Waktu Baca / 2 Menit

Semua daerah pastinya masing-masing mempunyai sumber daya yang dipakai sebagai penghasilan atau pendapatan.

Pendapatan itu pada nantinya dipakai agar bisa menjalankan roda perekonomian daerah. Penghasilan itu biasa disebut dengan pendapatan daerah atau Pendapatan Asli Daerah PAD.

Tujuan dari diberinya kewenangan tersebut pada pemerintahan daerah agar bisa melakukan pendanaan pada otonominya. Jadi tidak mengherankan bila pendapatan daerah memiliki beberapa sumber. Di bawah ini kita akan membahas mengenai pendapatan daerah beserta sumber pendapatan tersebut.

Pengertian Tentang Pendapatan Daerah

PAD merupakan penghasilan yang didapatkan daerah yang berasal dari peraturan daerah sesuai dengan perundang-undangan. Ada berbagai sumber pendapatan PAD di setiap daerah berasal dari sumber ekonomi daerah tersebut.

Pendapatan tersebut ber-sumber dari 4 jenis penghasilan. Jenis penghasilan itu adalah pajak daerah, pengelolaan kekayaan yang dipisah, retribusi daerah serta pendapatan sah yang lain.

Sumber Pendapatan Daerah

Pajak Daerah merupakan sumber utama dari pendapatan daerah. Sesuai ketentuan Undang Undang No 28 Tahun 2009 Pasal 1 tentang Pajak Daerah. Pajak atau kontribusi wajib untuk daerah yang dikeluarkan oleh pribadi atau lembaga yang bersifat memaksa dan sesuai pada undang undang yang berlaku.

Pajak tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan daerah agar dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat daerah. Sebagai Keperluan kebutuhan pembiayaan penyelenggaraan pemerintah daerah juga mempunyai banyak macam sebagai berikut:

1. Pajak Hotel

Pajak daerah pertama berasal dari pajak hotel yang umumnya digunakan untuk pelayanannya. Pelayanan yang dimaksud merupakan semua jenis jasa serta fasilitas yang ditulis dalam harga yang diberikan hotel itu sendiri.

2. Pajak Restoran

Restoran atau rumah makan juga wajib untuk membayar pajak. Pungutan jenis ini juga hampir sama dengan pajak hotel dimana pajak tersebut dari pelayanannya. Sedangkan pada pajak yang bisa digunakan kepada kita saat membeli makanan, dinamakan dengan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN.

3. Pajak Reklame

Pajak daerah berikutnya berasal dari pajak reklame yang diberlakukan pada mereka yang ingin memasang reklame untuk keperluan promosi atau lainnya.

4. Pajak Hiburan

Selain pajak restoran dan hotel juga berlaku pajak hiburan. Pajak jenis ini biasanya diberlakuakan sebagai proses penyelenggaraannya. Hiburan yang dimaksudkan disini merupakan hiburan dengan jenis hiburan pertunjukkan atau pementasan yang biasanya ditonton atau dilihat banyak orang dengan dipungut biaya tertentu.

5. Pajak Penerangan Jalan

Penerangan di jalan yang biasa kita lihat di ruas jalan juga dikenai pajak. Pajak itu diberlakukan karena pemakaian tenaga listrik dengan keperluan sebagai penerangan jalan dan dibiayai oleh pemerintah daerah.

6. Pajak Air Bawah Tanah Untuk Pemukiman

Pajak ini diberlakukan untuk pemanfaatan air bawah tanah sebagai keperluan pemukiman. Pungutan tersebut dikenakan pada orang yang mengambil serta memanfaatkan air bawah tanah atau keperluan pemukiman.

Biasanya untuk berbagai macam kebutuhan yang diluar dari kebutuhan rumah tangga atau mengaliri pertanian masyarakat sekitar.

7. Pajak Bahan Galian Golongan C

Bila kamu kerap melihat gunung kapur dan lainnya juga termasuk ke dalam pajak bahan galian golongan C. Misalnya asbes, batu kapur, batu tulis, pasir, batu apung serta tanah akan dikenai pajak bagi mereka yang ingin mengambil galian golongan C tersebut.

Baca juga:
Kredit Usaha Rakyat, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Itulah beberapa informasi tentang pendapatan daerah serta berbagai sumber yang diperoleh untuk pendapatan daerah. Semoga hal ini bisa menjadi informasi tambahan yang bermanfaat bisa dipelajari.

Tulis Komentar