Waktu Baca / 2 Menit

Untuk keperluan mencetak file, penggunaan kertas HVS memang lebih sering dibandingkan kertas folio. Namun jika Anda berperan sebagai pengecer atau supplier, tentu perlu menyediakan keduanya.

Memangnya, apa saja sih perbedaan kertas HVS dan kertas folio? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk simak uraian berikut ini.

Perbedaan menurut Asal-muasalnya

Kertas folio rupanya punya sejarah panjang bagi dunia cetak-mencetak. Pada awalnya, kertas ini ditemukan sekitar tahun 1700 di Eropa. Penggunaannya secara masif terentang antara 1700 hingga 1975.

Sampai saat ini, kertas folio sering diistilahkan dengan F4 atau foolscap. Dulu, pas dipakai oleh orang Eropa terdapat watermark dengan gambar topi pelawak.

Di Brazil, kertas folio dikenal dengan oficio II. Ukurannya 8,5 x 13 inci dan 8,5 x 14 inci. Sedangkan di Venezuela, penyebutan kertas folio cukup dengan istilah officio. Berbeda pula dengan penyebutan kertas folio di Amerika Serikat. Orang-orang di Paman Sam lebih suka menyebutnya dengan kertas legal. Dari segi ukuran sebenarnya sama saja sih.

Sedangkan kertas HVS mulanya dipakai oleh orang Belanda. Istilah HVS sendiri berangkat dari singkatan Houtvrij Schrijfpapier. Jadi bukan berasal dari Inggris ataupun Amerika Serikat.

Kertas HVS dibuat dari serat kayu yang sudah dijadikan bubur lebih dulu. Sifatnya yang tidak mudah berubah warna dan awet sangat disukai di dunia percetakan.

Perbedaan dari Segi Bentuk dan Ukurannya

Sebagaimana umumnya, bentuk dan ukuran kertas folio sangat seragam. Di Indonesia, jenis kertas ini berukuran 8,5 x 14 inci. Bentuknya persegi panjang dengan garis-garis rapi pada area isi. Biasanya dipakai untuk keperluan mencatat. Baik di bangku sekolah menengah ataupun perkuliahan, penggunaan kertas folio cukup sering.

Berbeda dengan kertas HVS yang memiliki ukuran lebih variatif. Dari segi bentuk memang sangat identik. Umumnya berwarna putih terang tanpa cetakan lain. Ukuran kertas HVS ada yang A2 (42,0 x 59,4 cm), A3 (29,7 x 42,0 cm), A4 (21,0 x 29,7 cm), serta A5 (14,8 x 21,0 cm). Khusus yang A5 seringkali diistilahkan dengan kertas novel.

Perbedaan dari Segi Fungsinya

Bentuk kertas folio yang memanjang dan bergaris-garis, tentu tidak cocok untuk kebutuhan cetak-mencetak. Maka, penggunaan kertas folio harus pakai tulisan tangan.

Misalnya ketika ingin menyalin tulisan, membuat surat pribadi, bikin surat lamaran kerja, dan sebagainya. Meski penggunaannya cukup jarang, sampai sekarang keberadaan kertas ini masih dicari.

Berhubung bentuk kertas HVS tanpa garis atau pola, maka lebih banyak digunakan untuk keperluan cetak-mencetak. Boleh-boleh saja sih kalau ingin pakai tulisan tangan. Tapi harus rapi dan lurus. Adapun jika berkaitan dengan printer, kertas HVS sering digunakan untuk mencetak dokumen baik berupa tulisan maupun bergambar.

Perbedaan dari Segi Harganya

Sebagai penjual atau pemilik toko ATK, tentu harus mempertimbangkan harga kertas folio ataupun HVS di pasaran. Untungnya, kedua jenis kertas tersebut cukup ramah di kantong. Untuk kertas folio, per 70 gram biasa dijual dengan harga sekitar 42 ribu Rupiah. sedangkan yang 80 gram, harganya berkisar antara 47 ribu Rupiah hingga 50 ribu Rupiah.

Harga kertas HVS per tahun 2020 relatif sama dengan kertas folio. Kalau toh ada perbedaan, tidak jauh-jauh amat. Untuk kertas HVS ukuran A4 seberat 70 gram, harganya terentang antara 35 ribu Rupiah hingga 50 ribu Rupiah. Tentu perbedaan harga juga dipengaruhi oleh merek atau produsen yang menjualnya di pasaran.

Baca juga:
Jenis dan Ukuran Kertas HVS Paling Umum Digunakan Orang Kantoran

Kebutuhan akan kertas HVS ataupun folio akan tetap ada selama sekolah-sekolah atau kantor-kantor masih ada. Toh ketika kertas sudah dipakai, nantinya bisa didaur-ulang kembali dan dijadikan bubur.

Kira-kira, begitulah perbedaan kertas HVS dan kertas folio yang wajib diketahui. Terutama untuk para pengecer atau supplier yang baru mendirikan usaha.

Tulis Komentar