Waktu Baca / 2 Menit

Sebuah perusahaan perlu menentukan seberapa banyak jumlah piutang yang dimiliki agar keuangan berada dalam kondisi optimal. Pengelolaan piutang sangat penting keberadaannya karena akan berhubungan dengan bagaimana laba dan biaya yang akan ditimbulkan. Berikut ini ada beberapa tips dalam pengelolaan piutang bagi UMKM yang paling efektif.

1. Membuat Standar Kredit

Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu membuat terlebih dahulu standar untuk pengambilan kredit. Hal ini perlu dibuat supaya UMKM bisa menentukan pihak mana yang berhak menerima kredit atas permohonan yang diajukan. Kemampuan menilai bagaimana kemungkinan pembayaran dari pelanggan memainkan hal penting dalam hal ini.

Untuk metodenya sendiri, biasanya dilakukan penilaian terhadap 5 aspek utama di dalam kredit itu sendiri. Aspek tersebut adalah karakter atau sifat dari pelanggan saat memenuhi kewajibannya, penilaian kapasitas pelanggan, penilaian akan kekuatan finansial. Dua hal terakhir yaitu pada penilaian akan jaminan yang diberikan serta penilaian akan kemungkinan perubahan.

2. Menentukan Syarat Kredit

Kedua yaitu menentukan persyaratan sebagai sebuah kejelasan akan SOP bagi pemohon yang akan mengambil piutang. UMKM perlu menetapkan sendiri apa saja persyaratan yang perlu diberikan pada calon pelanggannya. 

Ini berkaitan dengan bagaimana periode pembayaran, jika menyicil bagaimana besarannya, hingga kemungkinan beban bunga yang diberikan. UMKM bisa memberikan aspek ini berdasarkan penilaian secara umum bagaimana kondisi si pelanggan itu sendiri. 

3. Lakukan Penagihan Rutin

Tips pengelolaan piutang bagi UMKM yang tidak boleh terlewatkan yaitu terkait dengan penagihan yang harus dilakukan secara rutin. UMKM biasanya sering melupakan untuk melakukan penarikan tagihan secara rutin karena dianggap tidak begitu penting.

Ada berbagai cara yang bisa diterapkan ketika hendak melakukan penarikan utang mulai dari secara langsung hingga lewat media telepon. Jika pelanggan tidak mau membayar, berikan tenggat waktu untuk pinjaman kecil sebesar 3-7 hari saja. Jangan lupa juga untuk mengingatkan beban tagihan setidaknya 3-5 hari sebelum jatuh tempo pembayarannya.

4. Lakukan Penilaian Piutang

Selanjutnya yaitu penilaian dalam pemberian piutang seharusnya didasarkan atas kemampuan pembayaran dari pelanggan. Ketika piutang diberikan dalam jumlah tertentu, selalu jumlahnya akan dibebankan supaya bisa ditagih dengan mudah. Jadi ketika hendak melakukan pemberian piutang, perhatikan terlebih dulu bagaimana kemampuan pelanggan.

Gunakan metode cadangan kerugian piutang ketika sebuah piutang sudah tidak lagi bisa ditagih dari pelanggan. Atau bisa juga memakai metode penghapusan langsung ketika kerugian sudah bisa diakui dalam piutang saat dihapuskan.

5. Nilai Kinerja Keuangan 

Terakhir, perhatikan bagaimana arus kas di dalam perusahaan dimana catatan tersebut mencatat berbagai transaksi perusahaan. Arus kas ini yang akan menjadi catatan dari seluruh penerimaan dan setoran piutang ketika dibayarkan sekaligus dengan bunga dan investasi.

Selalu perhatikan bagaimana kinerja kas perusahaan untuk melihat kondisi keuangan perusahaan di setiap waktunya. Lihat bagaimana data-data yang ada di dalam arus kas untuk melihat apakah piutang masih bisa diberikan atau sudah harus dihentikan. Jangan sampai memaksa memberi piutang ketika kondisi keuangan perusahaan terhitung dalam kondisi tidak stabil.

Baca juga : Pengertian Cash Flow Berikut Jenisnya Perlu Anda Ketahui

Itulah dia 5 tips dalam pengelolaan piutang bagi UMKM yang harus diperhatikan ketika ada pelanggan yang mau melakukan kredit. Selalu pastikan piutang diberikan pada orang terpercaya saja supaya tidak terjadi keuangan macet di orang tersebut. Piutang adalah hal yang paling sentral dan keberadaannya secara langsung bisa memberi dampak besar pada kas perusahaan.

Tulis Komentar