Waktu Baca / 2 Menit

Seiring dengan semakin majunya teknologi, maka perangkat lunak atau yang biasa disebut dengan software accounting juga semakin banyak digunakan oleh perusahaan. Juga tidak bisa dipungkiri, jika pemakaian untuk setiap kegiatan bisnis akan begitu diperlukan serta efisien, dikarenakan adanya kemudahan yang akan terhindar dari risiko kesalahan teknis.

Kemudahan Membuat Laporan Keuangan dengan Tips Ini

Berikut ini adalah beberapa tips sederhana buat Anda yang ingin membuat laporan keuangan menggunakan software ini. 

1. Menyiapkan Database Perusahaan

Hal yang pertama, yaitu Anda harus mengisi informasi profil lengkap tentang perusahaan atau bisnis. Sama seperti nama perusahaan, tanggal berdirinya perusahaan, jenis perusahaan, dan sebagainya. Tentu ini penting karena akan dipakai untuk proses validasi dan otorisasi seluruh aktivitas bisnis Anda.

2. Membuat Charts of Accounts

Ini dikenal sebagai sebuah ringkasan dari seluruh akun mengenai pembukuan akuntansi seperti akun kas, piutang, daftar aset lancar, biaya, dan sebagainya. 

Apabila nanti perusahaan Anda sudah mempunyai CoA sebelumnya, tentulah Anda dapat melakukan migrasi data dari CoA sebelumnya langsung ke software akuntansi yang di gunakan.

3. Mengisi Informasi Setiap Akun Software Akuntansi

Selanjutnya adalah isi data akun seperti saldo awal kas juga kas di bank, aset, piutang, utang, dan sebagainya. Selain itu masukkan juga data pelanggan, vendor, persediaan-persediaan, dan pajak.

Apabila sebelumnya Anda sudah memiliki laporan neraca saldo, maka disini Anda hanya perlu melakukan copy isi dari laporan tersebut ke software accounting pada periode yang sedang berjalan. Jika sudah semua diisi dengan lengkap, maka Anda siap untuk mulai memasukkan setiap transaksi bisnis Anda.

4. Memproses Faktur 

Selanjutnya adalah membuat faktur, dimana ini mungkin akan menjadi kegiatan yang paling sering dilakukan dalam dunia bisnis. Disini Anda bisa membuat dan mendistribusikan faktur kepada pelanggan yang berutang dimana bisa langsung memasukkan faktur vendor pada saat Anda berutang kepada mereka.

Sementara untuk membuat invoice, Anda akan memasukkan informasi seperti nama pelanggan, nomor faktur dan tanggal, tanggal jatuh tempo, produk maupun jasa yang diberikan, kuantitas, dan harga sesuai pesanan pelanggan.

Di sini Anda juga bisa mencetak dan mengirimkan faktur atau mengirimkannya melalui e-mail ke pelanggan Anda. Dalam hal ini faktur berfungsi sebagai catatan piutang Anda.

Pada saat Anda menerima faktur dari vendor, maka Anda harus memasukkan datanya ke software akuntansi terlebih dahulu. Tentu saja ini akan membantu Anda jika ingin melunasi utang pada saat sudah jatuh tempo.

5. Mengatur & Memasukkan Data Transaksi

Software akuntansi pada dasarnya akan melacak setiap pengeluaran dan pendapatan bisnis Anda. Pada saat akan melakukan atau menerima pembayaran, maka transaksi ini nantinya akan secara otomatis memperbarui nilai saldo Anda.

Selain itu, supaya informasi dalam laporan keuangan khususnya laporan laba rugi lebih jelas, maka Anda harus mengetahui berapa biaya yang harus dibayar serta pendapatan baik itu seperti kas langsung maupun secara kredit.

Menggunakan software akuntansi jika dilakukan sesuai dengan langkah cepat yang sudah disebutkan di atas, dipastikan bisa memberi Anda akses mudah dan cepat mengenai laporan keuangan yang dihasilkan.

Baca juga : Mengenal Analisis Laporan Keuangan dan Langkah Mudah Membuatnya

Tahukah Anda jika menyimpan laporan keuangan menggunakan software accounting, nyatanya dianggap mampu menghindari setiap risiko kehilangan data bisnis penting. Bayangkan saja, jika Anda masih menggunakan kertas sebagai worksheets, bukankah kertas itu akan mudah rusak atau hilang? Tentu akan membuat repot saat membuat laporan keuangan.

Tulis Komentar