Waktu Baca / 3 Menit

Hampir setiap tahun pemerintah atau instansi tertentu mengadakan perlombaan menghias kendaraan. Bisa sepeda, motor, sampai mobil. Teknik untuk menghias sepeda gunung tentu berbeda dengan motor atau mobil. Keunikan dan kreativitas masih menjadi penilaian utama. Berikut ada beberapa ide yang mudah-mudahan bisa menginspirasi.

1. Menghias Sepeda dengan Bentuk Gajah

Sepeda yang body-nya ramping nan kukuh ini sangat cocok jika disandingkan dengan hiasan berbentuk gajah. Berhubung warna gajah agak abu-abu, maka harap selaraskan warna sepedanya. Pada bagian roda dihias dengan warna agak hitam. Sedangkan kepala gajahnya bisa ditaruh di bagian depan, asalkan tidak menghalangi pandangan saat bersepeda.

2. Menghias Sepeda dengan Bentuk Ikan

Ikan jenis apa yang paling cocok untuk hiasan sepeda? Apa saja sih. Kalau bisa, pilih jenis ikan yang populer dan harganya mahal. Tujuannya untuk menarik perhatian para penonton sekaligus juri lomba. Lalu isi kreativitas dengan menambahkan elemen lain semisal air, gelombang, ataupun kumpulan ikan-ikan kecil lain agar terasa lebih hidup.

3. Sepeda dengan Hiasan Tank

Ngeri juga ya kalau hiasannya berbentuk tank. Tapi di situlah nilai seninya. Tantangannya adalah membuat hiasan tank yang terlihat menyenangkan, bukan mengerikan. Misalnya dengan menggambar postur tubuh tank yang imut. Kasih mata, hidung, dan lukis senyuman pada bagian mukanya. Tempatkan rodanya sedikit lebih tinggi dari roda sepeda.

4. Hiasan Berbentuk Kapal juga Boleh

Kapal apa saja yang cocok untuk hiasan sepeda gunung? Apa saja. Boleh kapal pinisi, pesiar, ataupun kapal kecil yang biasa dipakai oleh nelayan ketika melaut. Tergantung seberapa besar sepeda yang ingin kamu hias. Sebaiknya tidak menambahkan layar karena bisa mengganggu pemandangan saat mengendarainya.

5. Sepeda dengan Hiasan Berbentuk Burung

Burung itu melambangkan kebebasan. Khusus lomba hias sepeda, sebaiknya untuk sayap burung dihias telungkup. Bukan saat terbang karena begitu pawai dimulai bisa mengganggu arus kendaraan lain yang melintas. Biasanya sih yang paling sering digunakan untuk hias sepeda itu burung elang. Tapi bisa kamu sesuaikan dengan selera pribadi.

6. Sepeda Berhias Lampu-Lampu

Suka dengan pemandangan kota malam yang berhias lampu kerlap-kerlip. Indah sekali, kan? Seakan-akan kota yang baru saja mati tiba-tiba hidup dan menceriakan. Khusus untuk menghias sepeda, mubazir memang jika pakai lampu sungguhan. Soalnya lomba diadakan di siang hari. Untuk menyiasatinya, buat bola-bola dan kasih cat warna-warni mirip lampu.

7. Menghias Sepeda dengan Bentuk Kupu-Kupu

Terkesan feminin? Tidak juga. Tergantung elemen lain yang mengitarinya. Kalau paduan hiasan lain menggunakan bentuk bunga memang iya, feminin. Tapi, coba deh pakai perspektif yang berbeda. Misalnya dengan menambahkan hiasan laut pasang, bulan purnama, atau pola-pola abstrak. Bisa, kan?

8. Menghias Sepeda dengan Bentuk Bunga

Harap untuk selalu mengambil perspektif atau sudut pandang yang berbeda ketika mengikuti lomba. Jika terlalu mainstream, para juri juga enggan memberi nilai plus. Mereka selalu ingin kreasi yang segar dan beda dengan lainnya. Maka dari itu, coba pakai hiasan bunga yang langka di Indonesia. Bunga Raflesia Arnoldi pun cukup unik dan jarang digunakan.

9. Hiasan Bambu Kuning

Ketika masa perjuangan membebaskan Indonesia dari imperium Belanda, rakyat banyak yang menggunakan bambu kuning untuk melawan. Sampai-sampai bambu kuning menjadi simbol dari semangat para pahlawan tempo dulu. Ide ini juga bisa kamu terapkan pada hiasan sepeda. Untuk mempercantik hiasan, tambahkan lukisan daun-daunnya.

10. Hiasan Kura-Kura

Jarang-jarang kan lomba hias sepeda mengikutsertakan hiasan kura-kura? Selama ini, kura-kura disimbolkan sebagai binatang yang lamban. Tapi, dalam banyak cerita, kura-kura juga sering menang melawan binatang lain yang lebih cepat. Untuk memaksimalkan hiasan sepeda ini, pakai kostum kura-kura. Kemudian sepedanya dihias cangkang kura-kura.

Utamakan Keselamatan Saat Menghias Sepeda Gunung

Sebagus apapun hiasan sepedamu, faktor keselamatan tidak boleh diabaikan. Terutama jika melibatkan anak-anak untuk turut mengikuti lomba hias sepeda tersebut. Desain hiasan tidak boleh terlalu heboh dan berat. Nanti bisa mengganggu keseimbangan manuver sepeda ketika melintas jalanan yang rata-rata padat-merayap karena banyak pesertanya. Sepeda gunung memiliki kemampuan untuk meluncur dengan kecepatan tinggi. Tapi, khusus untuk pawai lomba hias sepeda, kayuh yang ringan saja, ya. Kalau tidak ada sepeda gunung, bisa juga pakai sepeda mini. Selalu utamakan kreativitas dan keunikan untuk memenangkan hati juri lomba.

Tulis Komentar