Tag

B2B Marketplace

Browsing
Reading Time: 2 minutes

Istilah online B2B Indonesia sepertinya semakin popular akhir-akhir ini seiring dengan perkembangan model bisnis online atau e-commerce. Tapi tahukah kamu apa itu B2B? B2B adalah singkatan untuk Business to business, yaitu salah satu model bisnis suatu perusahaan yang berfokus pada penjualan produk dan layanan untuk perusahaan lain, bukan konsumen individual.

Baru-baru ini ada sebuah platform online B2B Indonesia yang bernama Mbizmarket.co.id atau Mbizmarket, yang memberikan solusi end-to-end procurement untuk mendigitalisasi pengadaan bagi para pengusaha skala kecil maupun besar. Mbizmarket menjadi marketplace online B2B pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan solusi total e-procurement. 

Konsep simple-nya adalah dalam menjalankan usahanya, perusahaan B2B berorientasi untuk mendukung perusahaan lain melalui produk dan layanan yang dimilikinya. Beberapa produk ataupun layanan yang sering ditawarkan oleh sebuah perusahaan B2B adalah bahan baku produk, suku cadang jadi, layanan konsultasi, layanan pengembang website dan juga layanan pemasaran. 

Kategori B2B bisa dibagi menjadi beberapa ranah, dimana dari sekian banyak ranah tersebut berikut ini yang paling banyak dijangkau oleh B2B dan menempati jajaran kategori terastas bisnis tersebut, antara lain:

  • Pengembangan Web

Memasuki era industry 4.0 perpindahan bisnis konvensional ke dunia digital, online B2B Indonesia menjadi salah satunya, menjadi suatu yang lumrah. Akibatnya adalah semakin marak perusahaan-perusahaan yang berlomba-lomba memanfaatkan teknologi digital, baik untuk mempertahankan eksistensi maupun untuk melakukan ekspansi. Oleh karena itu, bisnis dengan spesialisasi dalam pengembangan web, desain web. SEO, pengembangan perangkat lunak, database, dan pembuatan siru yang paling banyak diminati saat ini. Dan ini menjadi peluang besar bagi perusahaan B2B. 

  • Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS)

Kategori B2B untuk ini bekerja dengan menyediakan layanan atau platform perangkat lunak yang membantu aktivitas bisnis menjadi lebih mudah, contonyanya adalah online B2B, mulai dari manajemen proyek, otomatisasi pemasaran, manajemen inventaris, sampai dengan pelacakan keuangan. 

  • Pemasok Kebutuhan Bisnis

Era digital juga sudah merambah pada aktivitas pemasokan kebutuhan bisnis. Bahkan, pada era ini banyak perusahaan lebih memilih dan rela membayar perusahaan lain guna mendapatkan akses ke situs atau portal yang memberikan informasi tentang berbagai pasokan yang dibutuhkan oleh industry tertentu.

  • Perantara

Dalam kategori ini, B2B berperan sebagai situs perantara untuk memenuhi kebutuhan pasokan antara pemilik bisnis dan para pemasok bahan. Jika sudah menggunakan jasa ini, agen pembelian perusahaan tersebut dapat dengan mudah mengidentifikasi dan mengakses pasokan bahan baku, komponen, dan juga produk lainnya untuk bisnisnya melalui jaraj jauh dengan menggunakan situs e-procurement, Mbizmarket.

  • Agen Pemasaran

Selain semua kategori diatas, B2B juga mempunyai peluang besar untuk menjadi agen pemasaran, terutama yang berkaitan dengan iklan online. Ada banyak yang bisa ditawarkan B2B untuk kategori ini seperti, spesialis pencarian berbayar, pakar media sosial, master pemasaran konten, dan masih banyak lainnya yang berfungsi untuk memperoleh pelanggan dalam jumlah besar. 

Baca juga : Making Indonesia Industri 4.0! Tantangan Menghadapi Digitalisasi

Jika kamu adalah pemilik usaha dan ingin menggunakan online B2B untuk mempermudah dan memperlancar bisnis kamu, maka Mbizmarket bisa menjadi solusi tepat untuk kamu. Kamu bisa mendapatkan solusi mudah untuk memperlancar bisnis dan bisa mengunjungi Mbizmarket.co.id, dan mulailah berbisnis dengan mudah.

Reading Time: 2 minutes

Cara melakukan dan mengembangkan suatu usaha dalam bisnis terbilang cukup bervariasi, salah satunya adalah dengan sistem konsinyasi. Kegiatan bisnis ini ternyata sudah cukup banyak dilakukan oleh banyak pihak. Namun, sebagian dari pengusaha yang melakukan kegiatan ini belum mengerti dengan istilah yang biasa disebut juga dengan consignment tersebut.

Apa Itu Konsinyasi atau Consignment?

Mengutip dari Finansialku Istilah konsinyasi adalah praktik jual-beli yang dilakukan oleh para pedagang utama dengan menitipkan barang dagangannya ke tempat-tempat penjualan. Jenis tempat yang biasa dijadikan sebagai lokasi konsinyasi atau consignment adalah berupa toko-toko atau warung yang dikehendaki oleh pedagang utama.

Jika dilihat dari sisi istilah peran, pihak pedagang yang menitipkan barang dagangannya ke toko disebut dengan konsinyor. Sedangkan, pihak toko yang menerima titipan barang untuk dijual kembali biasa disebut dengan konsinyi atau komisioner. Barang yang dititipkan juga memiliki istilah lain, barang titipan tersebut dikenal dengan istilah barang konsinyasi.

Jenis barang yang bisa menjadi barang konsinyasi pun cukup beragam. Contoh barang-barang yang biasa dijual adalah makanan, pakaian, elektronik, dan lainnya. Konsinyor harus memilih tempat sesuai dengan jenis barang yang akan mereka jual. Hal ini menjadi penting karena jika salah memilih toko, maka ada kemungkinan untuk barang tidak terjual banyak bahkan tidak laku sama sekali.

Bagaimana Cara Kerja Sistem Konsinyasi?

Awalnya, pihak konsinyor atau pemilik barang dagangan harus menentukan toko atau warung yang ingin dijadikan sebagai konsinyi. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pihak konsinyor harus melihat target pasar dari konsinyi. Tujuan dari penetapan target pasar yang tepat adalah agar penjualan semakin maksimal, efektif dan tidak sia-sia.

Konsinyor atau pihak pemilik barang menitipkan barang dagangannya kepada konsinyi untuk dijual kembali. Keduanya kemudian membuat perjanjian tentang ketentuan dan syarat yang harus dipatuhi bersama. Tidak hanya itu, keduanya juga harus mendiskusikan harga penjualan barang dagangan tersebut. Penentuan harga harus dilakukan secara seksama agar tidak terjadi keuntungan yang timpang diantara kedua pihak.

Umumnya, pemilik barang akan menetapkan harga awal dari barang yang dititipkan. Kemudian, pemilik toko akan menjual barang titipan dengan harga di atas harga yang telah ditetapkan untuk mendapatkan keuntungan. Jika barang konsinyasi telah terjual, maka konsinyi akan membayarkannya kepada konsinyor dengan harga yang telah ditetapkan dan dihitung dari jumlah barang yang terjual.

Adakah Untung-Ruginya?

Konsep bisnis ini ternyata memiliki untung-rugi yang harus diperhatikan. Berikut untung dan rugi dari konsinyasi yang dikutip dari Jurnal.id:

Keuntungan Konsinyasi

  1. Bagi Pemilik Produk atau Konsinyor
    • Memperluas pasar dan menghemat biaya promosi
    • Menghemat SDM dan biaya pelayanan
    • Fokus terhadap produk
  2. Bagi Penjual, Penyalur, atau Konsinyi
    • Dapat keuntungan tanpa mengeluarkan modal
    • Resiko kecil
    • Display produk bertambah

Kekurangan atau Kelemahan Sistem Konsinyasi

  1. Bagi Pemilik Produk atau Konsinyor
    • Resiko kerugian
    • Promosi tidak sesuai
    • Uang tidak dapat langsung diterima
  2. Bagi Penjual, Penyalur, atau Konsinyi hampir tidak memiliki resiko atau kelemahan. Alasannya adalah karena produk yang dijual memang bukan produk mereka sendiri. Jadi, jika barang tidak terjual maka penjual tidak akan mengalami kerugian.

Baca juga: Cara Memperluas Koneksi untuk Kesuksesan Bisnis

Konsinyasi
Sumber: iStock

Konsinyasi Sebagai Solusi Untuk Perkenalan Barang Baru

Jadi, bagi Anda pengusaha yang ingin membuat jangkauan produk menjadi lebih besar, cara konsinyasi bisa digunakan. Selain membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk yang Anda miliki, konsinyasi juga bisa meningkatkan penjualan produk tersebut. Tetapi perlu diingat, pemilihan toko juga harus sesuai dengan jenis barang yang Anda jual agar keuntungan maksimal bisa Anda dapatkan.

Reading Time: 3 minutes

Mbizmarket sebagai pionir B2B Marketplace dengan E-Procurement.

Sebenarnya apa itu e-procurement?

Zaman digital memberikan berbagai kemudahan. Terutama dalam urusan berbelanja, karena segala urusan tersebut sudah bisa dilakukan dari rumah Anda. Hal tersebut ditunjang oleh kehadiran e-commerce.

Salah satu kemudahan yang dirasakan adalah hadirnya e-commerce yang membuat setiap orang lebih mudah mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah Mbizmarket yang merupakan pionir B2B Marketplace dengan fitur e-procurement.

E-Procurement atau pengadaan barang dan jasa secara online memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan pengadaan barang secara cepat dan efisien. Pengadaan barang secara online seperti ini dilakukan melalui B2B Marketplace. Banyak perusahaan baik UKM maupun perusahaan besar terbantu dengan adanya B2B Marketplace seperti ini.

Mengenal lebih jauh, sebenarnya apa itu E-Procurement, bagaimana awal mulanya  dan keuntungannya dari fitur ini. Mari kita ulas bersama.

Latar Belakang E-Procurement

Proses pengadaan barang dan jasa dari berbagai perusahan terus bertambah setiap harinya. Banyak biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan untuk itu, sedangkan pelaku usaha selalu menginginkan pengeluaran sedikit pengeluaran. Dari sini kemudian lahir sebuah sistem pengadaan online yang disebut E-Procurement. Sistem pengadaan dengan biaya yang jauh lebih murah.

Baca juga : Jenis Usaha Sampingan yang Menyenangkan dan Menguntungkan

Sebelumnya, pengadaan barang dan jasa dilakukan secara manual yang membutuhkan biaya dan waktu yang lebih besar. Mulai dari persyaratan yang banyak, membandingkan harga, memeriksa anggaran, mengisi formulir pesanan hingga tanda terima produk berbentuk cetak harus disimpan rapi. Hal ini membuat proses pengadaan barang dan jasa menjadi jauh lebih lama.

Namun sekarang, dengan e-procurement semua dapat dilakukan hanya melalui sistem online yang sangat mudah. Terlebih bagi perusahaan besar yang akan menghemat lebih banyak waktu, uang dan tenaga untuk pemesanan barang dalam jumlah besar.

Persyaratan e-procurement

Meski lebih mudah dibanding pengadaan secara manual, e-procurement tetap memiliki beberapa persyaratan. Setidaknya syarat ini perlu dipenuhi untuk memaksimalkan kinerja e-procurement dengan maksimal. Setiap vendor harus menerapkan standar pada produk yang dipasarkan.

Manfaat eprocurement

Ada banyak manfaat yang dihasilkan dari lahirnya e-procurement yang kini diadopsi oleh banyak B2B Marketplace di Indonesia. Vendor dan perusahaan pembeli sama-sama diuntungkan dari sini. Berikut ini beberapa keuntungannya.

  1. Pengadaan barang dan jasa menjadi lebih efisien dan irit waktu
  2. Lebih mudah mengintegrasi dengan sumber pengadaan baru
  3. Jika dibandingkan dengan pengadaan secara manual, biaya, tenaga dan waktu yang dikeluarkan jauh lebih sedikit
  4. Bisa membandingkan harga dengan jenis produk yang sama, sehingga dapat lebih cepat memperoleh produk sesuai anggaran
  5. Bisa berbelanja kapan saja dan dari mana saja karena dibuka secara online
  6. Memberikan peluang UKM untuk mengembangkan bisnis

Peluang Bagi UKM

B2B Marketplace dengan procurement juga memberikan ruang bagi pelaku UKM untuk mengembangkan usahanya. Meski yang dianjurkan adalah perusahaan menengah dan besar, namun perusahaan kecil juga bisa bergabung di sini. Meski akan ada keterbatasan ketika terjadi pengadaan barang dalam jumlah besar.

Saat ini sudah banyak B2B Marketplace di Indonesia yang memberikan ruang pada pelaku UKM untuk mengembangkan usahanya. Jadi tentu tidak perlu khawatir kalah bersaing dengan perusahaan besar. Salah satu B2B Marketplace itu adalah Mbizmarket.

Mbiz Sebagai Pionir B2B marketplace di Indonesia

Mbiz hadir sebagai solusi e-procurement sejak tahun 2016. Sejak saat itu Mbiz terus berkembang dan menjadi Mbizmarket yang merupakan salah satu B2B Marketplace di Indonesia.  

Kemudahan ini di antaranya adalah dalam hal pemesanan produk yang bisa langsung melalui Mbiz seperti marketplace biasa. Beda halnya dengan B2B Marketplace lain yang cenderung menghubungkan vendor dengan pembeli.

Pada awalnya Mbiz menyediakan 12 kategori produk yang terbagi dalam beberapa hal seperti Telekomunikasi, alat elektronik, alat-alat perkantoran, perabotan, komputer, tas, alat percetakan, rak, pencahayaan, keamanan dan makanan. Namun saat ini sudah menambah lebih banyak kategori dengan ribuan subkategori. Ada juga layanan konsultasi yang ditawarkan bagi perusahaan yang ingin melakukan pengadaan barang melalui Mbiz.

Selain itu, Mbiz juga dilengkapi dengan algoritma yang akan menganalisis kebiasaan pembeli. Dengan begitu, Mbiz akan memberikan informasi rekomendasi produk yang sesuai dengan kebiasaan tersebut melalui newsletter. Algoritma ini sangat berguna untuk mengetahui produk-produk yang dibutuhkan oleh vendor atau perusahaan pembeli.

Peluang E-Procurement di Indonesia

Pengadaan barang secara online memberikan banyak kemudahan. Hal ini membuat kemungkinan peluang e-procurement akan semakin berkembang seiring waktu yang terus bertambah. Apalagi saat ini hampir semua hal dilakukan secara online seperti ojek online, taksi online hingga belanja online. E-commerce sudah mewabah di Indonesia.

Perkembangan ini kemungkinan akan memberikan dampak baik dan buruk. Dampak baiknya adalah kemudahan, kecepatan dan ketepatan dengan biaya minimum. Namun ada pula dampak yang sedikit tidak mengenakkan, terutama bagi para pekerja atau tenaga profesional. Dengan penggunaan kecerdasan buatan, kemungkinan akan ada pekerja yang dirumahkan.

Dengan penggunaan kecerdasan buatan, kemungkinan akan terjadi penurunan tenaga profesional seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan e-procurement. Selain karena kebutuhan yang berkurang, hal ini juga dilakukan untuk menekan pengeluaran untuk membayar pekerja.

E-procurement adalah salah satu trobosan dalam hal bertransaksi pengadaan barang dan jasa di Indonesia, bukan hanya vendor dan perusahaan pembeli yang diuntungkan. Aliran transaksi yang kian cepat dan berkembang membuat perputaran roda perekonomian di Indonesia juga semakin baik. Memberikan peluang bagi banyak pelaku usaha baru mengembangkan dan memasarkan produknya.

Sebagai pelopor e-procurement B2B Marketplace di Indonesia, Mbiz sudah selayaknya menjadi rekomendasi bagi Anda yang ingin melakukan pengadaan barang dan jasa.