Waktu Baca / 2 Menit

Siapa yang tak mengenal istilah ekonomi. Ekonomi berasal dari bahasa Yunani, “oikos” yang bermakna rumah tangga, dan “nomos” yang berarti peraturan yang berlaku. Jadi, ekonomi dapat diartikan sebagai peraturan yang berlaku dalam rumah tangga. Namun istilah ini juga dapat digunakan untuk skala yang lebih besar dari rumah tangga, seperti perusahaan maupun negara. Ilmu ekonomi sangat diperlukan dalam mengelola sebuah rumah tangga, perusahaan, maupun negara. Ekonomi mikro dan makro adalah dua ilmu ekonomi yang umum digunakan di dunia. Perbedaan mikro dan makro dapat ditinjau dari berbagai perspektif berikut.

  1. Ruang Lingkup

Studi mikro mempelajari variabel dalam lingkup yang kecil. Hal yang ditinjau dari ekonomi ini seperti perilaku konsumen, rumah tangga, permintaan dan penawaran. Sedangkan pada ekonomi makro skala variabelnya lebih luas daripada mikro. Hal ini dapat berupa pengambilan keputusan ekonomi secara nasional.

  1. Fokus Pendekatan

Ekonomi mikro berfokus pada elemen dasar, pendekatan bottom up. Sehingga fokus ekonomi ini ada pada perspektif individu di tingkat konsumen. Ekonomi makro menggunakan pendekatan top down dimana fokusnya berupa siklus ekonomi, bisnis atau utang jangka panjang dan pendek.

  1.  Konsep Dasar

Fokus konsep dasar teori mikro ada 3, yaitu teori produksi, teori harga, dan teori distribusi. Sementara itu, konsep dasar pada ekonomi makro adalah Output dan Income, Pengangguran, Inflasi dan Deflasi. 

  1. Tujuan Analisis

Titik berat mikro terletak pada cara pengalokasian dana dari sumber daya seperti modal, peralatan, maupun tenaga kerja sehingga dapat diperoleh keuntungan. Titik berat ekonomi makro terletak pada analisis pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara menyeluruh baik nasional maupun internasional. 

  1. Fungsi dan Manfaat

Fungsi dan manfaat dari mikro dan makro pasti berbeda. Ekonomi mikro dan makro adalah membahas elemen yang sama, hanya berbeda sudut pandang. Ekonomi mikro ditujukan dan bermanfaat untuk menentukan sebuah produk guna mendapatkan keuntungan. Sedangkan mikro lebih fokus dalam mencari keseimbangan dalam penyelesaian masalah.

Perbedaan mikro dan makro tersebut saling berikatan satu sama lainnya. Ekonomi mikro dapat dilihat pada kegiatan antara produsen dengan konsumen. 

Contoh-Contoh Ekonomi Mikro

  1. Permintaan

Jumlah barang atau jasa yang diminta maupun dibeli oleh pembeli atau konsumen disebut permintaan. Permintaan ini berhubungan dengan harga barang. Jika harga barang tinggi, maka permintaan terhadap barang akan berkurang, begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, konsumen disini sebagai pelaku karena melakukan permintaan sehingga masuk ke dalam ekonomi mikro.

  1. Penawaran

Berbeda dengan permintaan, penawaran merupakan jumlah barang atau jasa yang tersedia atau diperjualkan oleh penjual/produsen ke pembeli/konsumen. Dalam hal ini, produsen memegang kendali sebagai pelaku ekonomi karena menawarkan barang atau jasa.

Ekonomi makro sebagai skala besar tentu cakupannya lebih besar dari mikro seperti di atas. Ekonomi makro dapat meliputi kebijakan ekonomi suatu negara, pendapatan nasional, inflasi, dan deflasi.

Kebijakan Ekonomi Suatu Negara

Penentu kebijakan ekonomi suatu negara ini diantaranya adalah inflasi, deflasi, dan pengangguran. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengeluarkan kebijakan ekonomi berupa kebijakan moneter maupun fiskal.

Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional sering menjadi acuan dalam pertumbuhan ekonomi negara. Dalam hal ini, pemerintah mempertimbangkan kebijakan yang diambil dalam setahun guna memperoleh keseimbangan pendapatan nasional.

Baca juga : Apa Itu Perdagangan, Faktor Pendorong Perdagangan Internasional dan Penghambat

Pembahasan ekonomi suatu perusahaan atau negara tidak hanya melihat sektor mikro, tetapi makro. Hal ini disebabkan karena mikro dan makro adalah hal yang saling berhubungan dan sejatinya tidak bisa dipisahkan. Ekonomi mikro biasanya menjadi landasan dalam makro.

Tulis Komentar