Kategori

Peluang Usaha

Kategori
Waktu Baca / 2 Menit

BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia telah memberi keleluasaan kepada para pengusaha terkait izin edar. Sayangnya, di luar sana masih saja ada yang nekat menjual kosmetik, obat, atau makanan tanpa memperhatikan faktor keamanan. Sebagai konsumen, pasti tidak mau kan jika sampai mengonsumsi produk berbahaya? Berikut cara cek produk BPOM resmi atau tidak?

Apa Sebenarnya Peran dari Keberadaan BPOM?

Sesuai dengan Perpres No. 80 Tahun 2017 pasal 2, BPOM memang ditugaskan untuk mengawasi makanan & obat. Produk yang berkaitan antara lain pangan olahan, kosmetik, suplemen kesehatan, zat adiktif, hingga obat tradisional. BPOM juga melakukan pemeriksaan lewat laboratorium ketika menilai mutu suatu produk secara mendetail.

Di lapangan, BPOM juga diberikan wewenang untuk melakukan investigasi terhadap kasus-kasus pelanggar hukum. Badan ini pula yang mengadakan kegiatan berupa layanan informasi kepada konsumen. Proses sertifikasi produk juga ditangani oleh BPOM. Dengan peran sepenting itu, sayang jika fitur “telusur produk yang terdaftar di BPOM” diabaikan.

Inilah Cara Cek Produk BPOM lewat HP Android

Berhubung saat ini banyak yang memiliki HP Android, maka langsung saja buka browser Anda. Boleh pakai browser bawaan, Google Chrome, ataupun Mozilla Firefox. Amat tidak disarankan untuk menggunakan UC Browser karena terdapat banyak kendala ketika mengakses laman per laman.

  • Setelah buka browser, ketikan https://cekbpom.pom.go.id/ pada kolom pengisian url bagian paling atas.
  • Kalau halaman utama sudah terbuka, gulir layar ke area “Cari Berdasarkan”. Lalu pilih Nama Produk atau Nomor Registrasi.
  • Isi kolom tersebut sesuai dengan produk yang hendak Anda telusuri. Kemudian, klik “Cari”.
  • Biasanya langsung terlihat nama produk kalau benar-benar sudah terdaftar. Untuk proses pengecekan produk BPOM bisa lewat aplikasi yang ada di Google Play Store.

Bagaimana Cara Membaca Kode-Kode pada Produk BPOM?

Untuk memudahkan pengarsipan, BPOM menggunakan kode khusus untuk mengelompokkan data-data tentang produk. Biasanya, nomor kode BPOM terdiri dari 16 digit atau 9 digit. Deretan kode yang 16 digit itu berisi merek, jenis kemasan, kode jenis pangan, kode urut provinsi, hingga kode urut pabrik.

Adapun untuk kode yang 9 digit berisi kode produk (kosmetik, suplemen, atau obat tradisional), tahun pembuatan, hingga jumlah produksi. Apabila Anda tidak menemukan produk dalam daftar urut BPOM, maka bisa dipastikan palsu. Sebaiknya langsung saja dikembalikan ke tempat pembelian. Boleh juga kok kalau mau melapor ke BPOM.

Bagaimana Cara Melaporkan Produk Palsu ke BPOM?

Terkait hal ini, sebagian besar orang lebih memilih untuk mundur daripada melapor. Mereka tak mau berurusan dengan badan pemerintah. Padahal, dengan laporan tersebut, sebetulnya mereka berkesempatan untuk menyelamatkan banyak orang dari bahaya produk. Berikut langkah yang bisa Anda tempuh jika ingin melaporkan ke BPOM.

  • Sebelum membuat pengaduan, pastikan sekali lagi bahwa produk tidak memiliki alamat industri farmasi yang jelas. Cek juga ada atau tidak informasi terkait izin edar, nomor bets, expired date, dan identitas produk lainnya.
  • Kalau dirasa sudah yakin bahwa produk itu palsu atau berbahaya, bisa kirim e-mail ke halobpom@pom.go.id. Biasanya pihak BPOM akan memberikan respons paling lama cuma 1 jam. Sedangkan proses tindak lanjut bisa memakan waktu hingga 10 hari kerja.

Pihak BPOM sangat berharap bisa terus bekerja sama dengan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Bagaimanapun, keamanan dan keaslian produk memang perlu diberi perhatian khusus. Sebab dampaknya bisa bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, manfaatkan cara cek produk BPOM tersebut seperlunya. Minimal untuk jaga-jaga agar selalu waspada.