Waktu Baca / 6 Menit

Hidup tidak luput dari setiap manusia dalam proses penerapan manajemen. Manfaatnya juga dirasakan di berbagai lapisan masyarakat. Baik itu untuk pemerintahan, pendidikan, dunia kesehatan maupun perusahaan.

Lantas apa saja fungsi manajemen? Simak ulasan mengenai manajemen beserta fungsinya dibawah ini.

Apa Itu Manajemen?

Secara umum manajemen merupakan proses pengorganisasian yang sistematis sehingga pengendalian dan pengawasan dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Kata management berasal dari bahasa inggris yang artinya “manage” yang artinya mengatur, merencanakan, memelihara, memimpin dan juga mengelola. 

Manajemen adalah seni dalam proses dan ilmu pengorganisasian. Dengan kata lain, manajemen adalah seni mengelola sesuatu, baik manusia maupun pekerjaan. Dalam praktiknya, manajemen memiliki subjek dan objek. Subjek adalah orang yang mengatur, sedangkan objek adalah orang yang mengatur. 

Jika menyangkut orang yang mengatur, merumuskan, dan menjalankan berbagai aktivitas manajemen, dia disebut manajer. Begitulah luas cakupan pengelolaannya. Bahwa sebagian ahli juga berusaha memastikan pemahaman dari sudut pandang masing-masing.

Sejarah Manajemen

Beberapa orang memandang manajemen sebagai konseptualisasi modern akhir dalam pengertian modernitas akhir. Dalam kondisi ini, ia tidak dapat memiliki sejarah pramodern.

Namun, yang lain mendeteksi pemikiran seperti manajemen pada pedagang Sumeria kuno dan pembangun piramida di Mesir Kuno. Pemilik budak telah bergumul dengan masalah dalam menggunakan / memotivasi tenaga kerja yang ada selama berabad-abad, tetapi terkadang berkecil hati atau enggan dan mempertahankan sistem kontrol yang seimbang.

Munculnya kodifikasi akuntansi entri ganda (1494) memberikan penilaian manajemen, perencanaan dan alat kontrol yang menunjukkan bahwa manajemen telah dikenal.

  • Suatu organisasi akan lebih stabil jika anggotanya memiliki hak untuk mengungkapkan perbedaannya dan menyelesaikan konflik di dalamnya. 
  • Walaupun satu orang dapat memulai sebuah organisasi, namun akan bertahan lama jika diorganisir, terutama jika mereka memiliki banyak orang dan ingin mempertahankannya.
  • Manajer yang lemah dapat mengikuti yang kuat, tetapi manajer yang lemah tidak dapat mempertahankan otoritas.

Dengan perubahan tempat kerja setelah revolusi industri di abad ke-18 dan 19 pada pengelolaan pabrik baru melalui manajemen yang baik. Mengingat skala kegiatan komersial yang berkembang dan kurangnya dokumentasi mekanis, maka masuk akal bagi sebagian besar pemilik bisnis pada saat itu untuk menjalankan fungsi manajemen sendiri. 

Baca juga:
Mengenal Sistem Baru Perizinan Usaha di Zaman Ini

Namun, ketika organisasi tumbuh lebih besar dan lebih kompleks, perbedaan antara pemilik (individu, dinasti industri, atau kelompok pemangku kepentingan) dan manajer sehari-hari (spesialis perencanaan dan pengendalian independen) secara bertahap menjadi lebih umum.

Tujuan Manajemen

Sebelum membahas mengenai fungsinya, berikut ini beberapa tujuan dari manajemen:

1. Dapatkan Hasil yang Maksimal

Tujuan utama manajemen adalah untuk memastikan hasil yang maksimal dengan sumber daya yang minimum. Biaya harus dipotong, tetapi kualitas tertinggi tetap harus ditekankan.

2. Tingkatkan Efisiensi 

Dengan memanfaatkan berbagai faktor produksi secara tepat, efisiensinya dapat ditingkatkan semaksimal mungkin dengan mengurangi pembusukan, pemborosan, dan segala jenis kerusakan, yang pada gilirannya menghemat waktu, tenaga dan uang yang diperlukan untuk perkembangan dan kesejahteraan perusahaan.

3. Membuat Karyawan Sejahtera

Manajemen memastikan kelancaran operasi dan dikoordinasikan untuk memastikan manfaat maksimum bagi karyawan dalam bentuk kondisi kerja yang baik, sistem remunerasi yang sesuai, rencana insentif di satu sisi dan keuntungan yang lebih tinggi untuk manajemen di sisi lain.

Elemen dalam Manajemen

Beberapa elemen manajemen akan mendukung kelancaran operasi bisnis. Secara keseluruhan terdapat 7 elemen dalam kegiatan manajemen yaitu:

1. Manpower (Tenaga Kerja)

Tenaga kerja mengacu pada sumber daya manusia yang terlibat dalam menerapkan strategi pemasaran yang ada atau yang baru. Ini kemudian dapat dipecah menjadi sumber daya manusia tertentu yang dapat secara langsung dikaitkan dengan strategi tertentu, tetapi itu juga dapat mencakup aset tidak langsung.

Misalnya, biro iklan yang biasa melakukan kampanye komunikasi bisa menjadi sumber daya “tenaga kerja”. Waktu yang dihabiskan oleh penjual untuk melacak prospek dari kampanye yang sama juga bisa menjadi sumber daya langsung. 

Sumber daya kerja tidak langsung dapat berupa waktu yang dihabiskan oleh tim pemasaran untuk kampanye tertentu, yang dalam prakteknya sulit diukur.

2. Money (Uang)

Uang dapat menjadi alat untuk mencapai tujuan, menggunakannya dengan perhitungan yang rasional. Uang merupakan bagian penting dari kelangsungan hidup perusahaan.

3. Materials (Bahan)

Elemen ini adalah rantai pasokan yang mendukung strategi pemasaran dan manajemen saat ini dan di masa depan. Elemen ini untuk mempertimbangkan ruang lingkup rantai pasokan dalam bagan mentah untuk menambah nilai pada strategi. 

Selain itu juga dapat mengevaluasi bahan produksi spesifik yang digunakan untuk menghasilkan produk yang mendukung strategi manajemen itu sendiri.

4. Machines (Mesin)

Mesin dibutuhkan oleh orang-orang untuk melakukan tugas-tugas sulit dengan lebih mudah dan cepat. Penggunaan mesin akan meningkatkan hasil dan keuntungan serta menjadikan proses kerja lebih efektif dan efisien.

5. Methods (Metode)

Metode yang tepat dapat membuat pekerjaan Anda lebih efektif dan efisien. Cara kerja harus memperhatikan tujuan, fasilitas, waktu, uang dan kegiatan usaha.

6. Market (Pasar)

Unsur berwujud mempengaruhi unsur pasar karena barang atau jasa yang dijual harus berkualitas baik. Unsur pasar penting untuk perkembangan bisnis agar lebih dikenal masyarakat.

7. Time (Waktu)

Waktu mungkin merupakan sumber daya yang paling berharga dan mengharuskan Anda untuk meninjau perencanaan manajemen dan proses perencanaan waktu seefektif mungkin. Misalnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa produk baru ke pasar? seberapa sensitif organisasi terhadap tekanan persaingan?

Fungsi Manajemen

Manajemen sering kali digambarkan sebagai proses sosial yang melibatkan tanggung jawab atas tujuan ekonomi, dengan perencanaan yang efektif dan prinsip operasi perusahaan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu. Untuk mencapai tujuan organisasi atau tujuan bersama, berbagai elemen berfungsi dengan sesuai. 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, berikut ini fungsi manajemen yang dijelaskan oleh Knoontz dan O’Donnell, yang usulan keduanya telah diterima secara luas oleh praktisi dan akademisi. Lebih jelasnya berikut ini fungsi dari manajemen.

1. Planning (Perencanaan)

Perencanaan adalah fungsi manajemen yang fundamental. Perencanaan melibatkan pengukuran hasil suatu kegiatan yang belum diambil untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang hasil yang ingin dicapai. Knoontz menggambarkan perencanaan sebagai keputusan yang dibuat sebelum tindakan nyata apa pun.

Keputusan adalah tentang apa yang harus dilakukan, kapan dan bagaimana. Merencanakan bisa menjadi jembatan antara di mana Anda berada dan di mana Anda menginginkan posisi Anda di masa depan. Dengan pemikiran ini, Anda dapat memahami perencanaan sebagai upaya sistematis untuk mencapai tujuan yang direncanakan semula.

Pada dasarnya, perencanaan tidak hanya mencakup apa yang ingin Anda lakukan, tetapi juga apa yang tidak boleh atau tidak boleh Anda lakukan. Oleh karena itu, Perencanaan adalah perencanaan, sekaligus mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul untuk mencapai tujuan yang direncanakan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang wajib Anda perhatikan untuk membuat perencanaan:

  • Specific: Rencana harus memiliki tujuan dan sasaran yang jelas, termasuk kisaran sasaran yang ingin dicapai. 
  • Terukur: Perencanaan perlu memiliki tingkat keberhasilan yang terukur untuk mengetahui hasil baik secara berkala maupun di akhir periode implementasi. 
  • Achievable: Perencanaan harus mencakup rencana yang dapat dicapai, tidak hanya fiktif.
  • Realistic: Perencanaan harus memperhitungkan kemampuan dan sumber daya Anda, keseimbangan antara apa yang Anda saat ini dan apa yang Anda harapkan untuk masa depan.
  • Time: Perencanaan harus memiliki tanggal penyelesaian yang jelas sehingga pada akhirnya dapat dilakukan penilaian dan evaluasi untuk mengetahui apakah pelaksanaan perencanaan telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau belum.

2. Organizing (Pengorganisasian)

Organisasi mencakup kegiatan pengaturan yang melibatkan sumber daya manusia, fisik dan keuangan untuk meningkatkan produktivitas untuk mencapai tujuan bersama. Henry Fayol berpendapat bahwa pengorganisasian adalah mengatur bisnis agar semua elemen seperti bahan mentah, input, modal dan sumber daya manusia berguna dan berfungsi dengan baik.

Sebuah organisasi selalu menyertakan sumber daya manusia dan non-manusia, seperti mesin dan teknologi, misalnya. Proses organisasi meliputi: identifikasi kegiatan, klasifikasi kegiatan, alokasi tugas, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab, badan koordinasi dan tanggung jawab.

Ketika Anda mendefinisikan kegiatan apa yang dilakukan, siapa orang yang berhak, siapa yang memiliki kendali dan tanggung jawab, sebenarnya Anda sedang mengatur sesuatu. Pengorganisasian mungkin merupakan tindakan merencanakan pos.

3. Staffing (Sumber Daya Manusia)

Fungsi SDM adalah mendistribusikan sumber daya manusia dalam struktur organisasi agar orang-orang tetap terlibat dalam organisasi. Pentingnya fungsi personalia dalam manajemen muncul seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat di era industri. 

Perkembangan teknologi diyakini dapat meningkatkan kompleksitas perilaku manusia dalam organisasi. Bisnis berkembang pesat karena proses produksi berbasis teknologi membutuhkan peran manusia untuk dimonitor dan dikendalikan.

Koontz dan O’Donnel menemukan bahwa fungsi staffing adalah menempatkan orang dalam struktur organisasi melalui seleksi yang tepat dan efektif. Selain itu, pekerjaan juga mencakup pengembangan diri melalui pelatihan, penilaian kinerja, promosi dan mutasi.

4. Directing (Arahan)

Fungsi kepemimpinan merupakan bagian dari fungsi manajerial yang menggerakkan metode organisasi agar bekerja secara efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Pengarah adalah fungsi manajerial yang berhubungan langsung dengan aktivitas.

Beberapa elemen yang dapat digambarkan sebagai kepemimpinan adalah: supervisi, motivasi, kepemimpinan dan komunikasi. Jika perencanaan, organisasi, dan personel masih memasukkan unsur persiapan, maka pengarahan adalah pasca perencanaan.

Pengawasan adalah mengatur, mengarahkan dan mengendalikan kegiatan kerja yang dilakukan oleh karyawan. Motivasi berarti memicu, menginspirasi, dan mendorong seseorang untuk bertindak dengan atau tanpa dorongan. 

Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses dimana seorang manajer atau pemimpin membimbing dan mengarahkan pekerjaan staf ke arah yang diinginkan. Komunikasi berarti proses mentransfer informasi, pengalaman, pendapat dari satu orang ke orang lain.

5. Controlling (Pengawasan)

Fungsi kontrol mencakup pengukuran hasil, terlepas dari apakah hasil tersebut sesuai dengan standar tertentu atau tidak. Tujuan audit adalah untuk menentukan apakah semua aktivitas yang dilakukan memenuhi standar atau tidak. Di sini Anda dapat memahami bahwa pengendalian berada di akhir proses manajemen.

Menurut pakar manajemen Theo Haimann, pengendalian adalah proses memeriksa apakah kemajuan bergerak menuju suatu tujuan atau tidak. Jika kemajuan tidak mencapai tujuan, evaluasi perlu dilakukan.

Tindakan pengendalian termasuk menetapkan standar kinerja, mengukur hasil aktual, membandingkan hasil aktual dengan standar untuk menemukan kemungkinan perbedaan, dan akhirnya mengambil tindakan korektif.

Seperti itulah beberapa fungsi manajemen yang wajib Anda ketahui beserta dengan beberapa hal penting mengenai manajemen. Dengan mengetahui berbagai fungsinya, akan memudahkan Anda untuk mengelola perusahaan yang Anda dirikan. 

Tulis Komentar