Waktu Baca / 4 Menit

Jika ditanya mengenai perbedaan stakeholder internal dan eksternal. Sudah pasti jawaban mudahnya adalah ruang lingkup dan peranan yang berbeda.

Satunya mempunyai fungsi dari dalam, satunya lagi berperan dari luar. Hal itu memang benar. Jika ditinjau dari segi makna kata internal dan eksternal saja. Lantas sebenarnya apa perbedaan antara kedua? Agar lebih memahami peranan keduanya dalam dunia bisnis.

Simak penjelasan dibawah ini tentang perbedaan stakeholder internal dan eksternal.

Definisi Stakeholder

Stakeholder atau pemangku kepentingan adalah bagian penting dari organisasi. Yang dalam hal ini memiliki peran aktif dan pasif dalam mengembangkan tujuan organisasi. Anda dapat menemukan peran ini di mana saja, termasuk dalam bisnis atau perusahaan Anda.

Stakeholder sangat dibutuhkan dalam perusahaan untuk mendukung perkembangan aktivitas bisnis yang dilakukan di perusahaan itu. Ini termasuk orang-orang yang memenuhi peran ini di perusahaan, termasuk. pemegang saham atau penyedia modal untuk membantu perusahaan menjalankan bisnisnya dengan lancar.

Baca juga:
Apa itu Koreksi Fiskal dan Manfaatnya Untuk Perusahaan

Menurut Corporate Finance Institute, pemangku kepentingan adalah individu, kelompok, atau komunitas yang berkepentingan dengan suatu organisasi atau perusahaan. Pemangku kepentingan dapat mempengaruhi oleh bisnis atau sebaliknya.

Contoh pemangku kepentingan antara lain karyawan atau karyawan, pelanggan atau konsumen, investor, pemasok, masyarakat, dan bahkan pemerintah.

Masing-masing pemangku kepentingan tersebut memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menemukan cara untuk menyelaraskan tujuan bisnis dengan kepentingan para pemangku kepentingan tersebut.

Jenis-jenis Stakeholder

Menurut Investopedia, secara umum pemangku kepentingan terbagi menjadi dua, yaitu stakeholder internal dan eksternal.

1. Stakeholder Internal

Stakeholder internal adalah pemangku kepentingan di dalam perusahaan. Mereka memiliki kepentingan langsung di perusahaan sekaligus mempengaruhi bisnisnya.

Mereka mempunyai hubungan kepemilikan atau berperan dalam menjalankan fungsi perusahaan. Istilah tersebut juga disebut sebagai pemangku kepentingan internal. Berdasarkan penjelasan tersebut, pemilik bisnis dan karyawan merupakan contoh stakeholder internal.

2. Stakeholder Eksternal

Stakeholder eksternal adalah bagian dari pemangku kepentingan bisnis di luar organisasi. Mereka tidak memiliki hubungan kepemilikan atau pekerjaan dengan perusahaan. Dengan kata lain, mereka adalah mereka yang memiliki kepentingan dalam perusahaan selain pemegang saham dan karyawan perusahaan.

Seperti pemangku kepentingan internal, mereka berdampak pada perusahaan. Pada saat yang sama, mereka juga dipengaruhi oleh keputusan dan tindakan perusahaan. Kami juga menyebut mereka pemangku kepentingan eksternal.

Adapun contohnya meliputi konsumen atau pelanggan, pemasok, investor, pesaing, bank, pemerintah, dan lainnya.

Peran dan Fungsi Stakeholder dalam Dunia Bisnis

Stakeholder dalam kegiatan atau kegiatan bisnis memiliki peran yang berbeda-beda tergantung fungsi dan tanggung jawabnya, namun memiliki tujuan yang sama dalam mengembangkan perusahaan dalam kegiatan bisnis atau ekonomi.

1. Pemegang Saham atau Pemilik

Para pemegang saham ini bertindak sebagai investor yang memberikan modal untuk menjalankan perusahaan. Para pemegang saham ini juga menjalankan fungsi pengawasan di dalam perusahaan agar dapat memantau kinerja karyawan serta kondisi keuangan perusahaan.

2. Karyawan

Kinerja suatu perusahaan juga akan bergantung pada kinerja sumber daya manusianya. Di dalam sebuah perusahaan, karyawan tentu memiliki peranan penting dimana mereka adalah orang-orang yang berinteraksi langsung dengan proses produksi.

Kondisi nyaman dan sekaligus harmonis bagi karyawan akan menghasilkan kerjasama yang baik, tanpa menghiraukan kepentingannya.

3. Pemasok

Pemasok bertanggung jawab dalam menyediakan bahan baku yang akan digunakan selama produksi. Keterlambatan pasokan bahan baku niscaya akan mengganggu proses produksi yang berdampak pada proses pemasaran dan distribusi.

4. Konsumen

Konsumen juga merupakan pengguna sekaligus pemerhati produk perusahaan. Laku atau tidaknya barang tergantung selera masyarakat, oleh karena itu saran konsumen sangat penting untuk perkembangan perusahaan.

5. Bank

Orang perseorangan atau lembaga keuangan yang memberikan pinjaman kepada pengusaha. Pada dasarnya, kreditur memberikan pinjaman dalam kondisi tertentu sebagai jaminan bahwa uang mereka akan dibayar kembali tepat waktu dengan pelunasannya.

6. Konsumen

Perusahaan dapat / hanya dapat bertindak jika menargetkan konsumen yang merupakan pengguna produk atau jasa yang dijual. Untuk memenangkan konsumen, bisnis harus menyediakan produk terbaik dengan harga yang pantas.

7. Pesaing

Persaingan pasti akan terjadi di seluruh industri. Pesaing langsung adalah perusahaan yang memiliki produk / layanan yang sama di industri tertentu, misalnya Toyota adalah Honda.

8. Pemerintah

Pihak yang memiliki kewenangan dan kewenangan untuk mengeluarkan izin beroperasi.

Tanggung Jawab Sosial Stakeholder

Dalam hal menyeimbangkan peran dan hubungan stakeholder. Perusahaan harus memiliki tanggung jawab sosial, atau yang biasa dikenal dengan CSR (corporate social responsibility), kepada para pemangku kepentingannya jika ingin perusahaan terus beroperasi dalam jangka panjang, terutama dalam hal memaksimalkan keuntungan.

Adapun tanggung jawab sosial yang perlu dilakukan stakeholder meliputi:

1. Tanggung Jawab Sosial Terhadap Karyawan

Dalam melaksanakan pekerjaan di suatu perusahaan, pemilik usaha harus bertanggung jawab secara sosial kepada karyawan, antara lain menyediakan fasilitas yang nyaman dan layak bagi karyawannya, memastikan upah sesuai dengan kontrak kerja, serta tidak melakukan diskriminasi.

2. Tanggung Jawab Sosial Terhadap Konsumen

Jika dulu kita sering mendengar ungkapan “konsumen adalah raja”, kini berubah menjadi “konsumen adalah mitra”. Seperti mengatakan bahwa konsumen adalah mitra artinya perusahaan harus dapat menjadi mitra yang baik bagi konsumennya.

Dengan pendekatan CRM (Customer Relationship Management), perusahaan berusaha memberikan keuntungan yang baik dengan cara menjual produk/jasa kepada pelanggannya dengan harapan dapat dipesan ulang dari mereka.

3. Tanggung Jawab Sosial Terhadap Pemasok

Kolaborasi antara perusahaan dan pemasok harus dilakukan secara adil dalam penetapan harga dan hak untuk menjual, mendorong toleransi untuk membangun hubungan bisnis jangka panjang, selalu bertukar informasi dengan pemasok dan melakukan pembayaran tepat waktu kepada pemasok.

4. Tanggung Jawab Sosial Pemegang Saham

Dalam pengambilan sebuah keputusan, perusahaan wajib melibatkan semua pemegang saham. Karena perusahaan bertanggung jawab atas kepuasan investor, dan segala keputusan yang diambil oleh perusahaan adalah untuk kepentingan investor. Hubungan ini harus dijaga agar perusahaan berjalan sesuai tujuan yang diinginkan.

5. Tanggung Jawab Sosial Terhadap Lingkungan

Tanggung jawab sosial disini mengacu pada kelestarian lingkungan. Beberapa hal umum dilakukan perusahaan adalah memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, fasilitas umum, dan kesejahteraan.

Itu dia beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai stakeholder internal dan eksternal, serta peranannya dalam dunia bisnis. Dengan mengetahui semua hal di atas, akan sangat berguna jika Anda ingin memulai sebuah bisnis sendiri.

Tulis Komentar