Reading Time: 2 minutes

UMKM dan koperasi merupakan dua hal yang berperan penting membantu pembangunan perekonomian di Indonesia. Dua hal ini sama-sama mampu meningkatkan kualitas hidup serta kemampuan ekonomi masyarakat. Namun, keduanya punya perbedaan yang mendasar. Berikut adalah perbedaan UMKM dan koperasi.

Pengertian

Koperasi dan UMKM memiliki makna atau pengertian yang berbeda. Koperasi itu sendiri merupakan sebuah badan usaha atau organisasi yang dimiliki oleh perorangan atau bersama. Koperasi ini dioperasikan bersama dengan asas kekeluargaan demi memenuhi kebutuhan.

UMKM bisa diartikan sebagai sebuah usaha dengan skala mikro, kecil, dan menengah yang didirikan oleh perseorangan atau badan usaha. Usaha ini mungkin dimiliki oleh pihak tertentu, namun keuntungannya bisa dirasakan oleh banyak pihak. Jenis usaha ini walaupun kecil bisa menjadi lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Keanggotaan

UMKM dan koperasi dapat dibedakan berdasarkan keanggotaannya. Keduanya dapat dipisahkan berdasarkan anggota masing-masing. Anggota UMKM merupakan mereka yang akan menjadi penanam modal. UMKM menerima anggota secara terbuka dimana orang yang ingin menjadi anggota harus menanam modal terlebih dahulu.

Sementara itu, keanggotaan koperasi adalah orang-orang yang memakai jasa koperasi. Anggota koperasi adalah mereka yang ikut menabung di koperasi sekaligus meminjam uang di koperasi. Keanggotaan koperasi juga bersifat terbuka bagi siapa saja asalkan menggunakan jasa koperasi secara aktif.

Pengelolaan Modal

UMKM adalah jenis usaha dengan jumlah modal yang tidak besar atau bisa dikatakan modalnya sangat terbatas. Pengelolaan modal dari UMKM dilakukan sesuai dengan penanaman modal yang dilakukan di awal. Besar kecilnya modal UMKM akan berpengaruh pada penambahan modal yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.

Modal koperasi juga tidak besar, sama seperti UMKM yang dimulai dengan modal kecil. Perbedaannya adalah pemasukan yang digunakan sebagai modal dalam koperasi besarnya akan sesuai dengan pemanfaatan jasa koperasi. Besarnya modal akan dipengaruhi oleh berapa banyak anggota yang memakai jasa koperasi tersebut.

Pemilik

Perbedaan UMKM dan koperasi juga bisa dilihat dari sisi pemiliknya. Koperasi dan UMKM memiliki pemilik yang berbeda. Pemilik koperasi merupakan mereka yang memakai jasa koperasi. Sementara itu pemilik UMKM adalah perseorangan maupun badan usaha yang menanamkan modal pada usaha tersebut. 

Pada dasarnya koperasi merupakan badan usaha milik bersama. Semua anggota yang terlibat dapat disebut sebagai pemilik koperasi. Pada UMKM, pemilik bisa merupakan perseorangan maupun badan usaha. Syarat disebut pemilik pada UMKM adalah ikut menyumbang untuk modal.

Status Anggota

Sistem keanggotaan UMKM dan koperasi berbeda sehingga status anggotanya juga berbeda. Untuk UMKM, status anggotanya akan sebanding dengan besarnya modal yang dimiliki. Besarnya modal akan berpengaruh pada status dari anggota tersebut.

Sementara itu untuk badan usaha koperasi, semua anggota yang tergabung di dalam koperasi tersebut adalah sama. Semua punya hak yang sama dan kedudukan yang setara. Jadi, tidak ada pengelompokkan mana yang lebih unggul, lebih kaya, dan lain sebagainya.

Keuntungan

Baik koperasi maupun UMKM sama-sama akan memberi keuntungan. Kepada siapa keuntungan ini diberikan? Koperasi akan menggunakan keuntungan ini untuk dikelola kembali dan digunakan lagi oleh para anggotanya. Sementara itu, UMKM akan menggunakan keuntungan ini untuk modal agar usaha menjadi lebih berkembang.

Koperasi dan UMKM menjadi dua hal berbeda yang sama-sama mendukung perkembangan perekonomian. Perbedaan UMKM dan koperasi memang terlihat jelas dari sistem keanggotaan mereka. Namun, dua hal ini akan terus bekerja sesuai dengan fungsi masing-masing demi perekonomian di Indonesia yang lebih baik.

Penulis

Tulis Komentar