Kategori

Inspirasi

Kategori

Tiap tahun selalu saja ada bisnis baru yang muncul dan viral di media-media. Tidak terkecuali dengan tahun 2020 ini. Di tahun ini, peluang usaha terbaru dan terlaris masih didominasi oleh bidang kuliner. Sebut saja produk olahan dari kecimpring, es krim goreng, minuman kekinian, hingga jamur tiram organik. Sebesar apa prospek bisnis tersebut?

1. Bisnis Kecimpring dengan Berbagai Varian Rasa

Kecimpring atau opak singkong memiliki rasa yang sangat gurih. Begitu digigit, kesan renyahnya juga tak main-main. Kesan itulah yang membuat Tata Surya, pengusaha kecimpring asal Cidadap fokus mendalaminya hingga jadi bisnis potensial. Produk olahan kecimpring yang dibuatnya memiliki varian rasa cokelat, buah naga, hingga jagung pedas.

Dengan memanfaatkan tenaga ibu-ibu tetangga sekitar, bisnisnya terus mengalami perkembangan. Dalam sebulan, ia mampu memproduksi kecimpring hingga 350 bungkus. Berhubung proses pengeringannya masih pakai bantuan sinar matahari, maka saat musim hujan tiba, ia ambil jeda. Sejauh ini, produk kecimpring buatannya tak pernah sepi peminat.

2. Bisnis Boba Drink

Ada yang menyebut bubble drink. Tapi nama populernya tetap boba drink. Bisnis ini mulanya dipopulerkan oleh negeri Taiwan. Bahan-bahannya sangat sederhana, yakni cuma tepung tapioka, air hangat, dan pewarna makanan. Bagian tersulitnya barangkali soal strategi pemasaran karena di mal-mal sudah didominasi oleh brand besar seperti Xing Fu Tang.

Kalau mau yang lebih mudah, coba bermitra dengan waralaba boba drink. Misalnya Mobo Thai Tea, NINE, Wano Boba Tea, atau Fat Boba Drink. Modal yang diperlukan untuk menjalin kemitraan kira-kira 4,5 juta Rupiah. Modal tersebut nantinya dipakai untuk beli paket waralaba yang berisi booth, bahan baku, banners, dan lain-lain.

3. Bisnis Es Krim

Daripada menggarap bisnis “tertidur” atau belum jelas prospeknya, bukankah lebih baik pilih yang sudah ada pasarannya? Salah satunya adalah jualan es krim. Di kalangan masyarakat Indonesia, produk es krim sangat populer karena cocok dengan kawasan tropis. Modal yang perlu dikeluarkan sekitar 2,3 juta Rupiah untuk beli lemari es dan bahan baku.

Untuk permulaan, fokus pada satu varian rasa dulu. Misalnya rasa cokelat karena tidak hanya disukai anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Biar hasilnya maksimal, memang lebih baik beli bubuk es krim, sendok, dan gelas plastik sendiri sih. Nantinya kalau sudah mahir, bisa ditambah varian rasa lainnya seperti durian, pisang, dan lain-lain.

4. Bisnis Jualan Kaos Kaki Branded

Tidak hanya baju, jam tangan, atau tas saja yang bisa dijual mahal. Kaus kaki pun bisa. Laksita, pengusaha muda asal Kebumen telah membuktikannya. Meski ia hanya jualan kaus kaki, dalam sebulan ternyata mampu meraup omzet sampai 300 juta Rupiah. Daripada banting-bantingan harga, ia lebih fokus pada upaya untuk mengembangkan brand-nya.

Produk kaus kakinya yang bernama Voria Socks bahkan sudah meluncur ke Australia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia. Keunggulan Voria Socks ada pada motif, kemasan, tampilan foto di Instagram, serta pelayanan yang serba-ramah. Apakah Anda tertarik untuk mengikuti jejaknya?

5. Bisnis Jamur Tiram Organik

Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat semakin tinggi. Buktinya, sekarang produk herbal dan serba organik begitu diminati. Tak terkecuali dengan jamur tiram. Di Jember, ada Central Organic Farming yang berhasil memadukan konsep sociopreneur dengan jamur tiram organik. Sekali-kali, coba mampir ke sana untuk mempelajari teknik-tekniknya.

Mencari peluang usaha terbaru dan terlaris itu tidak sulit. Kendala utamanya justru datang dari niat dan konsistensi ketika mengembangkan usaha hingga bercabang-cabang. Di bidang kuliner, misalnya, banyak yang akhirnya mandek karena tergencet masalah suplai dari petani. Oleh karena itu, sebelum melangkah jauh, coba pertimbangkan soal hulu-hilir dalam bisnis.