Tag

Entrepreneur

Browsing
Waktu Baca / 3 Menit

“Sudah muda, cakep, punya banyak karyawan pula. Siapa sih yang tidak mau mengambilnya jadi calon mantu?” Pernah dengar ungkapan seperti itu? Meski terkesan lebay, tapi ada benarnya juga. Para pengusaha muda sukses Indonesia rata-rata berjiwa visioner dan tahan banting. Adanya mereka bisa jadi bukti, bahwa sukses tidak harus menunggu jadi tua dulu.

1. Yasa Singgih

Pria yang lahir tahun 1995 ini adalah pemilik brand Men’s Republic. Pertama kali memasuki dunia bisnis itu ketika masih berumur 15 tahun. Saat itu, ia mulai menjual lampu hias, tapi macet di tengah jalan.

Kesuksesannya baru terjadi ketika memutuskan untuk jualan kaos dengan merek Men’s Republic. Yasa SInggih membuktikan, bahwa jatuh-bangun dalam bisnis itu bukan suatu cela. Ia memegang prinsip “tak pernah ada kata terlalu muda untuk jadi seorang milyuner”.

2. Gazan Azka Ghafara

Gazan bukan berasal dari kalangan terpandang. Bahkan ketika masih kecil, ia baru bisa beli telur setelah mengumpulkan uang recehan satu demi satu. “Kalau besar nanti, aku ingin beli banyak Chitato,” ungkapnya ketika mengingat cita-cita sewaktu masih kecil.

Setelah berhasil masuk jaringan para pebisnis, ia pun terpikir untuk membuat keripik cokelat pisang khas Lampung. Saat itu, produk serupa jarang sekali ada di Bandung. Berbekal uang 1 juta Rupiah dari tante dan 50 ribu Rupiah (miliknya sendiri), ia pun berteguh untuk memulai bisnisnya.

Kurang dari 5 tahun, brand-nya yang dikenal dengan nama Zanana berhasil menarik minat para pembeli dari kalangan milenial. Bahkan produk keripik pisang cokelatnya pernah diekspor ke luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, China, dan Hongkong. Omzet yang dihasilkan pun bisa ratusan juga hingga miliaran Rupiah per bulannya.

3. Meiliane

Bisnis yang dijalankan oleh Meiliane ini berawal dari tugas praktik kampus. Saat itu, ia membuat proyek kecil-kecilan dengan memproduksi dompet dalam jumlah terbatas. Tak disangka, banyak yang meminati. Ketika bertambah besar, barulah ia mendirikan perusahaan mandiri bernama Goodism. Dalam sebulan, ia mampu menghasilkan omzet 90 juta Rupiah.

4. Hamzah Izzulhaq

Berbekal pengalamannya di bidang waralaba, Hamzah Izzulhaq berhasil mendirikan usaha yang dikenal dengan nama CV Hanamasa Indonesia. Usaha tersebut fokus pada bidang pendidikan, yakni dengan menyediakan fasilitas dan program bimbingan belajar. Meski usianya baru kepala 2, Hamzah mampu mengantongi omzet 360 juta Rupiah per semester.

5. William Ernest Silanoe

Tahun 2020 ini, William baru berusia 27 tahun. Saat ini ia berprofesi sebagai founder Broadway Group Jakarta. Pekerjaan sebagai EO (Event Organizer) pertama kali ia lakoni ketika masih SMA kelas 2. Berkat ketekunannya, Broadway Group Jakarta punya 3 lini yang fokus di area konsultan pemasaran, food & beverage, serta bisnis leisure.

6. Atina Maulina

Pada mulanya, Atina terbilang nekat ketika menjual jilbab sembarang warna ke sosial media (Instagram). Saat itu, ia belum terpikir untuk menamai bisnisnya itu dengan brand Vanilla Hijab. Ketika semakin banyak yang pesan jilbab/hijab warna pastel, barulah ia mulai fokus hanya menjual produk serupa. Total tidak menyediakan jilbab warna lain.

Pernah pada suatu momen ketika nama Vanilla Hijab semakin terkenal, ia kebanjiran order. Dalam waktu 1 jam saja, produk yang terjual mencapai ribuan. Sampai sekarang, Atina bersama yang dibantu kakaknya terus berupaya mengembangkan produk. Bahkan Vanilla Hijab sudah sering merilis produk hasil desain sendiri.

Melihat mereka yang masih muda-muda itu sudah sukses membangun bisnis, mana mungkin jiwa tidak ikut bergejolak? Para pengusaha muda sukses Indonesia di atas memiliki satu kesamaan, yakni pantang menyerah meski harus berkali-kali jatuh. Sebab, jatuh dalam bisnis itu hanyalah kesuksesan yang tertunda.

Waktu Baca / 4 Menit

Menjadi wirausaha sukses tidak sulit, tapi ragu dan rasa takut yang sebenarnya mempersulit. Nah, apa saja tips untuk menggapai itu semua?

Menjadi wirausaha sukses membutuhkan banyak usaha dan kerja keras. Sudah banyak contoh tokoh dunia yang sukses setelah berkali-kali mengalami kegagalan. Seperti Mark Zuckenberg dan Jack Ma adalah dua contoh nyata bagaimana usaha yang tekun akan membuahkan hasil yang baik.

Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk menjadi wirausaha sukses, seperti memulai dari hal kecil di sekitar.

Berikut 14 tips menjadi wirausaha sukses

  1. Berpikir Seperti Orang Sukses

Langkah awal dan paling sederhana yang perlu dilakukan oleh seseorang yang ingin sukses adalah dengan mengikuti cara berpikir orang sukses. Mindset adalah hal yang paling pertama perlu diubah, dengan begitu Anda berada di jalur yang benar.

Banyak cara mengetahui cara berpikir mereka, seperti dengan membaca buku biografi orang-orang sukses atau melihat kesehariannya. Orang-orang sukses seperti Mark Zuckenberg cenderung tampil sederhana dan tidak mau menampilkan kemewahan, meski mereka merupakan orang-orang dengan pendapatan miliaran per detik.

  • Berpikir Kreatif

Sebelum memulai menjalankan bisnis, Anda harus berpikir kreatif. Saat ini sudah banyak pelaku bisnis bermunculan. Oleh karena itu, jika Anda ingin terjun ke bidang itu, Anda harus memulai bisnis yang kreatif sehingga berbeda dari kebanyakan.

Untuk memancing ide yang kreatif ada banyak caranya, seperti berjalan-jalan di taman, membaca buku, menonton tv, atau bahkan hanya dengan mengamati sekitar. Yang paling penting adalah Anda harus menstimulus otak sehingga ide kreatif mau berkunjung.

  • Proaktif

Banyak orang memiliki ide kreatif, tapi sedikit yang merealisasikannya. Nah, langkah selanjutnya adalah membuat ide tersebut menjadi nyata. Jangan hanya ada di angan-angan saja. Kalau tidak segera direalisasikan, bisa saja nanti akan ada orang yang memikirkan ide serupa dan langsung merealisasikannya.

  • Mengikuti Seminar

Untuk dapat lebih memahami bagaimana cara berpikir seorang pengusaha sukses,  tips selanjutnya yang bisa Anda terapkan adalah dengan mengikuti berbagai seminar atau webinar. Tidak perlu mengkhawatirkan soal biaya karena ada banyak seminar yang diselenggarakan secara gratis.

Namun bila Anda memiliki dana yang cukup, jangan ragu untuk ikut seminar berbayar karena tentu fasilitas yang didapat akan lebih eksklusif. Selain itu, dengan mengikuti seminar Anda akan bertemu dengan beragam pebisnis guna menambah networking.

  • Sesuai Passion

Anda bisa membuka bisnis apa saja, yang terpenting adalah bisnis tersebut sesuai dengan passion Anda. Dengan mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan passion, Anda akan tertantang dan semakin bersemangat mengerjakan segalanya dengan totalitas.

Bisa saja memilih bisnis yang tidak sesuai dengan passion, asal Anda mampu memberikan seluruh kemampuan  sehingga ketika di tengah jalan tidak ada kata menyerah dan tetap memiliki komitmen untuk menjalankan bisnis tersebut.

  • Berani Menantang Diri/Mengambil Risiko

Berani berbisnis, artinya berani mengambil risiko. setiap bidang bisnis memiliki risikonya masing-masing. Semakin besar risiko yang diambil, maka keuntungan yang akan didapat juga semakin besar.

Namun tentu saja tidak seperti berjudi yang tidak bisa diperhitungkan, mengambil risiko harus diimbangi dengan perencanaan yang matang sehingga kemungkinan terburuk dapat dicegah.

  • Memiliki Tujuan dan Target

Setiap rencana harus memiliki target dan tujuan, seperti halnya memulai beriwrausaha. Target dan tujuan akan membuat Anda terpacu untuk terus menjalankan bisnis. Target membuat Anda lebih bersemangat. Setelah satu target tercapai, tugas Anda adalah membuat target selanjutnya.

  • Rencana Bisnis

Selanjutnya, buat rencana bisnis. Dengan menyusun rencana, Anda jadi tahu apa saja yang akan dipersiapkan sebelum bisnis benar-benar berjalan. Misalnya, berapa modal yang dibutuhkan, bahan baku dan peralatan yang dibutuhkan apa saja, peluang dan kemungkinan terburuknya. Ketika bisnis sudah dijalankan, Anda pun tahu apa yang harus dilakukan.

  • Mengumpulkan Modal

Modal adalah salah satu hal utama dalam berbisnis. Tanpa modal, bisnis tidak akan bisa berjalan. Mengumpulkan modal bisa dengan dana pribadi atau dengan melakukan peminjaman di bank. Bila Anda ingin meminjam di bank karena dana pribadi tidak cukup, sebaiknya Anda benar-benar telah merencanakannya dengan matang sehingga tidak mengalami kesulitan melunasinya.

Tidak selamanya usaha membutuhkan modal besar. Sudah banyak contoh usaha modal kecil untung besar. Yang terpenting adalah keberanian memulai, karena bahkan hanya dengan peralatan seadanya, seseorang tetap bisa berbisnis.

  1. Memilih Tempat

Setelah memperoleh modal, alangkah baiknya untuk Anda mempersiapkan tempat yang strategis sebagai lokasi berbisnis. Pertimbangkan beberapa hal seperti akses, keramaian atau aktivitas masyarakat sekitar.

Namun bila tidak punya modal untuk memiliki kantor sendiri, Anda bisa menggunakan konsep virtual office melalui hadirnya coworking space. Asal Anda memiliki tempat untuk memproduksi produk, bisnis masih bisa berjalan. Bahkan dengan memiliki kantor virtual, Anda akan lebih mudah mengaturnya.

Lalu untuk tempat berjualan? Jika Anda masih mengembangkan website untuk mempromosikan produk/jasa perusahaan Anda, gunakan platform marketplace untuk menjual produk dan menjelaskan deskripsi perusahaan Anda dengan singkat.

  1. Mempersiapkan Peralatan

Persiapkan segala bahan baku dan peralatan untuk menunjang bisnis Anda. Oleh karena itu perlunya mencari supplier yang sesuai dengan bidang bisnis Anda. Mencari supplier bisa dilakukan di Mbizmarket – Solusi Pengadaan Online di Indonesia.

  1. Implementasi Rencana Bisnis

Implementasikan semua rencana yang sudah Anda susun rapi. Setelah itu, perlu juga untuk melakukan evaluasi sehingga kelemahan yang ada bisa diperbaiki demi perkembangan bisnis.

  1. Terus Kembangkan dan Berinvestasi

Ketika bisnis dirasa sudah mampu berjalan dengan baik, sebaiknya jangan berpuas diri. Terus kembangkan dengan berinvestasi dari keuntungan yang didapat. Bisa dilakukan dengan menambah peralatan sehingga produksi bisnis dapat meningkat. Salah satu cara mengembangkan bisnis bisa dilakukan dengan menggunakan jasa iklan online di Google ataupun media social.

Namun perlu diingat, jangan terlalu berlebihan dalam berinvestasi karena dapat membahayakan kelangsungan bisnis. Untuk itu, sebelum berinvestasi perlunya perencanaan yang matang.

  1. Kerja Keras

Terakhir dan tidak kalah penting adalah kerja keras. Menjadi seorang pebisnis atau wirausaha bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak rintangan dan hadangan yang akan dihadapi. Jangan menyerah dan teruslah bekerja keras sehingga nantinya bisnis akan berjalan lancar.

Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk menjadi seorang wirausaha sukses. Yang terpenting adalah terus bekerja keras dan mau belajar dari apa saja meski rintangan datang silih berganti.

Waktu Baca / 2 Menit

Entrepreneur dan entrepreneurship merupakan istilah yang biasa digunakan dalam bidang bisnis dan ekonomi. Keduanya tidak bisa dipisahkan karena istilah tersebut pasti ada dalam suatu kegiatan berwirausaha. Namun, istilah-istilah tersebut ternyata masih sering disalah artikan oleh orang awam. Jadi, apakah sebenarnya perbedaan dari entrepreneur dan entrepreneurship itu?

Pengertian Entrepreneur

Jika dijelasakan secara garis besar, entrepreneur adalah seseorang yang melakukan aktivitas wirausaha dengan kemampuannya dalam berfikir kreatif dan imajinatif. Pada umumnya seorang entrepreneur dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan sekitarnya melalui bisnis yang dibangun. Pengaruh tersebut bisa hadir dalam beragam bentuk seperti terbukanya lapangan perusahaan, meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar, dan lain sebagainya.

Usaha yang dimulai oleh seorang entrepreneur biasanya merupakan suatu produk kreatif hasil dari permikiran dan observasi di sekitarnya. Dirinya memanfaatkan sumber daya yang Anda sebagai peluang usaha yang mungkin bisa menghasilkan keuntungan. Hal tersebut menjadikan produk yang dihasilkan oleh seorang entrepreneur biasanya menjadi ciri khas dari suatu daerah tertentu.

Suatu pemberitaan oleh Investomedia mengatakan bahwa ketika seorang entrepreneur menjalankan usahanya, dirinya memiliki keterbatasan tertentu. Beberapa keterbatasan yang dimiliki biasanya dalam bentuk sumber daya dan perencanaan.Kemudian, apaabila usahanya telah berjalan, semua resiko yang hadir merupakan tanggungan si pelaku usaha maupun rekanannya.

Baca juga: Marketing dan Sales, Dua Hal yang Serupa Tapi Tak Sama

iStock

Lalu, Apa itu Entrepreneurship?

Entrepreneurship merupakan aktivitas berbisnis yang memiliki sifat kreatif, inovatif, keberanian, dan mampu bertahan dalam tantangan bisnis yang akan datang. Selain itu, entrepreneurship ini dapat melihat peluang yang tepat serta mewujudkannya. Biasanya seorang entrepreneur memiliki jiwa entrepreneurship, yaitu selalu bekerja keras, tidak mudah menyerah, dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.

Sebagai contoh, seorang pengusaha furnitur kayu Jati khas Jawa Tengah telah menjalani usahanya selama dua tahun. Selama jangka waktu tersebut, perusahaannya belum menemukan pelanggan tetap dan belum menembus pasar ekspor. Melihat hal ini, pengusaha furnitur tersebut mengambil resiko dengan membuat produk baru berupa aksesoris kayu dengan desain motif batik.

Terobosan barunya ternyata dilirik oleh banyak pihak karena belum ada yang membuat aksesoris dengan motif unik. Kemudian, dirinya kembali membuat varian lain agar pembelinya tidak jenuh dengan produk yang dimiliki. Akhirnya berkat keberanian dan kreativitas yang tinggi, pengusaha itu berhasil mengirimkan barangnya hingga ke luar negeri dan mendapatkan keuntungan yang melimpah.

Contoh tersebut memperlihatkan bahwa seorang pengusaha harus bisa melihat persoalan yang ada pada perusahaannya. Lalu, dirinya harus memikirkan apa jalan keluar yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Pada tahap ini, diperlukan pikiran kreatif sehingga usahanya tidak berhenti pada satu titik. Kemudian, pengambilan resiko juga diperlukan namun harus dengan perencanaan yang matang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan penjelasan paragraf sebelumya, dapat disimpulkan bahwa seorang enterpreneur atau pengusaha harus memiliki sifat-sifat entrepreneurship ketika menjalankan usahanya. Tangguh dan gigih dalam menghadapi persoalan menjadi modal utama agar usaha yang sedang dikembangkan berubah menjadi sesuatu yang bisa diandalkan. Selain itu, seorang pengusaha juga dituntut untuk tetap kreatif dan terus mencoba hal baru untuk merangkul calon pelanggan mereka. Jika hal tersebut sudah dilakukan, para pengusaha pasti akan memetik hasil dari jerih payah yang selama ini mereka lakukan.

Sebagai salah satu solusi untuk mengembangkan bisnis para pengusaha, Mbizmarket hadir untuk mengembangkan potensi bisnis yang Anda miliki. Mbizmarket memiliki jaringan konsumen yang luas dan beragam vendor pilihan dengan produk yang berkualitas. Segera daftarkan usaha Anda di Mbizmarket untuk menjadi bisnis yang lebih baik.