Waktu Baca / 2 Menit

Pernahkah Anda mendengar GDP atau Gross Domestic Product? Tahukah Anda berapa GDP suatu negara? Gross Domestic Product adalah nilai total barang dan jasa yang telah diproduksi dalam suatu negara. Berikut penjelasan beserta contohnya.

Seputar Gross Domestic Product

GDP ini pada dasarnya diukur sesuai dengan jangka waktu tertentu, misalnya dalam kurun waktu satu tahun. Gross Domestic Product ini dijadikan sebagai indikator ekonomi yang dimanfaatkan di seluruh dunia dengan tujuan menunjukkan kesehatan ekonomi suatu negara.

Biasanya untuk negara berpenghasilan rendah atau menengah, pertumbuhan GDP ini yang tinggi akan begitu penting dalam hal memenuhi kebutuhan populasi yang meningkat. Itulah mengapa, tingkat pertumbuhan GDP Indonesia sendiri merupakan sebuah indikator penting dari perkembangan dan kemajuan ekonomi negara.

Nyatanya bukan hanya mengukur kesehatan ekonomi maupun membantu pemerintah menyusun kebijakan, angka tingkat pertumbuhan GDP ini pun juga berfungsi bagi para investor saat akan mengambil keputusan yang lebih baik mengenai investasi. 

Cara Sederhana Menghitung GDP

Kantor statistik pusat, atau yang biasa disebut dengan BPS, berperan penting untuk mengumpulkan data saat akan menghitung GDP. BPS ini sendiri akan mengumpulkan data GDP dengan cara berkoordinasi dengan beberapa lembaga dan yang dikelola negara.

Jika nanti proses pengumpulan data selesai, tugas penghitungan GDP pun akan dimulai. Di sini ada tiga metode untuk mencapai angka GDP:

1. Dengan menggunakan biaya faktor, metode pertama yaitu dengan melihat kegiatan ekonomi.

2. Metode kedua yaitu dengan menggunakan metode berbasis pengeluaran.

3. Lalu kemudian, GDP nominal akan dihitung dengan cara menggunakan harga pasar saat ini, namun setelah menyesuaikan inflasi.

Rumus Gross Domestic Product

Jika Gross Domestic Product adalah nilai total barang dan jasa yang  diproduksi, maka sebelum mendapatkan total ini, ada rumus yang digunakan untuk menghitung GDP ini, yaitu dengan melakukan pendekatan pengeluaran adalah sebagai berikut:

GDP ini biasa dibuat dalam sebuah rumus:

C + I + G + X – M

Keterangan: rumus yang di atas, artinya GDP ini meliputi pengeluaran konsumsi pribadi (C), investasi bisnis (I), pengeluaran pemerintah (G), ekspor (X), dan impor (M). Gross Domestic Product, ini biasanya akan dihitung oleh badan statistik nasional negara dengan mengikuti standar internasional. Sementara di Indonesia, GDP ini akan diukur oleh Badan Pusat Statistik.

Contoh Gross Domestic Product

Product atau Produk yang disebut Produk Domestik Bruto merupakan singkatan dari produksi, atau pengeluaran ekonomi, dari barang dan jasa akhir yang nantinya akan dijual di pasar. Contohnya ada 2 bagian, yaitu:

1. Produk Termasuk dalam GDP

Akhir barang dan jasa yang nantinya dijual untuk menghasilkan uang. Disini hanya penjualan barang akhir yang akan dihitung, sebab transaksi mengenai barang, digunakan untuk membuat barang akhir. Sebagai contoh, pembelian kayu yang dimanfaatkan untuk membangun kursi telah dimasukkan dalam nilai total barang akhir dimana ini masuk dalam kategori terjual.

2. Produk yang Tidak Termasuk dalam GDP

  • Pekerjaan yang tidak dibayar merupakan pekerjaan yang dilakukan di dalam keluarga, pekerjaan sukarela, dll.
  • Pekerjaan kompensasi non moneter.
  • Barang yang tidak diproduksi dijual di pasar.
  • Barang dan jasa yang akan dibarter.
  • Pasar gelap.
  • Aktivitas ilegal.
  • Pembayaran transfer.
  • Penjualan barang bekas.
  • Barang dan jasa yang dipakai untuk memproduksi barang dan jasa lainnya.

Baca juga : Mengenal Economic Order Quantity dalam Berwirausaha

Produk Domestik Bruto atau yang biasa dikenal sebagai Gross Domestic Product adalah salah satu indikator penting untuk mengukur kondisi perekonomian suatu negara.

Tulis Komentar