Kategori

Produk Mbizmarket

Kategori
Reading Time: 2 minutes

Dunia pertanian telah berubah. Kini jarang sekali ada yang masih menggunakan hewan sebagai tenaga penggerak. Sebagai gantinya, muncul beberapa mesin industri pertanian karena dinilai lebih praktis dan hemat waktu. Hasilnya juga sangat presisi. Berikut 5 mesin yang sering digunakan. Terutama untuk proyek-proyek pertanian berskala besar.

1. Transplanter

Sesuai dengan namanya, transplanter difungsikan untuk menggantikan tangan saat menanam padi di sawah berlumpur. Mesin ini memiliki 2 variasi. Pertama, ada transplanter yang digerakkan secara otomatis. Biasanya ada 6 jalur yang dibentuk dalam sekali lintasan sehingga bisa mempercepat proses transplantasi bibit padi ke sawah.

Kedua, ada tipe transplanter yang menggunakan tenaga manual alias didorong langsung oleh pengguna. Dalam satu lintasan, biasanya bisa menanam hingga 4 baris. Bibit padi yang baru diambil dari petak persemaian bisa langsung taruh ke mesin ini. Secara bertahap, bibit itu akan menancap dengan kuat ke dalam lumpur sawah.

2. Combine Harvester

Pasti sangat merepotkan kalau proses memanen padi masih pakai alat sederhana seperti sabit. Untuk beberapa petak sawah saja, bisa membutuhkan waktu hingga berjam-jam agar selesai. Setelah itu, batang padi mesti digebuk pula agar rontok. Belum lagi harus melewati proses penjemuran dan diangin-anginkan agar terpisah dari biji padi gabuk.

Proses yang bertele itu dirangkum dalam mesin industri ini. Sambil berjalan, combine harvester akan memotong bulir padi yang tengah berdiri sekaligus merontokkannya. Kemudian gabah-gabah itu dibersihkan di dalam alat yang sama. Penggunaan mesin ini paling cocok untuk memanen padi di lahan yang luas dan tidak begitu dalam lumpurnya.

3. Sprinkler

Berhubung kebutuhan air sangat penting bagi pertumbuhan tanaman, maka sangat merepotkan jika hari-hari dihabiskan hanya untuk menyirami mereka. Terutama di musim kemarau karena sungai-sungai surut airnya. Untuk mengatasi hal itu, maka digunakanlah mesin sprinkler. Jadi, para petani hanya fokus pada pengaliran sumber air saja.

Sedangkan untuk proses penyiraman tanaman hingga merata, bisa diserahkan pada sprinkler. Mesin ini akan menyalurkan air dari sumber, lalu menyemburkannya dengan teknik overhead irrigation. Dalam waktu singkat, tanaman-tanaman pun menjadi basah. Tidak hanya basah dari batang ke akar, tetapi juga untuk permukaan daun-daunnya.

4. Rotavator

Persiapan tanah sangat diperlukan untuk menghasilkan panen berkualitas tinggi. Jika dikerjakan secara manual pakai cangkul, jelas lama selesainya. Soalnya persiapan tanah tidak hanya sebatas “menggemburkan”, tetapi juga ada proses “sterilisasi” menggunakan kapur. Demi efektivitas waktu dan biaya, maka para petani modern perlu pakai mesin ini.

Rotavator mampu membalik tanah secara teratur dan cepat. Cara kerjanya menggunakan bilah pemutar yang dipadukan dengan tenaga mesin bermotor. Apakah untuk mengoperasikan rotavator perlu tenaga ahli mengingat mesin ini tergolong kelas berat? Sebaiknya begitu. Sebab jika tidak hati-hati, bisa berisiko terhadap pengguna.

5. Bajak Singkal

Inilah mesin pertanian yang membuat sapi dan kerbau pensiun dari pekerjaannya secara mendadak. Di desa-desa, keberadaan bajak singkal dengan mudah bisa ditemukan. Kalau dibandingkan 4 mesin sebelumnya, bajak singkal tergolong tua, namun masih sangat efektif kok. Ukurannya juga sangat variatif sehingga bisa dibeli dengan harga terjangkau.

Untuk mengoperasikan bajak singkal, cuma butuh 1 orang. Kadang-kadang ada 2 orang sih agar bisa saling menggantikan. Dalam setengah hari, mesin ini mampu membajak sawah hingga berpetak-petak. Terutama kalau aliran airnya lancar dan tanahnya gembur.

Kelima mesin industri pertanian tersebut sangat cocok untuk Indonesia karena memiliki lahan yang cukup luas. Apalagi Indonesia juga sudah lama dikenal sebagai negara agraris. Para petani Tanah Air mestinya mampu bersaing dengan negara elit lain seperti Jepang dan Amerika Serikat. Mengingat pertanian di kedua negara tersebut sudah pakai teknologi tinggi.