Waktu Baca / 2 Menit

Bank Indonesia bisa menggunakan 8 instrumen kebijakan moneter dalam mengatur banyaknya uang yang beredar di tengah masyarakat, salah satunya adalah kredit selektif. Karena itu, kali ini kita akan mempelajari pengertian kebijakan kredit dan cara kerjanya.

Apa yang Dimaksud dengan Kredit?

Kredit berarti meminjamkan uang yang pembayaran pengembaliannya dilakukan secara mengangsur. Sedangkan kredit selektif merupakan cara bagi bank sentral mengatur jumlah dan sektor kredit yang disalurkan berbagai bank umum. Sebagai contoh seperti BNI, BRI, BCA, Mandiri, BTN, dan lain-lain dengan hati-hati saat penyaluran kredit ke nasabah.

Tujuan Kredit Selektif

Jika dilihat dari tujuannya sendiri, maka tidak lepas dari 4 tujuan kebijakan moneter, yaitu:

  • Menjaga stabilitas ekonomi
  • Menjaga stabilitas harga
  • Meningkatkan kesempatan kerja
  • Perbaikan neraca pembayaran

Meski begitu, bisa juga dikatakan kalau kredit selektif ini memiliki tujuan khusus dalam mengendalikan jumlah uang yang beredar di tengah masyarakat. Maksudnya di sini adalah dengan mengatur berbagai syarat penyaluran kredit bagi nasabah yang hendak meminjam.

Dampak Kredit Selektif

Dampak dari kebijakan kredit selektif, jika bank sentral mengumumkan pembaruan berbagai syarat bagi nasabah yang hendak meminjam, maka bank umum harus mematuhinya. Jika ada nasabah yang hendak melakukan kredit, maka akan dicek apakah sudah memenuhi persyaratan atau belum.

Biasanya terdapat 5 kriteria yang akan digunakan atau disebut 5C, yaitu:

  • Character
  • Collateral
  • Capital
  • Capacity
  • Condition of economy

Tidak semua disetujui saat melakukan kredit karena syarat yang sering tidak terpenuhi. Jika nasabah tidak bisa memenuhi persyaratan atau mendapatkan kredit dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan yang diajukan, maka biasanya jumlah uang yang ada di tengah masyarakat pun tidak bisa bertambah banyak.

Namun, jika nasabah bisa memenuhi setiap persyaratan, maka dampaknya adalah jumlah uang yang beredar akan akan semakin bertambah.

Cara Kerja Kebijakan Kredit Selektif

Pertanyaannya adalah bagaimana cara kerja kredit staff ini? Jika memiliki tujuan mengurangi jumlah uang, maka cara kerjanya yaitu Bank Indonesia memperketat syarat pengajuan mengurangi sektor kredit dan mengurangi besarnya uang yang boleh diberikan ke nasabah. Lalu memberitahukannya ke setiap bank umum yang mengharuskan setiap bank mematuhi aturan baru tersebut.

Jika ada nasabah yang mengajukan kredit, maka bank melakukan pengecekan apakah memenuhi persyaratan atau tidak. Karena jumlah sektor dikurangi, banyak nasabah yang tidak bisa memenuhi persyaratan baru tadi. Hal ini membuat bank tidak harus mengeluarkan uang banyak untuk kredit, sehingga jumlah uang yang ada di tengah masyarakat tidak bertambah.

Jika tujuannya menambah jumlah uang, maka cara kerjanya yaitu Bank Indonesia memberikan kelonggaran mengenai berbagai syarat pengajuan kredit dengan cara menambah sektor yang bisa diberikan kredit dan jumlah uang yang disalurkan ke nasabah ditambah. Lalu memberitahukannya ke setiap bank umum agar aturan baru tersebut diikuti.

Jika ada nasabah yang mengajukan kredit, maka bank melakukan pengecekan apakah memenuhi persyaratan atau tidak. Karena bertambahnya jumlah sektor yang boleh diberikan kredit maka banyak nasabah yang bisa memenuhi persyaratan. Hal ini membuat bank mengeluarkan banyak uang sebagai kredit, dan membuat jumlah uang yang beredar akan bertambah banyak.

Baca juga : Mengenal Analisis Laporan Keuangan dan Langkah Mudah Membuatnya

Memahami kebijakan kredit juga menjadi hal penting bagi para nasabah untuk mengetahuinya. Sangat disarankan untuk tidak hanya meminjam, namun mengetahui terlebih dahulu seberapa kebijakan ini akan diterapkan bagi si peminjam. Hal ini sangat penting supaya nanti Anda tidak merasa rugi atau menyesal.

Tulis Komentar