Waktu Baca / 6 Menit

Di dalam kehidupan sehari-hari, tentu saja kita sudah tidak asing lagi dengan kata harga. Harga bisa diartikan sebagai jumlah uang atau alat tukar lain yang harus dibayarkan untuk sebuah produk atau jasa.

Namun, dari waktu ke waktu harga suatu barang atau jasa pasti akan berbeda. Perbedaan ini disebut dengan indeks harga. Nah, bagaimana cara menghitung indeks harga yang benar? Cari tahu di sini!

Pengertian Indeks Harga

Indeks Harga Merupakan parameter yang berisi perihal perubahan yang terjadi pada harga dari satu jangka waktu ke jangka waktu lainnya. Indeks harga dapat digunakan sebagai pedoman rasio atau perbandingan harga tiap periode tahun dasar yang dimanfaatkan dalam indeks dasar adalah tahun yang dijadikan patokan dalam menghitung indeks harga. 

Selain itu juga bisa disebut dengan perbandingan antara harga rata-rata suatu barang dalam tahun yang dihitung dan harga rata-rata untuk tahun dasar.

Indeks Harga dapat dikalkulasikan oleh kuota tetap atau sampel dan bukan dari populasi serta dapat dihitung dari suatu periode waktu ke periode waktu sebelumnya dan dihitung dari waktu yang memiliki kondisi ekonomi konstan atau stabil.

Tujuan Indeks Harga

Menghitung indeks harga bertujuan sebagai dasar indikator untuk mengukur angka kegiatan ekonomi secara umum. Kedua, untuk memberi gambaran kecenderungan perdagangan dan menjadi pedoman dalam memutuskan nilai gaji serta indeks biaya hidup. 

Indeks harga juga digunakan untuk menentukan ukuran perubahan variabel ekonomi sebagai ukuran keadaan ekonomi suatu negara yang dinyatakan dalam persentase. Indeks harga juga digunakan oleh perusahaan untuk membeli bahan atau barang dengan harga yang sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, indeks harga juga dapat digunakan untuk melihat kesejahteraan petani. Indeks harga dapat juga digunakan untuk menetapkan harga dan penentuan jumlah peredaran suatu barang di pasar oleh perusahaan.

Maka dari itu, tak heran jika indeks harga memainkan peran penting dalam menentukan kebijakan ekonomi pemerintah dalam mengatasi inflasi.

Fungsi Indeks Harga

Berikut ini ada beberapa fungsi indeks harga, antara lain:

1. Indeks Harga Digunakan Sebagai Dasar Dalam Membuat Kebijakan Ekonomi

Dalam hal ini indeks harga bisa digunakan dengan cara melihat perkembangan indeks harga konsumen, sehingga pemerintah bisa menghitung laju inflasi dalam sebuah negara.

Jika pemerintah mengatasi laju inflasi, maka pemerintah bisa menentukan dan menerapkan kebijakan fiskal seperti berapa persen kenaikan gaji pegawai negeri yang tepat.

Selain itu, jika pemerintah mengetahui laju inflasi maka pemerintah juga bisa menentukan berbagai kebijakan moneter seperti menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam suatu negara.

Indeks harga juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan harga agar harga yang terjadi tidak merugikan konsumen maupun produsennya.

2. Indeks Harga Digunakan Sebagai Pedoman

Menurut pengertian indeks harga barang, harga suatu barang yang dibeli bisa dibandingkan dengan harga grosir, hal ini bertujuan untuk mengukur suatu efisiensi dalam pembelian suatu barang yang bersangkutan tersebut. 

Maka dari itu, indeks harga barang-barang konsumsi digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pengaturan gaji buruh atau dapat juga digunakan untuk menyesuaikan gaji buruh ketika terjadinya inflasi.

Berikut ini beberapa fungsi perhitungan indeks harga:

  • Berfungsi sebagai indikator dalam mengukur kegiatan perekonomian secara umum.
  • Kemampuan dalam memberikan gambaran atau kecenderungan dalam perdagangan.
  • Menjadi dasar untuk menentukan gaji karyawan dan perubahannya.
  • Dapat mengetahui apakah suatu permintaan dan penawaran menurun atau meningkat dalam suatu kegiatan perekonomian.
  • Mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara.
  • Sebagai pedoman untuk membandingkan harga dari waktu ke waktu.

Jenis-Jenis Indeks Harga

Jika Anda sudah mengetahui pengertian, tujuan dan fungsi indeks harga maka Anda juga harus mengetahui bahwa ada beberapa jenis indeks harga. Berikut ini beberapa jenis indeks harga:

1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)

Indeks harga perdagangan besar bisa juga disebut dengan indeks harga produsen. IHPB adalah perbandingan suatu harga barang atau jasa yang dibeli oleh produsen pada waktu tertentu. Hal ini termasuk bahan baku dan bahan setengah jadi. 

Indeks harga produsen adalah indeks yang menggambarkan pergerakan harga dari komoditas yang diperdagangkan di suatu daerah.

Jadi, indeks harga perdagangan besar atau indeks harga produsen juga bisa diartikan dengan indeks yang mengukur perubahan harga yang terjadi pada bahan mentah dan barang jadi di pasar.

2. Indeks Harga Petani

Indeks harga petani yaitu indeks yang menjadi acuan harga di mana petani harus membayar maupun menerima. Di Indonesia pemerintah kebijakan perekonomian yang berkaitan dengan kegiatan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bagi para petani.

Petani juga harus membayar sesuai dengan kemampuannya, sehingga petani tetap bisa menjalankan produksinya dalam mengelola sistem pangan di Indonesia. Petani juga harus membayar  sesuai dengan aturan yang telah sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Sedangkan, indeks harga yang harus diterima petani merupakan indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga dalam suatu periode tertentu dari barang-barang yang dihasilkan oleh petani. Nantinya, indeks harga ini kemudian akan digunakan untuk melihat fluktuasi harga barang yang dihasilkan petani. 

Pemerintah juga menggunakan indeks harga ini untuk melakukan perhitungan pendapatan yang diterima dari sektor pertanian. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani merupakan indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga dalam suatu periode dari barang atau jasa yang dikonsumsi oleh petani baik biaya modal, produksi, konsumsi, dll. 

Selain itu, indeks harga yang dibayar petani juga dapat digunakan untuk melihat fluktuasi harga barang yang dikonsumsi oleh petani dan fluktuasi harga barang yang dibutuhkan petani untuk memproduksi hasil pertanian.

3. Indeks Harga Implisit

Indeks harga ini digunakan sebagai metode perbandingan yang membandingkan antara pertumbuhan ekonomi dalam kajian nominal serta pertumbuhan ekonomi yang bersifat nyata.

Jika ingin menghitung indeks harga implisit dasar perhitungan yang digunakan adalah dengan melibatkan seluruh kapasitas barang yang akan mengalami produksi. 

Indeks harga implisit biasanya digunakan untuk acuan dalam menentukan ukuran inflasi yang akan terjadi. Maka dari itu, penggunaan metode satu ini maka gnp nyata bisa dihitung secara maksimal.

4. Indeks Harga Konsumen

IHK atau bisa juga disebut dengan indeks harga konsumen. indeks harga konsumen atau IHK yaitu indeks harga yang nantinya akan menunjukan hal yang signifikan mengenai perbandingan antara harga jasa atau harga barang yang diinginkan atau dibeli oleh konsumen.

Baca juga:
Apa Perbedaan TDP dan SKDP? Ini Penjelasannya

Untuk mengetahui perubahan harga yang terjadi, maka indeks harga konsumen diambil dari 4 kategori yaitu kelompok makanan, barang, jasa dan perumahan. Kelompok tersebut sudah disesuaikan untuk diambil fungsinya sesuai dengan yang ditentukan oleh BPS untuk mengetahui terjadinya inflasi.

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Penyusunan Indeks Harga

Sebelum menyusun angka indeks, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai data yang tepat dan bisa dipertanggung jawabkan. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan penyusunan indeks harga.

1. Rumus Tujuan Penyusunan Angka Indeks

Penyusunan indeks harga memiliki tujuan untuk menghitung semua perubahan yang terjadi serta  untuk membandingkan perubahan antara variabel sosial dan ekonomi.

Rumus yang biasa digunakan dalam penyusunan angka indeks yaitu; apakah yang diukur, bagaimana cara atau metode untuk mengukurnya dan untuk apa pengukuran dilakukan.

2. Sumber Syarat dan Perbandingan Harga

Sebelum melakukan penyusunan suatu indeks, dibutuhkan suatu data selama kurun waktu tertentu. Data yang dibutuhkan dapat berupa jumlah produksi atau harga barang yang berhubungan dari waktu ke waktu. Selain itu, jenis barang juga nantinya akan dihitung.

3. Pemilihan Dasar Periode

Dasar periode disebut juga dengan tahun dasar. Tahun dasar adalah waktu atau suatu periode yang mempunyai angka indeks 100 dan dalam tahun selanjutnya sebagai tahun tertentu. 

4. Pemilihan Timbangan

Selain membandingkan faktor harga dalam membandingan suatu harga, sebaiknya Anda juga memperhatikan faktor kuantitasnya juga. Faktor kuantitas ini nantinya dipakai sebagai timbangan atau juga akan timbangan untuk membandingkan kualitas suatu barang.

Rumus Perhitungan Indeks Harga

Indeks harga bisa dihitung berdasarkan rumus sesuai dengan tipe indeks harga tersebut. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengetahui rumus yang akan dihitung. Berikut beberapa rumus yang bisa digunakan untuk melakukan perhitungan indeks harga.

1. Harga Agregatif atau Tidak Tertimbang

Metode agretafif menjelaskan bahwa tahun tertentu dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan harga komoditas dalam satu tahun. Jadi, Anda bisa melakukan perbandingan perubahan harga pada tahun tertentu terhadap harga pada tahun sebelumnya. Harga pada tahun sebelumnya dijadikan sebagai tahun dasar.

Penyusunan indeks harga dengan metode agregatif ini memiliki kelebihan seperti bersifat sederhana, namun juga mempunyai kelemahan yaitu tidak mempertimbangkan arti penting secara relatif berbagai komoditas sehingga barang kebutuhan pokok memiliki bobot yang sama dengan barang yang lain.

2. Indeks Harga dengan Harga Setimbang

Rumus yang satu ini dibagi menjadi 3 tipe. Ketiganya memiliki ragam cara yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Tipe yang pertama adalah laspeyres, cara yang satu ini dilakukan dengan mengalikan terlebih dahulu harga barang dengan kuantitatif pada tiap tahunnya. 

Kemudian hasilnya dikalikan terlebih dahulu harga barang dengan kuantitatif pada tiap tahunnya setelah itu hasilnya dijumlahkan dan dibagi serta dikali dengan kuantitas pada tahun dasar, kemudian dikali dengan 100.

Rumus Laspeyres cukup adalah salah satu rumus sederhana dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas pada tahun dasar sebagai acuan dalam proses penghitungan. Apabila sudah mengetahui angkanya maka langkah selanjutnya adalah dengan mengalikan dengan angka 100.

Terakhir adalah metode Marshall Edgeworth. Metode ini dilakukan dengan cara menggabungkan jumlah dasar dengan jumlah tahun berjalan. Kemudian dikalikan dengan harga pada tahun dasar atau harga pada tahun berjalan.

Tujuan Dari Penetapan Indeks Harga

Indeks harga ditetapkan atau dihitung dengan tujuan untuk mengambil arah atau menentukan ukuran dalam perubahan ekonomi yang terjadi. Fungsi serta tujuan utamanya adalah sebagai penentu terkait peredaran barang atau jasa tertentu dalam sebuah sistem.

Indeks harga ini menjadi kunci utama dalam kegiatan perekonomian. Adanya indeks harga ini akan membuat suatu sistem akan berjalan dengan maksimal dan tidak terkendala oleh gangguan. Penerapan sistem yang tepat juga akan membuat sistem menjadi semakin berkembang. 

Itulah beberapa informasi mengenai indeks harga dan cara menghitung indeks harga yang benar. Semoga informasi tersebut berguna untuk Anda.

Tulis Komentar