Reading Time: 2 minutes

Indonesia saat ini sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur seperti pembangkit listrik, jalan tol, pelabuhan, bandar udara dan lain sebagainya. Tahukah kamu dari mana sumber dana untuk melakukan pembangunan infrastruktur tersebut? Apakah kamu pernah mendengar istilah pembiayaan proyek? Semua hal tersebut akan dibahas dalam artikel ini, baca sampai habis ya.

Perhatian pemerintah Indonesia terhadap peningkatan kualitas infrastruktur tentu menjadi fenomena baru dalam situasi politik ekonomi di Indonesia. Tentu saja rencana pembangunan yang direncanakan oleh Pemerintah membutuhkan banyak bantuan dan kerjasama dari berbagai pihak. Setidaknya untuk membangun rencana besar pemerintah tersebut, dibutuhkan dana setidaknya 5000 Triliun untuk menyelesaikannya. Maka pembiayaan proyek menjadi jalan keluar untuk dapat mewujudkan anggaran proyek yang sangat besar itu.

Pembiayaan proye atau yang dikenal dengan project financing merupakan jenis skema pembiayaan dalam jumlah besar, dan umumnya untuk jangka waktu yang panjang. Dalam suatu pembiayaan, biasanya terdapat sekelompok investor yang kemudian bertindak sebagai penanam saham (shareholder) dari sebuah perusahaan yang baru dibentuk, dan kemudian dikenal sebagai entitas bertujuan khusus (special purpose entity atau special purpose vehicle, atau disingkat SPV). Selanjutnya perusahaan SPV akan mendesain, membangun, serta mengelola suatu proyek infrastruktur. 

Menurut Stefano Gatti (2013) pembiayaan proyek adalah suatu bentuk pembiayaan yangdiberikan tidak atas dasar kelayakan kredit dari para perusahaan sponsornya (para pemegang saham dari SPV tersebut), dan tidak pula bergantung pada nilai aset yang dimiliki oleh para sponsor tersebut. Justru, pemberian pembiayaan pada proyek bergantung pada kemampuan dari hal tersebut untuk melakukan pembayaran kembali (repayment) atas hutang, yang biasanya berkaitan dengan bagaimana hal tersebut kemudian menghasilkan arus kas (cash flow).

Ciri utama pembiayaan proyek

  • Pembiayaan diberikan pada, dan dinilai atas dasar, dari sebuah entitas yang didirikan hanya untuk hal tersebut, yaitu SPV.
  • Pembiayaan termasuk dalam highly-leveraged atau memanfaatkan hutang dalam jumlah yang besar, hingga mencapai 65%-80% dari nilai proyek.
  • Jumlah nilai yang sangat besar ini tidak bisa ditanggung oleh satu bank atau investor saja. oleh karena itu, biasanya melibatkan lebih dari satu lembaga pembiayaan.
  • Pembiayaan proyek bersifat jangka panjang, bisa mencapai lima belas atau bahkan puluham tahun. 
  • Pihak yang memberikan pembiayaan, misalnya bank tidak memiliki hak regres atau memiliki hak regres yang sangat terbatas, tergantung pada kelayakan SPV.
  • Arus kas yang dihasilkan oleh SPV harus cukup untuk seluruh biaya operasional proyek dan untuk melakukan pembayaran kembali atas hutang pembiayaan.

Baca juga : Perkembangan Ekonomi Digital di Indonesia akan Terus Meningkat

Masalah pembiayaan dan pengadaan barang sekarang tidak sulit lagi karena adanya situs Mbizmarket.co.id. Melalui Mbizmarket.co.id kamu bisa menemukan semua kebutuhan untuk keperluan perusahaan mulai dari A hingga Z.

Penulis

Tulis Komentar