Waktu Baca / 2 Menit

Saat pandemi covid-19 masih terjadi, serangkaian tes uji virus akan terus berlanjut bagi orang tertentu yang bepergian ataupun yang mempunyai gejala serupa.

Terdapat dua jenis tes yaitu swab test dan rapid test. Keduanya berfungsi mendeteksi seseorang apakah terindikasi terpapar covid-19 atau tidak. Meskipun demikian, keduanya adalah uji yang berbeda. Inilah 4 perbedaannya.

1. Jenis Sampel Uji yang Diambil

Kedua jenis tes di atas mempunyai jenis sampel uji yang berbeda. Rapid test dilakukan menggunakan sampel darah seseorang yang akan diuji.

Berbeda dengan swab test yang sampelnya berupa sampel lendir yang diambil dari dalam tenggorokan atau dari dalam hidung. Karena sumber dan jenis sampelnya berbeda, tentu saja peralatan yang digunakan sampai keakuratannya beda.

Dalam hal pengambilan sampel uji ini, tim medis yang bekerja juga harus profesional. Pengambilan sampelnya memang dilakukan secara hati-hati dan steril. Tim medis menggunakan APD lengkap dengan masker dan face shield. Hal ini juga menjamin agar sampel tidak terkontaminasi.

2. Prosedur Pemeriksaan

Karena jenis sampelnya berbeda, prosedur pemeriksaannya juga tidak sama. Dalam rapid test, pemeriksaan dilakukan menggunakan antibodi IgM dan IgD yang ada dalam darah dan terbentuk saat seseorang terinfeksi virus. Hal ini sesuai dengan sampelnya yang berupa tetes darah.

Jadi, apabila dari hasil uji sampel dinyatakan bahwa jumlah IgM dan IgD dalam tubuh bertambah, maka seseorang tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus. Akan tetapi, hasil ini belum tentu terinfeksi virus corona. Bisa jadi terdapat virus lain yang menginfeksi dan bisa juga mirip dengan virus corona.

Meskipun demikian, jika hasil rapid test dinyatakan reaktif, maka seseorang dimungkinkan sudah terpapar virus corona atau memang terpapar virus lainnya yang nantinya bisa rentan terinfeksi corona.

Itu semua dikaitkan karena seseorang yang terinfeksi virus berarti daya tahan tubuhnya lemah. oleh karena itu, seseorang dengan hasil rapid test reaktif, dianjurkan mengisolasi diri di rumah atau langsung menjalankan swab test untuk mengetahui hasil pastinya.

Semua itu berbeda dengan prosedur pemeriksaan swab test yang pengujiannya menggunakan metode PCR. Hasil akhir dari pemeriksaan ini benar-benar memperlihatkan keberadaan virus yang menginfeksi apakah benar merupakan covid-19 atau bukan.

Jadi, metode ini dapat mendeteksi secara akurat. Jika hasil PCR-swab ini negatif, maka seseorang tersebut memang bebas covid-19.

3. Jangka Waktu Peroleh Hasil Pemeriksaan

Perbedaan swab test dan rapid test juga dapat dilihat dari segi jangka waktu pemeriksaan. Cara untuk mendapatkan sampelnya tentu lebih mudah rapid test karena tinggal mengambil tetes darah. berbeda dengan swab test yang lebih lama dalam mengambil sampel karena harus mengambil sampel lendir di tenggorokan.

Selain dari proses pengambilan sampel, prosedur pemeriksaan dalam rapid test juga lebih cepat karena lebih simpel. Hingga hasil rapid test keluar, hanya dibutuhkan waktu sekitar 10-15 menit.

Berbeda dengan pemeriksaan swab test yang memerlukan waktu hingga beberapa jam bahkan sampai beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya.

4. Keakuratan Hasil Uji

Sesuai prosedur pemeriksaan, kedua jenis tes ini mempunyai keakuratan yang berbeda. Swab test dinyatakan lebih akurat dibandingkan rapid test karena mampu mendeteksi keberadaan virus dan membedakannya apakah merupakan virus corona atau bukan.

Berbeda dengan hasil rapid test yang metode ujinya sebatas mengetahui terinfeksi virus atau tidak, tanpa mengetahui sebenarnya virus apa yang menginfeksi. Jadi, jika kasusnya terpapar virus yang mirip covid-19, hal itu tidak bisa dibedakan dan langsung terindikasi terpapar covid-19.

Itulah berbagai penjelasan mengenai perbedaan swab test dan rapid test yang perlu diketahui dengan jelas. Keduanya memang merupakan tes uji yang digunakan dalam mendeteksi virus covid-19, namun keduanya punya akurasi sendiri. Semua itu dipengaruhi oleh sampel dan metode ujinya.

Tulis Komentar