Tag

Laporan Keuangan

Browsing
Waktu Baca / 3 Menit

Semua perusahaan pasti mengenal sebuah laporan yang menjelaskan tentang keuangan perusahaan, laporan ini biasa disebut dengan Laporan Keuangan. Laporan yang dikenal juga dengan istilah financial statement biasanya dilakukan dalam periode tertentu. Tidak hanya itu, cerminan perusahaan juga bisa dilihat dari l financial statement ini.

Pengertian Laporan Keuangan

Mengutip Maxmanroe, laporan keuangan memiliki pengertian sebagai hasil akhir dari proses pencatatan transaksi keuangan suatu perusahaan. Pencatatan ini akan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan tersebut pada satu periode akuntansi dan merupakan gambaran umum mengenai kinerja suatu perusahaan.

Selain itu, terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa financial statement merupakan produk akhir proses akuntansi suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Laporan ini memiliki informasi berupa hasil pengumpulan dan pengolahan data keuangan yang bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan atau kebijakan yang tepat.

Tujuan dari Pembuatan Laporan Keuangan atau Financial Statement

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu tujuan pembuatan financial statement adalah untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan. Selain itu, masih banyak tujuan lain dari pembuatan laporan keuangan. Beberapa tujuan pembuatan financial statement adalah sebagai berikut:

  1. Pengambilan keputusan: Laporan kondisi keuangan akan membantu keputusan apa yang harus diambil oleh manajemen. Hal ini disebabkan karena perusahaan akan melihat refleksi keuangan satu periode ke periode lainnya.
  2. Menilai dan memprediksi pertumbuhan bisnis untuk masa depan: Perusahaan bisa melihat bagaimana proyeksi perkembangan bisnis mereka untuk waktu yang akan datang berdasarkan financial statement yang ada.
  3. Melihat aktivitas pendanaan dan operasi perusahaan: Semua informasi yang ada dalam financial statement akan juga bisa dilakukan untuk melihat tingkat efisiensi keuangan perusahaan. Tidak hanya itu, aktivitas investasi juga akan tercermin dalam financial statement.

Fungsi Financial Statement

Secara umum, financial statement akan membantu perusahaan untuk menilai bagaimana kondisi perusahaan ketika laporan tersebut diterbitkan. Namun, terdapat beberapa fungsi lain dari financial statement yang dikutip dari Maxmanroe:

  • Sebagai bahan untuk ulasan
  • Sebagai pedoman untuk membuat keputusan
  • Membantu menciptakan strategi baru
  • Meningkatkan krefibilitas perusahaan
Laporan Keuangan
Sumber: iStock

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Umumnya, dunia akuntansi memiliki empat macam financial statement yang digunakan oleh perusahaan untuk melakukan analisis kondisi keuangan mereka. Jurnal.Id menyebutkan jenis laporan tersebut diantaranya adalah laporan laba-rugi, neraca keuangan, laporan arus kas, dan perubahan modal.

Laporan Laba-Rugi

Jenis laporan ini memiliki fungsi sebagai pedoman untuk mengetahui apakah usaha Anda dalam posisi laba atau rugi. Ketika pendapatan perusahaan atau bisnis Anda lebih besar daripada beban atau biaya yang dikeluarkan, maka perusahaan dapat dikatakan sebagai laba. Jika terjadi hal sebaliknya, maka bisnis bisa dianggap rugi.

Neraca Keuangan

Neraca keuangan berisikan akun akun dari aktiva, kewajiban (liabilitas) dan modal dalam suatu periode. Dalam pelaporannya, neraca harus mencapai keseimbangan antara Aset dan penjumlahan antara liabilitas dan modal.

Baca juga: Seperti Apa Rasio Likuiditas Dalam Laporan Keuangan?

Laporan Keuangan untuk Arus Kas

Laporan ini terdiri atas perputaran arus dana yang ada perusahaan. Laporan arus kas ini akan mencatat dana masuk dan keluar. Tujuannya adalah untuk mengontrol kas yang dimiliki oleh perusahaan.

Laporan Perubahan Modal

Modal awal yang masuk atau ditanam pada perusahaan harus tercatat dengan baik. Selain itu, jika ada modal mengalami perubahan karena beragam hal, perubahan tersebut juga wajib dicatatkan untuk kepentingan perusahaan. Laporan yang dikenal dengan istilah Capital Statement ini akan menunjukkan seberapa besar perubahan modal yang terjadi dan apa yang menyebabkan perubahan modal tersebut.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pembuatan financial statement itu sangat penting untuk keberlangsungan perusahaan. Karena dalam laporan tercermin bagaimana kinerja perusahaan pada periode tertentu. Dengan demikian, perusahaan bisa mengambil langkah dan kebijakan yang bisa membantu perkembangan perusahaan.

Waktu Baca / 2 Menit

Setiap perusahaan wajib membuat laporan keuangan untuk mengetahui kondisi perusahaan tersebut. Tidak hanya itu, laporan keuangan juga berperan penting untuk memberikan tanggung jawab perusahaan kepada stakeholder yang mungkin berinvestasi dalam bisnis tersebut.

Laporan keuangan memiliki empat komponen penting di dalamnya. Komponen yang harus ada dalam laporan keuangan yang dikutip dari Beecloud.id adalah:

  • Neraca: Laporan keuangan yang menampilkan informasi bagaimana posisi keuangan dari entitas pada tanggal tertentu. Biasanya pada akhir tahun.
  • Laporan Laba-Rugi: Laporan yang berisikan hasil operasi sebuah entitas selama periode tertentu. Umumnya dalam satu bulan atau satu tahun.
  • Laporan Ekuitas: Laporan ini menyajikan ikhtisar perubahan yang terjadi dalam ekuitas pemilik pada suatu entitas untuk suatu periode tertentu. Misalnya satu bulan atau satu tahun.
  • Laporan Arus Kas: Laporan arus kas menggambarkan mengenai jumlah kas masuk (penerimaan kas) dan jumlah kas keluar (pengeluaran kas) dalam suatu periode tertentu.

Agar ada lebih memahami cara membuat laporan keuangan, berikut langkah-langkah mudah membuatnya yang dikutip dari Jurnal.id:

Membuat Neraca Saldo untuk Laporan Keuangan

Neraca saldo merupakan langkah awal yang dilakukan ketika Anda ingin membuat suatu laporan keuangan. Secara garis besar, neraca saldo dapat diartikan sebagai daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertentu. Penyusunannya pun sangat mudah, Anda hanya perlu memindahkan saldo yang ada di buku besar ke dalam neraca saldo untuk disatukan. Saldo pada neraca saldo harus sama jumlahnya. Jika jumlah saldo debit tidak sama dengan jumlah yang ada di kredit maka dikatakan bahwa neraca saldo tidak seimbang. Anda harus memeriksa neraca tersebut karena dimungkinkan masih ada kesalahan

Penyusunan Jurnal Penyesuaian

Jika pada akhir periode akuntansi, terdapat data yang tidak lengkap atau tidak sempurna, maka perlu dicatat dalam jurnal penyesuaian. Umumnya para akuntan melakukannya dalam periode tertentu, biasanya saat laporan akan disusun. Pencatatan penyesuaian sama seperti pencatatan transaksi umumnya. Transaksi penyesuaian dicatat pada jurnal penyesuaian dan kemudian dibukukan ke dalam buku besarnya. Setelah itu saldo yang ada di buku besar siap diletakkan dalam laporan keuangan.

Keuangan
Sumber: iStock

Membuat Neraca Lajur (Worksheet)

Setelah melakukan penyesuaian, Anda perlu membuat neraca lajur. Neraca yang biasa disebut dengan worksheet ini akan memudahkan pada akuntan untuk melakukan penyusunan laporan keuangan. Saldo yang telah disesuaikan akan terlihat pada kolom neraca saldo yang disesuaikan. Saldo ini juga akan terlihat dalam neraca dan laporan laba-rugi.

Penyusunan Laporan Keuangan

Setelah semua data tersedia, langkah yang dilakukan selanjutnya adalah Laporan Keuangan. Laporan ini terdiri dari laporan laba rugi yang berfungsi untuk menggambarkan kinerja perusahaan. Lalu, Laporan perubahan modal untuk melihat perubahan modal yang telah terjadi. Kemudian, terdapat neraca, yang berfungsi sebagai komponen untuk memprediksi likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas. Terakhir adalah laporan arus kas yang bertujuan untuk memberikan informasi yang relevan mengenai kas keluar dan kas masuk pada periode berjalan.

Baca juga: Seperti Apa Rasio Likuiditas Dalam Laporan Keuangan?

Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan

Para akuntan hanya perlu mengecek neraca saldo yang masih terbuka. Saldo dari akun-akun pada buku besar dikelompokan kedalam kelompok aktiva atau pasiva. Saldo antara kelompok aktiva dan pasiva pada neraca saldo ini juga harus seimbang. Namun perlu Anda ingat, saldo yang seimbang belum tentu benar tetapi saldo yang benar pasti seimbang.

Semoga langkah-langkah dalam membuat laporan ini dapat mempermudah Anda ketika membuatnya. Ketika membuat laporan ini pastikan Anda sudah memeriksanya dengan baik. Tujuannya adalah agar perusahaan atau manajemen tidak salah mengambil keputusan ketika laporan ini dikeluarkan.