Reading Time: 2 minutes

Persaingan bisnis sembako terbilang sangat ketat. Namun perputaran modalnya begitu cepat sehingga memungkinkan barang yang datang hari ini, bisa habis begitu saja. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama distributor sembako agar ritme bisnis ini tetap terjaga. Di samping itu, adanya distributor sembako tentu membawa berbagai manfaat untuk pengecer. Apa saja?

1. Memenuhi Faktor Kelengkapan Barang yang Dijual

Apa jadinya jika punya toko sembako, tapi jumlah barangnya kurang lengkap atau terbatas pada satu kategori saja? Misalnya cuma jual beras dan jagung. Itu sih bukan sembako namanya. Tapi cuma sekadar jual 1 jenis barang. Sedangkan sembako (sembilan bahan pokok) menurut Menper No. 115 Tahun 1998, benar-benar memuat 9 jenis barang.

Barang-barang yang tercantum antara lain beras, gula pasir, susu, telur, garam beryodium, minyak goreng, minyak tanah atau gas, daging, serta sayuran atau buah-buahan. Sembilan bahan pokok tersebut biasanya disediakan dalam kondisi bagus oleh distributor. Beda cerita jika belinya dari banyak pengecer yang hanya fokus pada satu jenis barang saja.

2. Mendapatkan Selisih Harga yang Lebih Lebar

Berkat persediaan yang lengkap, distributor tentu memberikan harga kompetitif untuk para pengecer. Khususnya lagi jika Anda membeli pasokan sembako dalam jumlah besar. Beda kasus jika belinya pada banyak produsen. Memang sih beli langsung dari produsen itu lebih murah karena tidak melewati pihak perantara.

Misalnya ketika ingin jual telur, Anda mengambil barang tersebut dari peternak bebek. Kemudian beli susu dari peternakan sapi perah. Meski harga yang didapatkan sangat murah, tapi kurang praktis dari segi bisnis. Sedangkan waktu yang ada untuk perputaran modal sangat terbatas. Pilihan terbaik tetap lewat distributor.

3. Barang yang Dibeli Rata-Rata Memenuhi Kualitas Baik

Jenis barang sembako yang masuk ke distributor memang macam-macam. Namun pihak distributor tentu segan jika produk yang dijualnya dalam kondisi buruk. Hal ini berkaitan dengan loyalitas para pengecer yang bermitra. Sedangkan belakangan ini, persaingan antar-distributor cukup ketat. Terlebih setelah adanya marketplace online.

Kualitas baik ini menjadi jaminan untuk para pembeli agar nantinya datang lagi dan lagi. Satu saja keburukan didapatkan, pembeli akan selalu mengingat. Misalnya ketika suatu hari, telur yang dibeli oleh pelanggan ternyata sudah busuk. Si pembeli komplain, kenapa bisa begini atau begitu. Bagaimana cara menjawabnya? Kan repot.

Distributor sembako yang sudah profesional selalu mengusahakan agar barang dalam keadaan baru. Mengingat barang sembako itu rata-rata kurang tahan lama. Terutama barang yang tidak dikemas dalam keadaan rapat. Untuk menjaga kualitas tersebut, pihak distributor terus memaksimalkan pelayanan agar tetap cepat sesuai keinginan pengecer.

4. Barang Cepat Sampai ke Toko Sembako Anda

Berkat adanya fasilitas berupa aplikasi, para distributor pun jadi bisa dihubungi lewat online. Jadi, Anda tidak harus datang ke tempat distributor untuk mendapatkan pasokan sembako. Tinggal hubungi, deal-deal-an, jadi deh. Anda tinggal menunggu barang sampai di toko untuk kemudian dijual kembali. Namun manfaat ini belum bisa dirasakan oleh desa pelosok.

Mengapa demikian? Selain akses internet yang sulit, desa pelosok umumnya memiliki kendala di bidang transportasi. Tidak seperti desa-desa yang berdekatan dengan kota. Apabila toko Anda mengalami masalah ini, coba pindah lokasi ke tempat yang lebih strategis. Biar kerjasama dengan pihak distributor bisa terjalin secara berkelanjutan.

Baca juga : 5 Cara Meningkatkan Penghasilan Usaha Toko Kelontongan di Desa

Sebagai pemilik toko, adanya peluang kerjasama distributor sembako tidak boleh diabaikan begitu saja. Setelah menemukan distributor yang cepat, terpercaya, dan menawarkan harga kompetitif, jangan pindah-pindah lagi. Belum tentu distributor lain memberikan pelayanan yang sama-sama memuaskan.

Penulis

1 Komentar

Tulis Komentar