Waktu Baca / 2 Menit

Bagi para pelaku usaha, merupakan suatu hal yang penting untuk mengetahui kiat-kiat dalam mewujudkan lancarnya usaha. Salah satu kiat yang bisa dilakukan tersebut adalah dengan melakukan atau menjalankan stock opname gudang. Lalu, apa sebenarnya stock opname ini dan apa tujuan yang akan dicapai dengan melakukannya secara rutin? Simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Stock Opname?

Sebagian dari Anda yang sudah berkecimpung di dunia usaha, mungkin masih ada yang belum begitu mengerti tentang stock opname. Stock opname merujuk pada suatu bentuk kegiatan perhitungan atas persediaan stok barang di gudang, sebelumnya akhirnya barang itu dijual. Nantinya, kegiatan ini akan menghasilkan data atau jumlah stok barang di gudang secara riil.

Dalam melakukan stock opname ini, ketelitian yang penuh mutlak adanya. Pemeriksaan dan perhitungan barang harus dilakukan langsung di gudang, jadi tak hanya diperkirakan saja. Jika sekiranya stock opname dilakukan dengan tidak teliti, maka akan mengakibatkan adanya barang yang terlewat, yang kemudian berpengaruh nantinya pada laporan stok barang yang dijual.

Tujuan Melakukan Stock Opname

1.     Mengetahui Kesesuaian Jumlah Barang di Pembukuan dengan Kondisi Riil

Stock Opname gudang dilakukan untuk mengetahui apakah jumlah barang yang tercatat di pembukuan, memang sesuai dengan jumlah barang dalam kondisi riil alias tersimpan di gudang. Dengan begini, maka pelaku usaha bisa menghindari kekecewaan pelanggan, yang disebutkan masih tersedia di pembukuan, namun ternyata tidak tersedia saat dicek di gudang penyimpanan.  

2.     Mengetahui Waktu yang Tepat untuk Memperbaharui Stok Barang

Kegiatan stock opname juga akan memungkinkan pelaku usaha untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memperbarui stok barang atau memesannya kembali. Dengan begini, tak akan terjadi kekosongan barang dalam waktu yang lama atau pun penumpukan barang di gudang penyimpanan.

3.     Mengetahui Jenis Barang yang Laris dan Kurang Laku

Pelaksanaan stock opname yang rutin, juga akan memberikan informasi pada pelaku usaha mengenai barang apa saja yang laris atau disukai pembeli, serta barang yang kurang diminati. Alhasil, pelaku usaha pun bisa menentukan apakah harus memperbanyak jumlah barang yang disukai ataupun mengurangi ketersediaan barang yang kurang diminati, agar tak terjadi kerugian.

Kapan Baiknya Melakukan Stock Opname?

Tak ada waktu mutlak yang ditetapkan untuk melakukan stock opname. Kebijakan mengenai waktu pelaksanaan stock opname, disesuaikan dengan keputusan yang telah diambil oleh perusahaan ataupun pelaku usaha. Maka dari itu, tak mengherankan jika waktu pelaksanaan stock opname ini bisa berbeda-beda antara satu usaha dengan yang lainnya.

Sebagai referensi, Anda bisa melakukan stock opname atau penghitungan jumlah riil barang di gudang dalam periode tahunan, per kuartal atau 4 bulan sekali, per triwulan atau 3 bulan sekali atau setiap 1 bulan sekali. Pemilihan waktu pelaksanaan stock opname ini bisa Anda sesuaikan dengan skala usaha yang dimiliki, karena semakin banyak barang, tentu semakin banyak waktu yang dibutuhkan.

Pelaksanaan stock opname sendiri bisa dilakukan di sela hari kerja atau pun saat perusahaan sedang tidak beroperasi. Anda harus memastikan bahwa memang fokus kegiatan adalah untuk stock opname, karena dalam melaksanakannya tak hanya akan menghitung jumlah barang saja, namun juga kondisi dari barang tersebut.

Baca juga : Apa Itu BUMDes dan Jenis Usaha yang Bisa Dijalankan

Stock opname gudang merupakan kegiatan yang sebaiknya dilakukan rutin oleh para pelaku usaha. Pelaksanaan stock opname ini memungkinkan pelaku usaha untuk mengetahui kesesuaian jumlah barang di pembukuan dengan jumlah barang yang riil atau memang tersedia di gudang penyimpanan. Agar bisa fokus, lakukanlah stock opname di kala waktu kosong yang telah ditentukan.

Tulis Komentar