Tag

covid-19

Browsing
Reading Time: 2 minutes

Dengan mulai diberlakukannya new normal atau adaptasi kebiasaan baru, maka setiap kegiatan yang menghimpun banyak orang harus mengikuti protokol kesehatan. Hal ini pun berlaku di perkantoran, yang mana desain ruangan dan mejanya mau tak mau harus diubah. Agar tak repot memikirkannya, Anda bisa sontek tips menata meja partisi kantor di kala pandemi berikut ini. 

  1. Ubah Pola Penataan Meja Kerja Kantor jadi Pola Linear 

Mengingat saat pandemi seperti ini kontak wajah sangat dianjurkan untuk dikurangi, maka sebaiknya tata meja kantor dengan mengikuti pola linear. Dengan begini, tak akan ada karyawan yang bekerja di kantor dengan posisi yang  berhadapan langsung antara satu dengan yang lainnya. Karyawan akan saling membelakangi, sehingga risiko penularan virus bisa diminimalisir. 

  1. Beri Jarak antar Meja Kantor Minimal Sejauh 2 Meter

Mengingat sekarang ini diwajibkan untuk melakukan physical distancing, maka berilah jarak antara meja di kantor Anda. Jika sebelumnya meja dibuat saling berdekatan dan bergandengan, maka berilah jarak diantaranya minimal 1.8 atau 2 meter. Dengan ukuran jarak ini, diperkirakan jangkauan droplet yang keluar dari mulut atau hidung seseorang tak akan mengenai orang lainnya. 

  1. Gunakan Sekat atau Pembatas Antara Meja dengan Bahan Khusus

Jika sekiranya jarak antar meja kurang dari 2 meter diakibatkan terbatasnya space, maka bisa diakali dengan memberikan sekat atau pembatas antara meja tersebut. Dengan begini, maka droplet yang memungkinkan berpindahnya virus COVID-19 pun bisa dihambat. Ada beberapa bahan sekat untuk membatasi meja ini yang bisa Anda pilih, seperti akrilik, mika, kaca, ataupun plastik. 

Pemilihan bahan-bahan ini salah satunya didasari atas masih bisanya berlangsung interaksi walau antara meja dipasangkan sekat. Sekatnya yang berupa bening dan transparan, akan membuat interaksi tetap bisa dijalankan dengan semestinya, namun tetap mematuhi protokol kesehatan. Anda pun tetap bisa terlindungi dan pekerjaan yang diemban tetap bisa dilakukan dengan optimal. 

Sekat antara meja ini bisa Anda pasang di kedua sisi meja dan juga di bagian depannya. Hasil akhirnya kira-kira seperti bilik atau ruang di warnet. Anda bisa pasangkan sekat dengan tinggi melebihi tinggi kepala saat duduk, seperti yang umum dipasang di kafe dan restoran. Penataan meja partisi kantor yang seperti ini akan bisa menurunkan risiko penyebaran dan penularan virus COVID-19. 

  1. Desain Bilik Khusus untuk Meja Kerja 

Terakhir, Anda bisa juga menata meja kerja dengan menempatkannya di bilik khusus. Bilik ini terdiri dari 4 dinding yang yang dilengkapi dengan bukaan, sebagai akses untuk Anda keluar dan masuk. Dinding bilik ini bisa dibuat menggunakan papan kayu dengan kaca akrilik di bagian atasnya atau pun dengan menggunakan plastik yang dihubungkan dengan pipa PVC. 

Selain intensitas interaksi yang bakal jadi lebih sedikit, penataan meja kerja dengan menggunakan bilik ini bakal lebih meningkatkan privasi karyawan. Anda sebagai karyawan akan bisa lebih berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaannya. Pekerjaan cepat selesai dan Anda pun bisa terhindari dari risiko penularan virus COVID-19 dari rekan kerja Anda di kantor. 

Baca juga : 6 Benda yang Harus Dimiliki saat New Normal di Kantor 

Salah satu cara meminimalisir penyebaran dan penularan virus COVID-19 di perkantoran adalah dengan mengubah pola meja partisi kantor. Anda bisa ganti pola penyusunan mejanya jadi linear, memberikan jarak minimal 2 meter antar meja, serta memberi sekat dari akrilik atau mika. Dengan begini, pekerjaan tetap bisa terlaksana dan kesehatan Anda bakal bisa tetap terjaga.

Reading Time: 2 minutes

Dengan telah diberlakukannya new normal atau adaptasi kebiasaan baru di sebagian besar daerah di Indonesia, membuat banyak cafe pun dibuka kembali. Namun, berbeda dari biasanya, banyak dipasang sekat pembatas antara meja di cafe, untuk mendukung social distancing. Jika Anda merupakan salah satu pemilik cafe, sangat disarankan memilih pembatas meja COVID yang tepat guna. 

Mengapa Harus Pakai Sekat Pembatas Meja? 

Salah satu langkah untuk mencegah makin masifnya penularan virus COVID-19 adalah dengan memasang sekat pembatas di cafe atau restoran. Dengan memasang sekat antara pengunjung ini, maka kontak langsung antar pengunjung pun bisa dihindari. Tak hanya itu saja, dengan menggunakan sekat ini, penyebaran virus COVID-19 melalui droplet saat bicara pun dapat terhalangi. 

Pembatas ini umumnya dipasang di antara dua meja, serta di tengah meja untuk menghalangi kontak langsung pengunjung yang duduk di meja yang sama. Jika dilihat, adanya sekat ini memang membuat pengunjung seperti berada di biliknya sendiri. Ketinggian dari pembatas meja ini terbilang beragam, namun ketinggian umumnya melebihi tinggi kepala saat duduk. 

Rekomendasi Bahan Pembatas Meja COVID

Memilih bahan untuk sekat atau pembatas meja yang akan dipasang tentu harus dipertimbangkan dengan baik. Baiknya, dipilih bahan transparan yang tetap bisa melancarkan interaksi antara pengunjung, walau dibatasi oleh sekat. Anda bisa pilih rekomendasi bahan pembatas meja kala new normal berikut ini, yang juga telah banyak digunakan di banyak cafe di seluruh dunia. 

  1. Plastik Transparan 

Bermodalkan plastik bening transparan, Anda sudah bisa membuat sekat pembatas meja untuk dipasang di cafe yang Anda kelola. Dana untuk membuat sekat plastik ini pun terbilang tak begitu besar. Anda bisa pilih ingin membuat pembatas berupa tirai plastik atau pun dinding plastik pendek yang dipasangkan dengan rangkaian pipa PVC. 

Jika Anda memilih memasang pembatas berupa tirai plastik, maka cara yang umum dilakukan adalah dengan memasang pengaitnya di langit-langit cafe. Namun, jika memilih memasang sekat plastik dengan tambahan pipa PVC, Anda hanya perlu membuat rangka sekat pipa PVC, supaya plastik bisa terpasang sempurna. 

  1. Kaca Akrilik

Selain plastik, Anda juga bisa pembatas meja untuk cafe yang terbuat dari kaca akrilik. Kaca akrilik ini sendiri umum digunakan di bank atau pun perkantoran, sebagai pembatas antara pengunjung dengan yang memberikan pelayanan. Walau harganya mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan sekat plastik, namun pemasangannya terbilang lebih praktis. 

Baca juga : Mengenal Lap Microfiber, Fungsi, dan Cara Merawatnya agar Tahan Lama

Anda hanya perlu memasang sekat kaca akrilik yang luasnya sama dengan ukuran meja di cafe Anda. Walaupun terkena hembusan angin, sekat dari kaca akrilik ini pun akan tetap kokoh berdiri. Agar kelihatan lebih estetik walau sedang menjalankan social distancing, Anda bisa hias kaca akrilik yang jadi pembatas antar meja.    

  1. Kaca 

Bahan selanjutnya yang bisa Anda jadikan pembatas meja saat new normal ini adalah kaca. Bahan ini tentu saja lebih kokoh dibandingkan dengan 2 bahan sebelumnya, plastik dan akrilik. Ketebalannya pun jauh lebih tinggi, setara dengan harganya yang lebih besar pula. Anda bisa pasang kaca ini di tengah meja saja atau secara keseluruhan mengelilingi meja layaknya akuarium.Sebagai pemilik cafe, Anda bertanggung jawab untuk menjalankan protokol kesehatan di cafe yang Anda kelola. Nah, salah satunya adalah dengan memasang sekat pembatas meja COVID di tengah meja dan di antara meja di cafe tersebut. Sebagai pembatasnya, Anda bisa gunakan bahan-bahan yang direkomendasikan di atas, agar interaksi tetap berjalan walau sedang social distancing.

Reading Time: 2 minutes

Era new normal mau tak mau harus kita jalani agar aktivitas tetap bisa berjalan dengan baik meskipun pandemi belum berlalu. Banyak kantor telah mulai beroperasi dan mengizinkan karyawannya untuk bekerja. Berikut adalah 7 persiapan new normal di kantor yang sangat penting untuk dilakukan. 

  1. Pengukuran Suhu Tubuh

Suhu tubuh tinggi merupakan salah satu tanda-tanda infeksi COVID-19 yang harus diwaspadai. Kantor sebaiknya menyediakan fasilitas pengukuran suhu tubuh kepada karyawan yang akan bekerja. Diperlukan adanya petugas yang mengoperasikan thermometer gun untuk memastikan tidak ada karyawan yang demam. 

  1. Aturan Jam Kerja

Perlu ditetapkan peraturan jam kerja yang berbeda dari biasanya. Pandemi ini mengharuskan kita menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Oleh karena itu, sebaiknya kantor memberikan aturan jam kerja yang memungkinkan karyawan tetap bisa bekerja dengan aman.

Misalnya, dibuat jadwal satu karyawan masuk kantor 3 hari dalam satu minggu dan sisanya bekerja dari rumah. Kantor juga bisa membuat peraturan shift agar tidak semua karyawan masuk bekerja di waktu yang sama.

  1. Pemakaian Masker

Kantor harus tegas mengenai peraturan pemakaian masker bagi seluruh karyawan. Tidak boleh ada yang melanggar peraturan tersebut karena pemakaian masker sangat penting di era new normal ini. Kalau perlu, kantor bisa menyediakan masker bagi para karyawannya agar tidak ada satu orang pun yang melanggar peraturan tersebut.

  1. Tindakan Mencuci Tangan

Hand hygiene sangat dibutuhkan dalam masa new normal ini. Menjaga kebersihan tangan menjadi salah satu senjata ampuh untuk melawan COVID-19. Pihak kantor perlu menyediakan fasilitas mencuci tangan meliputi sabun dan air mengalir yang memadai agar karyawan bisa menjaga kebersihan diri. 

  1. Imbauan Membawa Bekal

Makanan juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan sebagai bentuk persiapan new normal di kantor. Pihak kantor sebaiknya menganjurkan karyawan untuk membawa bekal sendiri dari rumah. Mereka juga sebaiknya membawa alat makan sendiri agar tidak terjadi pemakaian alat makan yang bergantian di kantor.

Jika memang pihak kantor menyediakan makanan, maka harus dipastikan kebersihannya. Meskipun makanan disediakan dari pihak kantor, karyawan tetap dianjurkan untuk membawa peralatan makan pribadi.

  1. Menjaga Jarak

Saat berada di lingkungan kantor, semua orang harus selalu ingat untuk menjaga jarak. Prinsip ini sangat penting untuk diterapkan demi mengurangi risiko penularan COVID-19. Jangan sampai kantor mengadakan acara yang justru menimbulkan kerumunan dan tidak menerapkan prinsip jaga jarak.

Jika ada rapat atau acara berkumpul, kantor sebaiknya memberi aturan jaga jarak yang bisa dipatuhi semua karyawan. Pihak kantor juga bisa membuat poster untuk mengingatkan pentingnya menjaga jarak satu sama lain. Hal ini dilakukan demi kebaikan bersama di era new normal.

  1. Menyediakan Informasi dan Fasilitas

Pihak kantor harus menyediakan informasi yang memadai bagi para karyawannya terkait COVID-19. Jika memang ada karyawan yang terindikasi terinfeksi virus maka harus ada informasi yang tepat. Karyawan lain harus tahu agar mereka bisa berhati-hati dan melakukan tindakan antisipasi.

Transparansi informasi ini penting sekali untuk diterapkan agar semua orang bisa menjaga diri dengan sebaik mungkin. Lingkungan kantor juga sebaiknya memberikan fasilitas dan dukungan bagi karyawan yang terindikasi terinfeksi COVID-19. 

Baca juga : 6 Benda yang Harus Dimiliki saat New Normal di Kantor

Itulah tadi 7 persiapan new normal di kantor yang penting untuk dilakukan. Virus ini memang masih ada, namun bukan berarti kita harus terus-menerus dilanda ketakutan dan rasa panik. Tetap tenang dan patuhi protokol kesehatan agar kita tetap bisa beraktivitas di tengah pandemi COVID-19.

Reading Time: 2 minutes

Sejak virus COVID-19 merebak, pasti Anda sudah tak asing dengan sekat khusus yang dipasang di pertokoan, tepatnya berada di depan kasir. Tujuan utama dari pemasangan sekat ini adalah untuk meminimalisir penyebaran virus. Sekat yang dipasang umumnya terbuat dari akrilik. Mengapa banyak yang memilih sekat akrilik kasir ini dibanding bahan lainnya? Simak alasannya berikut ini.   

  1. Ketebalannya Pas untuk Menghalangi Paparan Virus 

Ketebalan dari kaca akrilik dianggap pas untuk bisa menghalangi penularan virus dari kasir ke pembeli, dan sebaliknya. Walau kasir harus berbicara dengan pembeli, droplet yang mungkin saja keluar dari mulutnya bisa tertahan dengan adanya sekat yang terbuat dari akrilik ini. Ditambah dengan penggunaan masker, kemungkinan penyebaran virus COVID-19 jadi makin bisa ditekan. 

  1. Bisa dengan Mudah Dibentuk Jadi Pola yang Beragam 

Asyiknya memakai akrilik adalah bahan ini bisa dengan mudah dibentuk ke dalam pola beragam. Jadi, bukan hanya bisa dibentuk jadi persegi atau pun persegi panjang saja. Bagi Anda yang ingin sekat pembatas di meja kasir yang terlihat menarik dengan polanya yang unik, sangat direkomendasikan untuk memilih sekat yang terbuat dari bahan akrilik ini. 

  1. Kacanya Bening Sehingga Memudahkan Interaksi 

Umumnya, kaca akrilik yang dipesan untuk diletakkan di meja kasir adalah akrilik yang tak berwarna alias bening. Akrilik yang bening ini akan tetap bisa mengakomodasi interaksi antara kasir dan pembeli, walaupun sudah terhalang dengan adanya sekat. Dengan begini, maka kemungkinan terjadinya miskomunikasi saat membayar barang belanjaan bisa dihindari.

  1. Beratnya yang Lebih Ringan Dibandingkan dengan Kaca 

Walau memiliki rupa sebening kaca, namun berat dari kaca akrilik kasir ini terbilang ringan. Anda bisa dengan mudah mengangkat dan memindahkannya dari satu tempat ke tempat lainnya. Jadi, jika sekiranya Anda butuh membersihkan akrilik ini di tempat lain, Anda tak akan mengalami kesulitan berarti.  

  1. Bisa dengan Mudah Dibersihkan dan Tahan Lama Digunakan

Tak bisa dipungkiri bahwa noda yang menempel pada permukaan akrilik mungkin membuatnya sedikit buram dan kusam. Namun, jangan khawatir, noda yang menempel pada permukaan akrilik ini bisa dengan mudah Anda bersihkan kok. Anda bisa membersihkan akrilik ini dengan kain atau alat pembersih biasa, yang umum digunakan untuk membersihkan kaca hingga mengkilap. 

  1. Bahan Akrilik Tak Gampang Pecah 

Akrilik dikenal sebagai bahan yang tak gampang pecah. Lihat saja, di kereta api atau pun transportasi lainnya, bahan satu ini lebih kerap digunakan karena ketahanannya. Dengan ketahanannya ini, Anda tak perlu takut jika sekiranya sekat akrilik ini pecah atau retak karena terkena benturan dengan barang belanjaan yang teksturnya terbilang keras. 

  1. Harganya yang Relatif Terjangkau 

Anda tak perlu mengeluarkan banyak dana untuk menyediakan sekat akrilik ini di toko yang Anda kelola. Harga sekat akrilik ini terbilang terjangkau kok, tak akan membuat kantong Anda bolong. Sebagai gambaran, sekat akrilik dengan ketebalan 1.5 milimeter dan ukuran 92 x 183 sentimeter, bisa Anda bawa pulang dengan harga sekitar 250 ribuan saja. 

Baca juga : 3 Rekomendasi Sekat Pembatas Meja COVID di Cafe Kala Pandemi

Tak perlu pikir dua kali untuk menggunakan sekat akrilik kasir di toko Anda, kala merebaknya pandemi seperti sekarang ini. Tak hanya bisa melindungi pekerja dan konsumen toko Anda dari paparan virus COVID-19, namun juga tetap menjamin jalannya interaksi antara kasir dan pembeli. Lagi pula, harga sekat akrilik ini pun relatif terjangkau kok, sehingga buat Anda jadi lebih hemat.

Reading Time: 2 minutes

Virus corona atau COVID-19 masih mewabah di sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia. Penting sekali untuk melakukan deteksi dini terhadap orang yang terinfeksi virus lewat rapid test. Ada banyak jenis alat tes cepat yang digunakan, salah satunya Egens. Berikut akan dijelaskan secara singkat cara kerja Egens rapid test COVID.

  • Menggunakan Antibodi

Pada dasarnya ada dua jenis rapid test yang saat ini digunakan untuk mendeteksi penderita COVID-19. Ada tes berdasarkan antigen dan ada juga yang berdasarkan antibodi. Indonesia menerapkan sistem tes diagnosis cepat dengan memakai antibodi. Antibodi merupakan pertahanan tubuh yang tercipta untuk melawan virus.

Tes berdasarkan antibodi artinya memeriksa apakah di dalam tubuh kita terdapat antibodi. Jika orang yang diperiksa memang terinfeksi virus, maka tubuhnya akan memiliki antibodi tersebut. 

  • Tanda Positif

Alat rapid test berdasarkan antibodi memiliki antigen yang digunakan untuk menguji sampel. Jika sampel darah mengandung antibodi, maka antibodi dan antigen akan bertemu. Pertemuan ini kemudian akan membuat alat tes menunjukkan hasil yang positif. 

Namun, perlu diketahui bahwa antibodi tersebut tidak hanya dijumpai pada orang yang sedang terinfeksi. Antibodi ini juga bisa muncul pada orang yang pernah terpapar virus meskipun sudah sembuh. Selain itu, identifikasi antibodi COVID-19 atau virus yang lain juga dibutuhkan pemeriksaan yang lebih lanjut di laboratorium.

  • Kurang Akurat

Sebenarnya metode diagnosis cepat dengan alat rapid test ini tidak sepenuhnya akurat. Perlu diketahui bahwa antibodi dalam tubuh kita tidak langsung terbentuk setelah terinfeksi. Ia akan terbentuk saat ada antigen yang masuk ke dalam tubuh. Proses terbentuknya antibodi juga tidak berlangsung tiba-tiba namun butuh waktu.

Hasil pemeriksaan bisa saja negatif namun sebenarnya ada virus yang sudah masuk ke tubuh. Hal ini disebabkan oleh antibodi yang belum terbentuk. Virus baru saja masuk dan tubuh belum membentuk antibodi untuk melawannya. Itulah mengapa bisa saja hasil negatif muncul padahal sudah ada virus yang menginfeksi.

  • Pengulangan

Tidak mungkin mendapatkan hasil yang akurat hanya dengan satu kali melakukan tes. Rapid test antibodi ini harus diulang 7 hingga 10 hari kemudian jika hasilnya negatif. Hal ini dilakukan untuk mendapat hasil yang akurat. Bisa saja antibodi baru muncul pada 7 hingga 10 hari ke depan sehingga tidak tertangkap Egens rapid test COVID.

Lalu bagaimana jika hasilnya positif? Hasil ini juga tidak bisa sepenuhnya dijadikan acuan. Bisa saja hasilnya adalah positif palsu karena antibodi virus COVID-19 menyerupai antibodi virus yang lain. Perlu dilakukan pemeriksaan swab untuk memastikan bahwa pemilik sampel memang terinfeksi COVID-19. 

  • Murah dan Cepat

Pada dasarnya tes diagnosis cepat ini memang memiliki banyak kekurangan dan perlu dilakukan tes lanjutan. Namun, di sisi lain tes ini sangat membantu untuk memindai para pasien yang terinfeksi COVID-19. Proses pemeriksaan bisa berlangsung cepat dan praktis tanpa pemeriksaan laboratorium. 

Baca juga : Makin Mudah Deteksi Infeksi Virus COVID-19 dengan Hightop Rapid Test

Biaya pemeriksaan cepat ini juga cenderung memakan biaya yang lebih murah daripada tes PCR. Dalam waktu kurang dari 1 jam, hasil tes sudah bisa didapatkan secara langsung. Meskipun hasilnya memang kurang akurat, namun metode ini sangat efektif untuk memindai penderita COVID-19 sehingga penularan bisa ditekan. Rapid test tetap menjadi metode yang efektif untuk menekan laju penularan COVID-19. Semakin dini diketahui seseorang terinfeksi maka akan semakin baik. Egens rapid test COVID menjadi salah satu alat tes yang banyak digunakan saat ini. Produk ini bisa membantu proses rapid test dan memberikan hasil pemeriksaan yang cukup baik.

Reading Time: 2 minutes

Kita semua tahu bahwa saat ini pemakaian masker diwajibkan bagi siapa saja. Pandemi yang belum juga berlalu membuat kita harus tetap waspada. Pemakaian masker dinkes menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan saat kita beraktivitas di luar rumah. Berikut pentingnya memakai masker di masa new normal.

  1. Mengendalikan Penyebaran Virus

Pemakaian masker akan sangat membantu pengendalian penyebaran virus. Jika Anda memakai masker, maka Anda akan menghentikan penyebaran virus tersebut. Memakai masker berarti Anda mencegah penyebaran virus dan peluang pencegahannya bisa menurun hingga 5% sehingga dinilai sangat efektif.

Seperti kita tahu bahwa penyebaran virus bisa terjadi akibat droplet yang keluar saat kita berbicara, batuk, maupun bersin. Saat memakai masker, droplet ini akan tertahan dan tidak terciprat ke orang lain. Oleh karena itu, masker benar-benar sangat membantu proses pengendalian virus agar tidak menyebar kemana-mana.

  1. Mencegah Menyentuh Wajah

Pemakaian masker juga bisa mencegah kita menyentuh wajah. Perlu diketahui bahwa kebiasaan menyentuh wajah juga bisa menjadi sarana penularan virus. Tangan kita selalu penuh dengan kuman. Mungkin saja kita menyentuh benda-benda yang juga disentuh oleh orang lain dan tanpa sadar tangan itu menyentuh wajah kita.

Virus tersebut bisa menginfeksi dengan masuk lewat mulut, mata, maupun hidung. Bagaimana jadinya jika tangan kita terkena virus lalu menyentuh bagian wajah tanpa sempat mencuci tangan? Tentu kita akan terinfeksi virus tersebut. Oleh karena itu, pemakaian masker dinilai efektif melindungi wajah agar tidak tersentuh tangan.

  1. Tidak Menulari dan Ditulari

Sebenarnya pemakaian masker dinkes memiliki dua fungsi yaitu tidak menulari dan ditulari. Saat memakai masker, kita berarti mencegah diri kita menulari orang lain. Kita tak pernah tahu apakah diri kita sudah terinfeksi atau belum. Apalagi virus ini bisa menginfeksi orang tanpa menimbulkan gejala apapun.

Selain itu, masker juga bisa membantu kita mencegah diri untuk ditulari virus dari orang lain. Saat harus berinteraksi dengan orang lain, kita akan merasa lebih aman memakai masker. Meskipun orang lain terinfeksi misalnya, kita sudah melindungi diri dengan masker sehingga peluang penularan akan menurun.

  1. Meningkatkan Produktivitas

Pemakaian masker bisa membantu meningkatkan produktivitas Anda selama pandemi masih berlangsung. Jika sebelumnya kita harus selalu di rumah untuk menurunkan angka penularan virus, kini kita sudah boleh beraktivitas dan bekerja. Namun, tak sedikit orang yang masih merasa tidak nyaman sehingga memilih tidak bekerja.

Hal ini tentu menyebabkan produktivitas menurun. Anda tetap bisa bekerja dan berkarya selama pandemi dengan menggunakan masker saat keluar rumah. Pemakaian masker akan sangat membantu Anda tetap produktif dan bisa berinteraksi dengan orang lain tanpa perlu merasa cemas.

  1. Kepatuhan terhadap Peraturan

Jika Anda memang sering mengabaikan pentingnya memakai masker demi kebaikan diri sendiri, maka ingatlah soal peraturan yang dibuat oleh pemerintah. Pemakaian masker ini sudah diwajibkan oleh pemerintah. Siapa saja harus memakai masker di luar rumah dan akan diberi sanksi jika tidak mematuhinya.

Baca juga : Pentingnya Pemakaian Masker Dinkes di Masa New Normal

Sanksi bisa diberikan dalam bentuk denda maupun hukuman sosial. Jika kesadaran anda akan pentingnya masker memang rendah, maka ingatlah kembali tentang aturan ini. Hindari sanksi tersebut dengan tetap memakai masker dimana saja saat berpergian.Itulah tadi pentingnya memakai masker. Kenakan masker dinkes maupun masker jenis apapun yang bisa memberi perlindungan bagi Anda. Jika masih dirasa kurang melindungi, gunakan juga face shield. Ini dilakukan demi melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar Anda.

Reading Time: 2 minutes

Saat ini semua orang telah bersiap untuk menghadapi new normal di kantor. Pandemi memang belum berakhir namun kita tetap harus melanjutkan aktivitas. Tak perlu cemas, Anda tetap bisa beraktivitas dan bekerja dengan nyaman di masa new normal ini.

Benda yang harus Anda miliki saat menghadapi new normal di kantor

  1. Masker

Benda yang satu ini tentu saja wajib untuk Anda miliki dan harus selalu dibawa saat beraktivitas sehari-hari. Tidak hanya membawa satu masker untuk dipakai, pastikan untuk menyediakan masker cadangan di dalam tas. Ingat, masker kain maksimal hanya boleh dipakai selama 4 jam.

Lakukan penggantian masker secara rutin agar bakteri tidak berkembang biak dan malah membahayakan kesehatan Anda. Gunakan produk masker kain yang nyaman dan pas di wajah. Pastikan masker bisa menempel dengan baik dan pas sehingga bisa melindungi secara optimal.

  1. Face Shield

Jika masker saja dirasa kurang bisa memberikan perlindungan, maka pakailah face shield. Sekarang alat ini sudah bisa ditemukan dengan mudah di pasaran baik secara online maupun offline. Ada produk face shield tipe kacamata maupun karet yang dilingkarkan di kepala. Pilih jenis face shield yang paling nyaman menurut Anda.

  1. Hand Sanitizer

Selain masker, benda yang satu ini juga tak boleh ketinggalan. Selalu sediakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan secara rutin selama beraktivitas. Memang benar bahwa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah yang terbaik. Namun, jika kondisi darurat dan tidak ada sabun maupun air, hand sanitizer menjadi pilihan.

  1. Tisu atau Sapu Tangan

Menghadapi new normal di kantor, sediakan juga tisu entah itu tisu basah dan tisu kering. Jika Anda tidak suka menggunakan tisu karena dianggap kurang ramah lingkungan, maka bawalah sapu tangan. Benda ini penting untuk dimiliki jika sewaktu-waktu Anda membutuhkannya sehingga tak perlu minta pada orang lain.

Jangan pernah meminjamkan sapu tangan Anda kepada orang lain. Bawalah lebih dari satu sapu tangan untuk digunakan. Setelah sampai di rumah, pastikan sapu tangan segera dimasukkan ke tempat kotoran dan dicuci bersih. Jangan menyimpan dan menggunakan sapu tangan selama berhari-hari.

  1. Alat Makan dan Bekal Pribadi

Demi melindungi diri sendiri, bawalah bekal makanan sendiri ke kantor. Jangan membeli makanan di kantin untuk sementara waktu karena tidak terjamin kebersihan dan kesehatannya. Belum lagi jika Anda harus menggunakan alat makan yang dipakai bersama-sama dengan rekan sekantor.

Bawalah bekal makanan sendiri dengan alat makan pribadi. Membawa bekal sendiri juga akan membantu Anda makan lebih sehat dan bersih. Tak hanya itu, kebiasaan ini juga bisa memberi keuntungan lain yaitu Anda jadi lebih hemat karena tak harus membeli makanan di luar.

  1. Alat Ibadah

Saat COVID-19 melanda, Anda sama sekali tidak dianjurkan menggunakan benda secara bergantian dengan orang lain. Termasuk alat ibadah seperti mukena, sarung, dan sajadah. Bawalah alat ibadah milik Anda sendiri dari rumah. Jangan memakainya secara bergantian karena bisa menyebabkan terjadinya penularan virus.

Baca juga : Bisnis Baru di Masa Pandemi Corona: Masker Kain

Anda juga tidak bisa memastikan kebersihan alat ibadah jika dipakai secara bergantian. Akan jauh lebih aman jika Anda membawa milik Anda sendiri.Itulah tadi 6 benda yang wajib dimiliki saat Anda menyambut era new normal di kantor. Pastikan bahwa Anda benar-benar mematuhi protokol kesehatan demi kenyamanan dan keamanan diri sendiri. Tetap jaga kebersihan diri, jaga jarak, dan hindari kerumunan demi memutus rantai penularan COVID-19.

Reading Time: 2 minutes

Penyebaran virus Corona penyebab penyakit COVID-19 yang sulit untuk dideteksi, membuat semua orang memiliki potensi yang sama untuk terjangkiti. Tak jarang, seseorang bisa saja telah terinfeksi virus ini, tanpa melihatkan gejala umum dari penyakitnya. Sebagai deteksi dini atas penyakit ini, Anda disarankan mengikuti rapid test, yang bisa dilakukan dengan memakai Hightop Rapid Test Kit

Apa Itu Rapid Test?

Istilah rapid test mungkin sudah begitu akrab bagi di telinga Anda di kala pandemi ini. Rapid test ini sendiri merupakan sebuah tes serologis, di mana pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel darah dari ujung jari. Selanjutnya, darah tersebut diteteskan ke alat rapid test atau rapid test kit, untuk melihat ada tidaknya antibodi, penanda seseorang pernah atau sedang terinfeksi virus. 

Nah, untuk rapid test COVID-19 sendiri, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat antibodi IgM dan IgG dalam tubuh seseorang. Kedua antibodi ini diketahui akan diproduksi oleh tubuh secara otomatis, saat seseorang terpapar oleh virus Corona. Ada dua kemungkinan yang akan diperoleh dari alat rapid test ini, yaitu hasil positif dan negatif. 

Jika hasil rapid test positif, ada 4 kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, Anda sedang terinfeksi virus Corona dan imun tubuh sedang melawannya. Kedua, virus Corona sudah menginfeksi lama dan imun tubuh masih berjuang melawannya. Ketiga, Anda pernah terinfeksi namun virusnya berhasil dikalahkan. Keempat, tubuh terinfeksi virus yang masih satu keluarga dengan virus Corona.   

Walau bisa dimanfaatkan sebagai alat deteksi dini virus Corona, namun rapid test kit tak bisa sepenuhnya dijadikan landasan seseorang positif atau negatif terinfeksi. Saat hasil rapid test menunjukkan positif terinfeksi, diperlukan pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan tes memakai metode swab atau tes PCR. Dengan begini, baru diagnosanya akan lebih akurat. 

Memeriksa Infeksi Virus Corona Menggunakan Hightop Rapid Test 

Anda mungkin satu dari banyaknya orang yang was-was akan kemungkinan adanya infeksi virus Corona di tubuh Anda atau tidak. Jika ingin lebih memastikan, tak ada salahnya Anda berinisiatif menjalani rapid test, tes pendeteksi virus Corona yang terbilang lebih terjangkau dibandingkan tes lainnya. Anda bisa gunakan Hightop Rapid Test untuk mengetahui adanya indikasi infeksi atau tidak. 

Seperti alat rapid test lainnya, Hightop Rapid Test akan mendeteksi antibodi IgM dan IgG dalam komponen darah, serum atau plasma darah secara kualitatif. Anda tak butuh lama menunggu hasil dari rapid test kit satu ini, karena hanya dalam 15 menit saja, hasilnya sudah bisa Anda peroleh.  Kepraktisan dan hasil yang lebih akurat merupakan keunggulan dari rapid test kit satu ini. 

Mengapa bisa dibilang lebih akurat? Alasannya karena sensitivitas dan spesifisitas alat ini dalam mendeteksi kedua antibodi, IgM dan IgG, terbilang tinggi. Sensitivitasnya atas keberadaan antibodi IgM sebesar 82 persen, sedangkan spesifitasnya adalah 97 persen. Sedangkan untuk antibodi IgG, sensitivitasnya sebesar 93 persen dan spesifitasnya adalah 97.5 persen. 

Baca juga : Sebelum Membeli, Kenali 7 Macam Masker Kain di Pasaran

Cara menggunakan rapid test kit ini sama dengan cara penggunaan rapid test kit kebanyakan. Walau terdengar mudah untuk dilakukan sendiri, sebaiknya Anda memakai jasa tenaga kesehatan untuk mengetes darah Anda menggunakan alat rapid test ini. Selain jadinya lebih higienis dan sesuai aturan, tenaga kesehatan pun bisa memberikan panduan lanjutan jika sekiranya hasilnya positif. Itulah tadi ulasan singkat mengenai alat rapid test, fungsi, beserta dengan cara kerjanya. Jika ingin mendeteksi dini kemungkinan infeksi virus Corona di tubuh, Anda bisa gunakan Hightop Rapid Test, rapid test kit berkualitas yang diproduksi oleh Cina. Sebaiknya, gunakan jasa tenaga kesehatan untuk memeriksa sampel darah Anda menggunakan rapid test kit tersebut.

Reading Time: < 1 minute

Kepada para pebisnis di Mbizmarket

Semoga Anda dan segenap tim dalam kondisi yang sehat.

Sebagai pionir marketplace B2B (Business-to-Business) dengan solusi total e-procurement di Indonesia, Mbizmarket selalu berusaha melayani setiap kebutuhan barang/jasa, menghubungkan pihak customer dan vendor dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Kami percaya, solusi terpadu yang Mbizmarket berikan adalah hasil performa maksimal dari para karyawan kami.

Mbizmarket turut mengambil tindakan demi kesehatan dan keamanan karyawan serta para partner yang menjadi customer & vendor kami. Secara internal, kami telah melakukan sosialisasi social distancing di area kerja, sistem work from home, dan tindakan penyemprotan cairan disinfektan pada seluruh area kerja sesuai prosedur yang berlaku. Secara eksternal, kami telah meminimalisir jumlah meeting dan memberikan solusi via conference call ataupun video call, menunda sementara kegiatan berskala kecil dan besar serta membatasi perjalanan dinas.

Kesinambungan bisnis Anda menjadi prioritas kami. Mbizmarket berkomitmen untuk tetap siap mendukung kebutuhan bisnis Anda dengan solusi e-procurement yang menyeluruh. Silakan mengontak help@mbizmarket.co.id jika Anda membutuhkan bantuan.

Terima kasih atas kerjasama dan kepercayaan yang Anda berikan selama ini. Semoga situasi akan semakin membaik, dan bisnis bisa berjalan kembali normal.

Salam,

Mbizmarket