Waktu Baca / 2 Menit

Informasi riil mengenai ketersediaan produk di gudang penyimpanan merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap pelaku usaha. Agar bisa memperoleh informasi tersebut, cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjalankan stock opname. Penasaran dengan stock opname ini? Simak berikut ini ulasan mengenai laporan stock opname, berikut dengan cara menyusunnya.

Apa Itu Stock Opname?

Stock opname merupakan suatu bentuk kegiatan perhitungan atas persediaan stok barang di gudang, sebelumnya akhirnya barang itu dijual. Nantinya, kegiatan ini akan menghasilkan data atau jumlah stok barang di gudang secara riil. Dalam melakukan stock opname, ketelitian yang penuh mutlak adanya, karena kesalahan penghitungan akan mempengaruhi laporan stok barang nantinya.

Cara Menyusun Laporan Stock Opname

  1. Buat file Laporan Stock Opname di Ms. Excel, untuk mempermudah pembuatan baris dan kolom, serta penghitungannya.
  2. Buat format laporan stock yang berisikan data berupa kode barang, nama barang, satuan, harga jual, harga pokok, persediaan awal, penjualan, pembelian, persediaan akhir, persediaan di gudang, selisih, dan keterangan pada sheet pertama. Data ini dimuat pada bagian kolom secara berurutan atau dari kiri ke kanan.
  3. Pada sheet kedua, buatlah daftar barang dagangan. Daftar ini bisa diisi dengan informasi kode barang, nama barang, satuan, harga pokok, harga jual satuan, dan total masing-masing barang tersebut.
  4. Kemudian, masukkan data di sheet pertama untuk persediaan awal. Agar Anda makin mudah mengisinya, pindahkan daftar barang dagangan yang ada di sheet kedua ke sheet pertama.
  5. Selanjutnya, isikan jumlah persediaan awal barang dagangan secara manual.
  6. Gunakan rumus perkalian untuk jumlah total persediaan awal dengan harga pokok.
  7. Input data penjualan yang bisa dilakukan dengan cara memasukkannya secara manual ke kolom jumlah penjualan.
  8. Selanjutnya, input juga data barang masuk dengan cara yang sama.
  9. Jangan lupa juga untuk menginput data persediaan akhir, untuk mencocokkan dengan nilai yang ada di buku persediaan. Data persediaan akhir diperoleh dengan cara mengurangkan jumlah persediaan awal dengan jumlah penjualan, lalu hasilnya ditambahkan dengan barang yang masuk.
  10. Terakhir, lanjutkan dengan mengisi kolom persediaan fisik barang yang ada di gudang

Manfaat Melakukan Stock Opname

1.     Mengetahui Kesesuaian Jumlah Barang di Pembukuan dengan Kondisi Riil

Stock Opname dilakukan untuk mengetahui apakah jumlah barang yang tercatat di pembukuan, memang sesuai dengan jumlah barang dalam kondisi riil alias tersimpan di gudang. Dengan begini, maka pelaku usaha bisa menghindari kekecewaan pelanggan, yang disebutkan masih tersedia di pembukuan, namun ternyata tidak tersedia saat dicek di gudang penyimpanan.

2.     Mengetahui Jenis Barang yang Laris dan Kurang Laku

Pelaksanaan stock opname yang rutin, juga akan memberikan informasi pada pelaku usaha mengenai barang apa saja yang laris atau disukai pembeli, serta barang yang kurang diminati. Alhasil, pelaku usaha pun bisa menentukan apakah harus memperbanyak jumlah barang yang disukai ataupun mengurangi ketersediaan barang yang kurang diminati, agar tak terjadi kerugian.

3.     Mengetahui Waktu yang Tepat untuk Memperbaharui Stok Barang

Kegiatan stock opname juga akan memungkinkan pelaku usaha untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memperbarui stok barang atau memesannya kembali. Dengan begini, tak akan terjadi kekosongan barang dalam waktu yang lama atau pun penumpukan barang di gudang penyimpanan.

Baca juga : Anti Ribet! Ini 4 Tips Jitu Menyusun Laporan Keuangan UMKM

Menyusun laporan stock opname akan bisa menginformasikan pada pelaku usaha mengenai jumlah riil barang yang ada di gudang. Dengan begini, maka akan bisa menghindari penumpukan barang atau pun kurangnya stok barang, karena adanya ketidaksesuaian jumlah dengan data yang tertulis di pembukuan.

Tulis Komentar