Waktu Baca / 2 Menit

Bagi para pelaku usaha, ada satu cara yang bisa dilakukannya untuk menghemat uang yang digunakan untuk biaya logistik dan pergudangan. Cara tersebut adalah dengan menggunakan rumus Economic Order Quantity, yang akan membuat proses pemesanan produk menjadi lebih optimal. Simak berikut ini pengertian, manfaat, serta cara menghitung Economic Order Quantity tersebut.

Apa Itu Economic Order Quantity?

Sebelum mempelajari rumus Economic Order Quantity, tentu akan lebih baik jika Anda pahami dengan jelas mengenai Economic Order Quantity ini sendiri. Economic Order Quantity merujuk pada kuantitas ideal produk yang seharusnya dibeli oleh perusahaan, untuk bisa meminimalisasi biaya inventaris seperti biaya pemesanan, biaya penyimpanan, hingga biaya kelangkaan atau shortage costs.  

Pengaplikasian Economic Order Quantity ini sendiri sangat tepat dipakai oleh perusahaan dengan jumlah jumlah permintaan, serta biaya pemesanan dan penyimpanan yang  konstan atau tidak berubah dari waktu ke waktu. Dengan menggunakan rumus Economic Order Quantity ini juga akan bisa dihindari penumpukan barang di gudang.

Hasil penghitungan dengan memakai rumus Economic Order Quantity ini sendiri, dipengaruhi oleh 2 faktor, yakni biaya penyimpanan dan biaya pemesanan. Biaya pemesanan adalah dana yang digunakan dalam usaha, untuk memesan barang yang dibutuhkan. Sedangkan biaya pemesanan adalah biaya yang digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan penyimpanan barang.

Manfaat Menggunakan Economic Order Quantity

1.     Dapat Menghitung Jumlah Optimal dari Produk yang Harus Dipesan

Cermat dalam menentukan berapa jumlah produk atau barang yang harus dipesan atau dibeli, merupakan salah satu kunci dalam memaksimalkan pendapatan. Dengan begini, maka Anda sebagai pelaku usaha tak akan mengalami yang namanya penumpukan produk di gudang penyimpanan atau pun kehabisan stok produk.

2.     Meminimalisasi Biaya Pembelian, Pengantaran, dan Penyimpanan Produk

Celah untuk bisa mengurangi atau meminimalisasi pengeluaran yang berkaitan dengan biaya pembelian, pengantaran, dan penyimpanan produk adalah dengan menggunakan rumus Economic Order Quantity ini. Pasalnya, dengan mengetahui jumlah produk ideal yang harus dipesan, Anda tak perlu mengeluarkan biaya untuk kebutuhan yang sama dalam waktu yang berdekatan.

Misalnya saja, di dalam biaya pemesanan, biasanya terdapat biaya persiapan, biaya pengiriman produk, uang jalan, hingga biaya untuk penyelesaian barang yang akan dipesan. Jika Anda membeli barang dalam jumlah yang kecil dari jumlah idealnya, maka Anda akan 2 kali mengeluarkan biaya pemesanan tersebut dalam kurun waktu yang berdekatan.

Baca juga : 4 Perbedaan PPN dan PPh Wajib Anda Ketahui

Sama halnya jika Anda memesan produk dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan jumlah ideal, yang kemudian memperpanjang jangka waktu penyewaan gedung untuk menyimpan produk tersebut. Dengan begini, maka Anda akan mengeluarkan biaya penyimpanan yang lebih banyak, dibandingkan dengan biaya penyimpanan jika Anda memesan produk dalam jumlah idealnya.

Bagaimana Cara Menghitung Economic Order Quantity?

Agar bisa mengetahui jumlah ideal produk yang harus dipesan, Anda bisa gunakan rumus Economic Order Quantity. Rumus dari Economic Order Quantity adalah

Economic Order Quantity, Pengertian dan Cara Menghitungnya | Paper.id Blog

R adalah merupakan kuantitas produk yang dibutuhkan, S adalah nominal biaya untuk pemesanan produk, P adalah harga beli produk dalam bentuk satuan, dan I merupakan biaya penyimpanan produk di gudang. Minimalisasi pengeluaran perusahaan dengan menghitung Economic Order Quantity. Dengan menggunakan rumus Economic Order Quantity, maka Anda bisa mengetahui berapa jumlah ideal produk yang harus dipesan atau dibeli. Dengan begini juga, pengeluaran yang dibutuhkan untuk menutup biaya pemesanan dan penyimpanan produk di gudang juga akan bisa berkurang.

Tulis Komentar