Reading Time: 2 minutes

Kata siapa tinggal di desa itu minim penghasilan? Buktinya, banyak yang sukses dan tidak harus pergi jauh untuk merantau ke kota-kota. Berbagai peluang usaha di desa terbuka untuk berbagai bidang. Sebut saja usaha pangkas rambut, ternak ayam, jualan gorengan, dan masih banyak lagi. Khusus untuk pemula, usaha apa yang paling cocok dan profitable?

1. Buka Usaha Pangkas Rambut

Di desa-desa, untuk bertahan hidup lewat usaha ini tidaklah sulit. Sebagian bahkan bisa berpenghasilan setara dengan gaji awal PNS. Mengingat pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Katakanlah pangkas rambut per “kepala” dihargai 6 ribu Rupiah. Berapa total per hari jika yang datang lebih dari 15 orang?

Satu-satunya kendala mungkin soal ketahanan fisik karena harus berdiri lama dalam satu hari. Tapi kalau diniatkan untuk membantu orang lain, tentu proses kerjanya terasa lebih ringan. Lagi pula, memulai usaha pangkas rambut itu tidak perlu ngoyo dalam hal pemasaran. Cukup buka di pinggir jalan. Lalu kasih pelayanan berkualitas dan cepat. Pasti banyak langganan.

2. Buka Usaha Jasa Menjahit

Kebutuhan jasa menjahit sama besar dengan pangkas rambut. Selama manusia masih menggunakan pakaian untuk beraktivitas, rasa-rasanya jenis usaha ini tidak akan mati. Tak perlulah membuka konveksi dalam skala besar. Cukup lakukan saja versi rumahan. Baik seorang diri ataupun merekrut beberapa orang untuk membantu.

Baca juga : 5 Tanaman Pertanian yang Paling Menguntungkan saat Dijual

Pekerjaan di bidang ini umumnya datang dari tetangga sekitar atau desa lain. Kadang datang pula dari sekolah-sekolah untuk membuat seragam. Kalau sudah lancar, buka jasa permak saja sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tak perlu repot-repot bikin baju untuk orang lain. Tapi kemampuan menjahit baju dari nol hingga jadi tetap diperlukan sih.

3. Jual Gorengan

Siapa yang tidak suka dengan gorengan? Apalagi kalau datang musim penghujan. Anak-anak sekolah ataupun para petani sangat suka beli gorengan karena pilihannya macam-macam. Harganya di desa juga relatif murah. Meski dari segi keuntungan tidak begitu besar, tapi kalau banyak yang beli, kan sama saja dengan usaha profitable lainnya.

4. Ternak Ayam dan Lele

Ketika hendak beternak ayam dalam skala besar, biasanya orang desa bekerja sama dengan PT. Begitu usaha terus mengalami kemajuan, kemudian disambi dengan buka bisnis lain yang serupa. Misalnya beternak ikan lele. Keduanya bisa saling melengkapi. Apalagi jika ditambah dengan bisnis bibit yang pupuknya didapat dari kotoran ayam ataupun lele sehabis panen.

5. Buka Toko Online

Kehadiran internet telah membabat habis jarak antara kota dengan desa. Satu-satunya kesulitan yang seringkali dialami para pebisnis itu berkaitan dengan suplai produk. Misal untuk produk pabrikan. Untungnya, sekarang sudah banyak distributor yang menjangkau daerah-daerah kecil. Jadi bisa ambil dari sana. Kemudian tinggal jual deh via toko online.

6. Buka Warung Kelontong

Bisnis warung kelontong sangat mudah dijalankan. Banyak kok contohnya. Biar sukses, hanya ada satu syarat yang perlu diperhatikan, yakni soal kecakapan dalam memilih lokasi. Sebab, jika di suatu kawasan desa sudah banyak yang buka warung kelontong, bakal sulit berkembang. Oleh karena itu, pilih yang masih minim persaingan dan berikan diferensiasi.

7. Buka Usaha Jasa Perbaikan Barang Elektronik

Tak hanya untuk kawasan kota, kebutuhan akan jasa perbaikan barang elektronik di desa juga kian menjamur. Dalam satu dusun saja, jumlah pemilik HP dan televisi sudah begitu banyak. Belum lagi ketika datang masanya untuk diganti. Jadi, peluang usaha di bidang ini sangat terbuka untuk pemula ataupun praktisi yang sudah punya jam terbang tinggi.Wah, kalau dihitung-hitung, jumlah peluang usaha di desa cukup banyak juga ya? Sebelum memulai usaha, ada baiknya untuk mencoba versi kecil-kecilan dulu. Jadi, modal yang ada di rumah tidak keburu habis sebelum sukses. Baru setelah mengalami peningkatan, bisa ditingkatkan lagi dari segi pelayanan ataupun kualitas produk.

Penulis

Tulis Komentar