasarkan produk mereka dengan menyandingkan brand dari lincesor maka tidak akan menimbulkan masalah.

Baca juga: Surat Izin Tempat Usaha: Pengertian dan Cara Mendapatkannya

Merek
Sumber: iStock

Lisensi Merek Tecantum dalam Undang-Undang

Lisensi untuk merek dagang ternyata sudah diatur dalam undang-undang. Mengutip Ambadar.co.id, peraturan tentang merek diatur dalam Undang-Undang No. 15 Tahun 2001, Pasal 43 yang menyatakan bahwa:

  • Pemilik Merek terdaftar berhak memberikan Lisensi kepada pihak lain dengan perjanjian bahwa Penerima Lisensi akan menggunakan Merek tersebut untuk sebagian atau seluruh jenis barang atau jasa.
  • Perjanjian Lisensi berlaku di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia, kecuali bila diperjanjikan lain, untuk jangka waktu yang tidak lebih lama dari jangka waktu perlindungan Merek terdaftar yang bersangkutan.
  • Perjanjian Lisensi wajib dimohonkan pencatatannya pada Direktorat Jenderal dengan dikenai biaya dan akibat hukum dari pencatatan Perjanjian Lisensi berlaku terhadap pihak-pihak yang bersangkutan dan terhadap pihak ketiga.
  • Perjanjian Lisensi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dicatat oleh Direktorat Jenderal dalam Daftar Umum Merek dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek.

Tidak hanya itu, kembali mengutip Ambadar.co.id, pencatatan lisensi juga telah diatur pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, Pasal 42 yang menyatakan:

  • Pemilik Merek terdaftar dapat memberikan Lisensi kepada pihak lain untuk menggunakan Merek tersebut baik sebagian maupun seluruh jenis barang dan/atau jasa.
  • Perjanjian Lisensi berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali bila diperjanjikan lain.
  • Perjanjian Lisensi wajib dimohonkan pencatatannya kepada Menteri dengan dikenai biaya.
  • Perjanjian Lisensi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dicatat oleh Menteri dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek.
  • Perjanjian Lisensi yang tidak dicatatkan tidak berakibat hukum pada pihak ketiga.
  • Perjanjian Lisensi dilarang memuat ketentuan baik yang langsung maupun tidak langsung yang menimbulkan akibat yang merugikan perekonomian Indonesia atau memuat pembatasan yang menghambat kemampuan bangsa Indonesia dalam menguasai dan mengembangkan teknologi.

Hadirnya Undang-Undang mengenai lisensi membuat para pemilik izin dan penerimanya dapat melaksanakan bisnis dan usaha secara adil dan terlindungi oleh hukum. Semoga informasi ini dapat memberikan pandangan baru bagi Anda mengenai lisensi dan perjanjian lisensi.

Waktu Baca / 3 Menit

Sebelum membuat suatu usaha atau bisnis, ada baiknya Anda menyusun sebuah perhitungan dan perencanaan bisnis yang biasa dikenal dengan business plan. Seluruh tujuan, perhitungan operasional, hingga prediksi keuntungan bisa disertakan dalam perencanaan ini. Sebelum membahas lebih dalam, mari kita bahas mengenai pengertian business plan terlebih dahulu.

Pengertian Business Plan

Mengutip dari Finansialku, rencana bisnis atau business plan merupakan pernyataan formal dan tertulis mengenai tujuan-tujuan dari sebuah bisnis. Tidak hanya itu, di dalamnya juga terdapat cara untuk mencapai tujuan tersebut. Tidak sedikit pengusaha atau pebisnis yang kurang berhasil dalam melakukan eksekusi bisnis yang mereka lakukan. Salah satu faktornya bisa jadi karena kurangnya perencanaan sebelum kegiatan tersebut dilakukan.

Business plan ini nantinya dapat digunakan sebagai acuan ketika bisnis tersebut berjalan. Perencanaan yang rinci dan tertulis bisa juga digunakan untuk menarik investor agar menanam modal kepada bisnis yang kita jalankan. Tidak jarang juga business plan ini digunakan untuk melakukan pinjaman ke bank agar pihak bank semakin yakin bahwa bisnis tersebut akan berjalan dengan baik.

Tahapan untuk Membuat Business Plan

Ketika Anda sudah mengetahui komponen penting yang harus ada dalam business plan, sekarang saatnya untuk menyusun perencanaan bisnis yang akan dibuat. Terdapat empat langkah untuk membuat perencanaan bisnis yang dikutip dari Maxmanroe:

Kenali Bisnis Anda

Sebelum menuliskan rencana bisnis, Anda wajib mengenal bisnis yang akan Anda buat. Lakukan analisis SWOT agar bisnis Anda bisa masuk ke pasar dengan tepat. Rencanakan juga solusi ketika menghadapi hambatan yang mungkin terjadi di kemudian hari. Anda juga bisa melakukan diskusi dengan orang yang sudah melakukan bisnis atau ahli untuk bertukar pikiran.

Baca juga: Surat Izin Tempat Usaha: Pengertian dan Cara Mendapatkannya

Tentukan Visi dalam Business Plan

Setelah mengenal bisnis yang akan dijalankan, selanjutnya adalah menentukan visi dari bisnis Anda. Visi merupakan big picture atau pandangan besar mengenai bisnis Anda. Nyatakan visi bisnis dan perusahaan Anda dengan bahasa dan kalimat yang jelas dan mudah dimengerti oleh orang lain.

Tentukan Audiens Anda

Langkah selanjutnya adalah penentuan audiens atau target pasar yang Anda incar. Penentuan target pasar haruslah tepat. Alasannya adalah jika salah sasaran, maka produk Anda tidak akan dilirik oleh calon pembeli. Hal ini merupakan hal yang ditakutkan oleh para pebisnis karena akan mengakibatkan kerugian.

Tuliskan Business Plan Anda

Ketika semua sudah ditentukan, saatnya menulis perencanaan bisnis yang akan dilakukan. Tuliskan secara rinci semua kebutuhan dan prospek mengenai bisnis Anda di kemudian hari.

Business Plan
Sumber: iStock

Komponen Penting yang Harus Diperhatikan

Perencanaan bisnis memiliki komponen-komponen penting yang harus tertera di dalamnya. Berikut sembilan komponen penting yang harus ada dalam sebuah business plan yang dikutip dari Jurnal.id:

  1. Penjelasan singkat tentang bisnis yang akan dijalankan. Jelaskan mengenai gambaran umum tentang bisnis dan susunan tim yang akan menjalankan bisnis tersebut.
  2. Deskripsi perusahaan serta penjelasan singkat mengenai alasan Anda untuk mendirikan bisnis tersebut. Tidak hanya itu, Anda juga harus menyebutkan apa yang sedang dilakukan oleh bisnis tersebut.
  3. Riset pasar. Jangan lupa untuk melakukan analisis pasar terhadap produk yang Anda tawarkan. Sertakan juga kompetitor yang memiliki bisnis serupa, ditambah dengan kelebihan bisnis Anda dibanding dengan kompetitor.
  4. Struktur manajemen bisnis yang akan dijalankan.
  5. Penjelasan mengenai produk yang ditawarkan.
  6. Strategi marketing dan penjualan yang akan Anda terapkan dalam bisnis Anda untuk mendapatkan calon pembeli.
  7. Pendanaan berupa modal yang Anda miliki. Sertakan juga rincian darimana Anda mendapatkan modal yang sekarang dimiliki.
  8. Proyeksi keuangan yang berisikan rincian berupa perkiraan modal yang akan dikeluarkan dan pendapatan yang akan diterima di kemudian hari.
  9. Lampiran yang mencakup surat-surat izin kelegalan bisnis, sertifikat, dan lain sebagainya.

Namun, sebagus apapun perencanaan yang telah dibuat oleh calon pebisnis, belum tentu menjadi jaminan bahwa bisnis tersebut akan sukses. Faktor peluang, momentum, dan keberuntungan bisa mempengaruhi berkembangnya suatu bisnis. Setidaknya pengelolaan uang yang digunakan dalam berbisnis teratur dan terencana dengan adanya business plan ini.

Waktu Baca / 3 Menit

Bagi Anda yang ingin mencoba untuk memulai investasi, tidak ada salahnya menginvestasikan dana Anda dalam bentuk emas dan valuta asing. Meskipun keduanya memiliki nilai tukar yang terus berubah, menanam modal ke dua jenis produk investasi ini dirasa cukup menjanjikan. Tetapi, manakah yang lebih baik untuk dilakukan?

Keuntungan Investasi Emas

Banyak sekali keuntungan yang dapat diperoleh ketika Anda mencoba untuk investasi emas. Salah satunya adalah harga emas yang memiliki kecenderungan untuk naik. Tidak hanya itu, harga emas juga kebal akan inflasi, jadi Anda tidak perlu khawatir ketika menjadikan emas sebagai investasi. Emas juga mudah untuk dicairkan, maksudnya adalah emas dapat dijual dengan mudah jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan dana mendadak.

Investasi logam mulia yang berwarna kekuningan ini termasuk sangat mudah untuk dilakukan. Sudah banyak perusahaan dan lembaga usaha lainnya yang menyediakan investasi jenis ini. Salah satunya adalah Antam. Perusahaan emas yang cukup terkenal ini sudah mempersiapkan banyak cabang untuk mempermudah Anda dalam memperoleh emas.

Resiko Investasi Emas

Emas memiliki resiko yang sangat kecil jika Anda jadikan sebagai investasi. Satu-satunya resiko yang mungkin didapatkan adalah resiko kehilangan. Jika Anda menyimpan uang dalam jumlah yang besar di rumah, kemungkinan tindakan ini akan memancing pihak yang berniat tidak baik untuk mengambil emas tersebut.

Resiko ini dapat diperkecil dengan suatu langkah yaitu menyimpannya brankas yang dimiliki oleh bank. Safe deposit box yang adal dalam bank dapat Anda sewa dalam jangka watu tertentu untuk menyimpan barang berharga Anda. Selain bank, pegadaian juga menyediakan tempat untuk penyimpanan emas yang Anda miliki. Dengan demikian resiko kehilangan emas akan menjadi sangat minimal.

Valuta Asing
Sumber: iStock

Baca juga: Investasi Saham dan Reksa Dana yang Perlu Anda Ketahui

Keuntungan Investasi Valuta Asing

Menjadikan valuta asing atau valas sebagai media untuk investasi juga sangat dimungkinkan. Mata uang asing umumnya memiliki nilai tukar yang cukup tinggi. Selisih nilai tukar ini dapat Anda jadikan cara untuk mendapatkan keuntungan. Jadi, ketika Anda melakukannya dengan cermat dan tepat, maka keuntungan besar sangat mungkin untuk didapatkan.

Keuntungan lain yang bisa didapatkan ketikan melakukan investasi menggunakan valas terutama dolar adalah kemudahan transaksi. Mengutip Cermati, Dolar Amerika akan memudahkan Anda dalam bertransaksi ketika melakukan perjalanan ke luar negeri. Tidak hanya itu, mata uang Dolar Amerika cenderung stabil, sehingga nilainya tidak akan berubah banyak. Bisa jadi Anda malah mendapatkan keuntungan ketika nilai tukar Dolar Amerika menguat.

Resiko dari Valuta Asing

Salah satu kerugian dari investasi valas adalah uang yang dimiliki rentan lusuh. Jika Anda tidak menyimpan dalam kondisi yang tepat, maka mata uang Anda bisa terlipat dan rusak. Valas yang terlipat atau rusak nantinya akan mengurangi nilai uang yang Anda miliki. Tidak hanya itu, kondisi uang yang tidak sempurna akan membuat penukaran mata uang tersebut sangat sulit untuk dilakukan.

Resiko lainnya adalah rentan untuk terkena inflasi. Jika Anda menjadikan mata uang tertentu sebagai investasi maka Anda harus mencermati kondisi dari negara tersebut. Jika negara yang memiliki mata uang itu mengalami kondisi terpuruk, maka kemungkinan nilai tukarnya akan menurun sangat jauh dan menimbulkan kerugian.

Lalu Mana yang Lebih Baik?

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terkadang harga emas meningkat diikuti dengan kenaikan harga valas. Jadi Anda bisa memetik keuntungan. Keduanya juga bisa dijadikan sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Tetapi, sebelum melakukannya Anda harus melihat resiko yang dapat muncul dan siap akan kemungkinan tersebut. Keduanya sama-sama baik untuk investasi jika Anda melakukannya dengan cermat dan terus mempelajari investasi tersebut.

Waktu Baca / 2 Menit

Setiap badan usaha pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah liabilitas. Komponen dalam neraca keuangan ini merupakan hal yang lumrah dan pasti dimiliki oleh perusahaan untuk kegiatan operasional mereka. Lalu, apa sebenarnya apa pengertian dari liabilitas?

Pengertian Liabilitas

Mengutip Jojonomic, liabilitas merupakan kewajiban utang yang harus dibayarkan oleh suatu pihak kepada pihak lainnya. Umumnya, utang yang muncul bertujuan untuk memenuhi proses operasional dalam sebuah bisnis atau usaha yang sedang berjalan. Liabilitas dalam bisnis dan neraca keuangan juga biasa dikenal dengan istilah pasiva.

Tidak hanya uang, liabilitas juga hadir dalam bentuk yang lainnya. Biasanya liabilitas bisa berbentuk barang atau jasa. Semua tergantung dari kebutuhan apa yang dipenuhi oleh pihak lain kepada perusahaan yang membutuhkannya.

Jika dilihat dari sisi akuntansi, liabilitas bersifat berbanding terbalik dengan aset atau harta yang dimiliki oleh perusahaan. Alasannya adalah karena utang atau pasiva merupakan sesuatu yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pihak lain.

Utang Berbeda Dengan Beban (Expenses)

Ternyata, utang tidak bisa disamakan dengan beban atau expenses yang dikeluarkan oleh perusahaan. Menurut Ukirama, beban memiliki definisi sebagai sesuatu yang dikeluarkan atau diberikan tujuan untuk mendapatkan pendapatan. Misalnya, akun yang dapat di dalam laporan laba rugi seperti beban sewa, penyusutan, listrik, gaji, dan yang lainnya.

Walaupun keduanya termasuk dalam pasiva, utang merupakan sesuatu yang wajib dibayar tanpa harus melihat kondisi perusahaan. Maksudnya adalah utang tidak memandang bulu bagaimana progress atau tingkat pertumbuhan perusahaan. Apablia sudah jatuh tempo, maka perusahaan harus membayarkan utang tersebut.

Sedangkan beban dilakukan dengan mengurangi pendapatan. Nantinya, perhitungan akan menghasilkan laba yang bersih, sebelum ada pajak di dalam laporan keuangan.

Baca juga: Seperti Apa Rasio Likuiditas Dalam Laporan Keuangan?

Liabilitas
Sumber: iStock

Jenis-Jenis Pasiva atau Liabilitas

Liabilitas mempunyai beberapa jenis yang sering dilakukan oleh perusahaan. Berikut jenis-jenis pasiva yang dikutip dari Ukirama:

Liabilitas Jangka Pendek (Current Liabilities)

Utang jangka pendek adalah jenis utang yang harus dibayarkan sesegera mungkin yang dalam hal ini paling lama satu tahun pembukuan. Dalam perhitungan, nilai utang jangka pendek bisa dicari dengan menjumlahkan semua nilai utang yang termasuk dalam komponen utang jangka pendek itu sendiri. Contoh pasiva yang termasuk dalam utang jangka pendek adalah:

  • Utang Dagang
  • Utang Wesel
  • Beban yang Perlu Dibayarkan
  • Penghasilan yang Ditangguhkan
  • Pendapatan Diterima di Muka
  • Utang Gaji
  • Utang Dividen
  • Utang Pajak

Liabilitas Jangka Panjang (Long Term Liabilities)

Utang jangka panjang merupakan utang yang memiliki jangka waktu cukup lama untuk pembayarannya. Umumnya, hutang jangka panjang ini memiliki waktu jatuh tempo lebih daru satu tahun atau satu siklus normal operasi perusahaan. Beberapa contoh akun yang termasuk dalam utang jangka panjang adalah:

  • Utang Bank
  • Utang Hipotik
  • Utang Obligasi
  • Kredit Noveltasi
  • Utang Subduersi
  • Utang Sewa Dana
  • Utang Pemegang Saham
  • Utang Sewa Jangka Panjang

Modal

Modal juga termasuk dalam kategori pasiva atau liabilitas. Ini merupakan bagian terakhir dari pasiva dimana nilainya diperoleh dari selisih antara total aset dengan utang. Hasil dari selisih inilah yang merupakan hak dari pemilik perusahaan.

Walaupun terlihat memiliki resiko, utang tidak selamanya akan merugikan perusahaan. Utang justru bisa dimanfaatkan untuk memajukan bisnis Anda agar lebih berkembang. Hadirnya hutang juga bisa memotivasi perusahaan untuk menghasilkan pendapatan yang lebih besar agar bisa memperoleh laba dan menutup utang yang muncul.

Waktu Baca / 3 Menit

Semua perusahaan pasti mengenal sebuah laporan yang menjelaskan tentang keuangan perusahaan, laporan ini biasa disebut dengan Laporan Keuangan. Laporan yang dikenal juga dengan istilah financial statement biasanya dilakukan dalam periode tertentu. Tidak hanya itu, cerminan perusahaan juga bisa dilihat dari l financial statement ini.

Pengertian Laporan Keuangan

Mengutip Maxmanroe, laporan keuangan memiliki pengertian sebagai hasil akhir dari proses pencatatan transaksi keuangan suatu perusahaan. Pencatatan ini akan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan tersebut pada satu periode akuntansi dan merupakan gambaran umum mengenai kinerja suatu perusahaan.

Selain itu, terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa financial statement merupakan produk akhir proses akuntansi suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan ini memiliki informasi berupa hasil pengumpulan dan pengolahan data keuangan yang bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan atau kebijakan yang tepat.

Tujuan dari Pembuatan Laporan Keuangan atau Financial Statement

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu tujuan pembuatan financial statement adalah untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan. Selain itu, masih banyak tujuan lain dari pembuatan laporan keuangan. Beberapa tujuan pembuatan financial statement adalah sebagai berikut:

  1. Pengambilan keputusan: Laporan kondisi keuangan akan membantu keputusan apa yang harus diambil oleh manajemen. Hal ini disebabkan karena perusahaan akan melihat refleksi keuangan satu periode ke periode lainnya.
  2. Menilai dan memprediksi pertumbuhan bisnis untuk masa depan: Perusahaan bisa melihat bagaimana proyeksi perkembangan bisnis mereka untuk waktu yang akan datang berdasarkan financial statement yang ada.
  3. Melihat aktivitas pendanaan dan operasi perusahaan: Semua informasi yang ada dalam financial statement akan juga bisa dilakukan untuk melihat tingkat efisiensi keuangan perusahaan. Tidak hanya itu, aktivitas investasi juga akan tercermin dalam financial statement.

Fungsi Financial Statement

Secara umum, financial statement akan membantu perusahaan untuk menilai bagaimana kondisi perusahaan ketika laporan tersebut diterbitkan. Namun, terdapat beberapa fungsi lain dari financial statement yang dikutip dari Maxmanroe:

  • Sebagai bahan untuk ulasan
  • Sebagai pedoman untuk membuat keputusan
  • Membantu menciptakan strategi baru
  • Meningkatkan krefibilitas perusahaan
Laporan Keuangan
Sumber: iStock

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Umumnya, dunia akuntansi memiliki empat macam financial statement yang digunakan oleh perusahaan untuk melakukan analisis kondisi keuangan mereka. Jurnal.Id menyebutkan jenis laporan tersebut diantaranya adalah laporan laba-rugi, neraca keuangan, laporan arus kas, dan perubahan modal.

Laporan Laba-Rugi

Jenis laporan ini memiliki fungsi sebagai pedoman untuk mengetahui apakah usaha Anda dalam posisi laba atau rugi. Ketika pendapatan perusahaan atau bisnis Anda lebih besar daripada beban atau biaya yang dikeluarkan, maka perusahaan dapat dikatakan sebagai laba. Jika terjadi hal sebaliknya, maka bisnis bisa dianggap rugi.

Neraca Keuangan

Neraca keuangan berisikan akun akun dari aktiva, kewajiban (liabilitas) dan modal dalam suatu periode. Dalam pelaporannya, neraca harus mencapai keseimbangan antara Aset dan penjumlahan antara liabilitas dan modal.

Baca juga: Seperti Apa Rasio Likuiditas Dalam Laporan Keuangan?

Laporan Keuangan untuk Arus Kas

Laporan ini terdiri atas perputaran arus dana yang ada perusahaan. Laporan arus kas ini akan mencatat dana masuk dan keluar. Tujuannya adalah untuk mengontrol kas yang dimiliki oleh perusahaan.

Laporan Perubahan Modal

Modal awal yang masuk atau ditanam pada perusahaan harus tercatat dengan baik. Selain itu, jika ada modal mengalami perubahan karena beragam hal, perubahan tersebut juga wajib dicatatkan untuk kepentingan perusahaan. Laporan yang dikenal dengan istilah Capital Statement ini akan menunjukkan seberapa besar perubahan modal yang terjadi dan apa yang menyebabkan perubahan modal tersebut.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pembuatan financial statement itu sangat penting untuk keberlangsungan perusahaan. Karena dalam laporan tercermin bagaimana kinerja perusahaan pada periode tertentu. Dengan demikian, perusahaan bisa mengambil langkah dan kebijakan yang bisa membantu perkembangan perusahaan.