Waktu Baca / 2 Menit

Vendor yang baik akan berpengaruh kepada nama baik perusahaan yang memilih, tak terkecuali memilih vendor jasa untuk perusahaan farmasi. Berikut ini kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih vendor untuk jasa tersebut.

1. Menyeleksi dan Mengevaluasi Kualitas Vendor

Sebelum mengkaji kriteria baik seperti apa yang digunakan untuk memilih vendor yang tepat, Anda disarankan untuk melakukan pendekatan kepada pihak vendor dan mendiskusikan hal-hal apa saja yang menjadi kriteria Anda dalam memilih sebuah vendor.

Mulai dari biaya, logistik, kualitas, profesionalisme hingga manajemen pihak vendor. Selain itu perhatikan juga hal-hal penting lainnya seperti komunikasi, fleksibilitas, kapasitas logistik, reputas hingga kecepatan respons kepada permintaan Anda.

Lakukan semua langkah-langkah tersebut setiap kali Anda menemukan vendor yang sekiranya cocok untuk perusahaan farmasi yang Anda butuhkan. Hal ini memudahkan Anda untuk mencari vendor-vendor terbaik dengan langsung mengkaji dan mengevaluasi vendor tersebut. Sekaligus meminimalisir dampak kerugian apabila terjadi salah pilih vendor.

2. Klasifikasi Vendor

Setelah menemukan vendor yang sesuai dan cocok dari segala kriteria yang Anda mengajukan, langkah kedua mengklasifikasikan vendor-vendor tersebut menjadi 3 kategori yakni highest risk, moderate risk, lowest risk.

Highest risk atau risiko tertinggi ialah vendor yang mampu memenuhi kualifikasi Anda namun memiliki masalah kestabilan dalam mutu dan jumlah pemasokan barang. Kemudian vendor yang memiliki kualitas regulasi yang buruk juga dimasukkan ke dalam highest risk vendor.

Sedangkan moderate risk adalah vendor yang memiliki bahan-bahan yang Anda butuhkan namun keamanannya tidak terjamin serta manajemen yang tidak baik. Pada lowest risk, ditempatkan pada vendor untuk kebutuhan-kebutuhan barang cepat habis seperti makanan dan obat-obatan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kemampuan vendor dalam memenuhi kebutuhan perusahaan bisa menggunakan kuesioner untuk mendapatkan informasi tersebut. Selain itu kuesioner juga berguna dalam melihat standar mutu pada tiap-tiap vendor terpilih.

3. Mematuhi Aturan Pemerintah dan Regulasi yang Berlaku

Langkah selanjutnya dalam menentukan vendor ialah memastikan bahwa pihak vendor memiliki identitas, kuantitas, dan kualitas sekaligus mutu obat yang baik dengan menggunakan regulasi serta aturan yang berlaku.

Selain itu, jika Anda mencari vendor khusus untuk obat-obatan maka pastikan operasionalnya memadai dilakukan dengan standar SOP perusahaan yang baik agar aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Kualitas manajemen vendor yang kuat, bahan baku yang baik, laboratorium yang memadai, serta prosedur pengoperasian yang berkualitas juga menjadi persyaratan yang harus Anda pertimbangkan dengan baik.

4. Memiliki Sertifikasi yang Kredibel

Jangan lupa untuk memastikan bahwa pihak vendor memiliki sertifikat kredibel berupa penilaian yang menyatakan bahwa vendor tersebut memang khusus sebagai pemasok barang-barang tertentu yang berhubungan dengan farmasi beserta proses dan sistem manajemennya telah memenuhi persyaratan dari lembaga pengawas independen sehingga bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua yang terkait dengan pemesanan oleh perusahaan farmasi Anda memiliki kualitas yang baik dan tidak mengecewakan.

5. Buat Perjanjian Kerja dan Perjanjian Kualitas Barang

Setelah melewati empat kriteria di atas, langkah selanjutnya ialah syarat dan ketentuan kontrak yang seharusnya dinegosiasikan bersama antara pihak perusahaan dengan pihak vendor.

Baca juga : 3 Jenis Alat Komunikasi untuk Instansi Pemerintah 

Tuliskan secara lengkap, detail dan jelas tentang harga, penerimaan barang, waktu perjanjian proyek, pemeliharaan, hingga hal-hal yang berkaitan dengan pembayaran. Kemudian, buatlah perjanjian kualitas barang yang berisi mengenai parameter kualitas yang diinginkan perusahaan dan yang bisa dijanjikan oleh pihak vendor jasa untuk perusahaan farmasi Anda. Perjanjian tersebut berisi parameter kualitas dan mutu, siapa saja yang harus bertanggung jawab atas hal tersebut. Lalu, tetapkan ekspektasi perusahaan Anda terkait kinerja vendor agar produk atau jasa yang diharapkan sesuai dan memenuhi kualitas yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tulis Komentar