Waktu Baca / 2 Menit

Efektivitas penjualan dan proses perencanaan operasi sangat dibutuhkan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif suatu bisnis. Dalam rencana bisnis, disitulah demand planning dan supply planning dibutuhkan. Masing-masing hal ini berkontribusi untuk menghasilkan operasi bisnis yang sukses. Perbedaan Demand Planning vs Supply Planning adalah sebagai berikut.

Definisi

Demand planning atau perencanaan permintaan dan supply planning atau perencanaan pemasokan memiliki perbedaan dilihat dari definisinya. Singkatnya, perencanaan permintaan adalah perkiraan permintaan pelanggan sementara permintaan pasokan adalah pengelola persediaan memenuhi target perkiraan/demand plan

Komponen

Perencanaan permintaan menggabungkan kumpulan data. Dimulai dari penjualan historis dan pengaruh pasar, seperti periklanan. Tindakan distributor/pengecer, seperti promosi pun termasuk dalam komponen ini. Hingga kondisi lainnya seperti cuaca atau momen pembukaan tahun ajaran baru. Komponen ini yang digunakan untuk memperkirakan permintaan pelanggan.

Terdapat dua jenis perkiraan permintaan. Perkiraan permintaan tanpa batas yang berfokus pada potensi potensi permintaan mentah tanpa memperhitungkan kemungkinan kendala seperti kapasitas. Di sini lain, perkiraan terbatas memperhitungkan keterbatasan bagian operasi bisnis.

Berbeda dengan perencanaan permintaan, perencanaan pasokan berusaha untuk memenuhi rencana permintaan sambil memenuhi tujuan keuangan dan layanan bisnis. Faktor perencanaan pasokan dalam semua aspek yang berkaitan dengan produksi persediaan dan logistik.

Komponen-komponen ini meliputi pesanan pelanggan yang terbuka dan terencana, jumlah yang ada, waktu tunggu, stok pengaman, perataan produksi, jumlah pesanan, dan pengejaran permintaan.

Proses Perkiraan Permintaan

Proses perkiraan permintaan umumnya dilakukan menggunakan forecasting. Forecasting merupakan prediksi jumlah penjualan agar penyediaan dapat sesuai dengan kebutuhan pasar.  Selanjutnya akan dilakukan perencanaan dan penyesuaian biaya berdasarkan hasil forecasting yang dilakukan. Prosesnya dapat dirinci sebagai berikut.

  1. Pilih Software yang Tepat

Sebuah software perlu dibutuhkan dalam hal ini karena proses perkiraan permintaan merupakan proses yang cukup rumit. Software yang biasa digunakan adalah enterprise resource planning system, antara lain Sage, SAP, NetSuite, dan lain sebagainya

  1. Kumpulkan Data

Data menjadi komponen penting dalam perencanaan permintaan. Dalam proses ini semua data yang relevan dikumpulkan dan diproses. Data mining dan agile process modelling biasanya sering dibutuhkan.

  1. Membuat Model Proses

Pemodelan biasanya akan memudahkan proses agar mudah dijalankan secara efektif dan efisien. Susunan yang perlu diperhatikan dalam penyusunan model antara lain persiapan data dan pengumpulan ilmu pasar, forecasting pertama dan terakhir/final, dan pengolahan data sales.

  1. Implementasi dan Monitoring

Setelah proses demand planning berjalan, proses tersebut harus tetap dipantau. Hal ini bertujuan untuk memantau bahwa proses tetap on track. Analisis dan evaluasi juga perlu dilakukan untuk melakukan perbaikan maupun pembaruan dan biasanya dilakukan secara real-time.

Pada supply planning terdapat komponen dari proses perencanaan penjualan dan operasi (SOP). Proses perencanaan pasokan dimulai dengan demand plan yang sudah disetujui sebelumnya. Demand plan yang sudah disetujui akan melewati langkah terjemahan permintaan. Biasanya dalam tahap ini digunakan perangkat lunak seperti DemandCaster.

Setelah langkah penerjemah selesai, rencana pasokan dijalankan untuk menghasilkan jadwal produksi. Rencana pasokan mencakup semua atribut dan data terkait. Hal ini meliputi jumlah yang tersedia, pesanan pelanggan yang terbuka dan direncanakan, waktu tunggu, pengejaran permintaan, dan lain sebagainya.Demand planning vs supply planning sama-sama penting dan saling bekerja sama untuk memastikan penyampaian layanan yang efisien. Penggunaan kumpulan data besar, solusi perencanaan penawaran, dan permintaan dapat menghasilkan prakiraan dan rencana yang lebih akurat sehingga dapat meningkatkan laba atas investasi perusahaan.

Tulis Komentar