Waktu Baca / 2 Menit

Demand management adalah metode penyeimbangan antara keinginan konsumen dengan kemampuan supply chain/rantai pasokan. Demand management atau yang juga disebut manajemen permintaan meliputi perkiraan produksi, pengadaan, dan distribusi barang atau jasa. 

Baca juga : Fungsi Manajemen dalam Pengelolaan Perusahaan

Hal penting dalam demand management berperan dalam menentukan cara yang tepat untuk mengurangi variabilitas permintaan dan meningkatkan operasional fleksibilitas. Proses demand management dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan, konsumen, dan supplier. Proses demand management memiliki elemen strategis dan operasional.

Proses Strategis Manajamen Permintaan

Proses ini bertujuan untuk merancang sistem operasional yang efisien untuk mencocokkan pasokan dengan permintan. Salah satu yang dapat digunakan adalah penggunaan teknologi. Dalam hal ini, tim perlu menentukan bagaimana cara perusahaan menggunakan teknologi dan bagaimana informasi tersebut dapat diintegrasikan untuk memfasilitasi proses dalam rantai pasokan.

Proses strategis ini dapat dibagi menjadi beberapa sub-proses. Sub-proses ini dapat dikatakan sebagai landasan awal dalam terbentuknya proses strategis manajemen permintaan. Ringkasan dari sub-proses tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Menentukan Tujuan dan Strategi

Dalam hal ini tim perlu memiliki pemahaman yang luas tentang strategi perusahaan, konsumen, kebutuhan manufaktur, dan jaringan antar pasokan. Dengan pemahaman yang tinggi, maka tim dapat berdiskusi menentukan tujuan dan strategi yang bisa digunakan.

  1. Menentukan Prosedur Perkiraan

Prosedur perkiraan menjadi poin penting tergantung dengan pendekatan apa yang akan digunakan. Prosedur ini meliputi penentuan level perkiraan yang dibutuhkan perusahaan, identifikasi sumber, dan penentuan prosedur perkiraan.

  1. Perencanaan Alur Informasi

Ketika sebuah tim sudah menentukan metode perkiraan dan sumber data, maka mereka akan membuat perencanaan alur informasi. Alur ini meliputi bagaimana data input ini akan ditransfer dan apa output yang diperlukan untuk komunikasi.

  1. Penentuan Prosedur Sinkronisasi

Selanjutnya, tim akan menentukan prosedur sinkronisasi yang dibutuhkan untuk mencocokan antara perkiraan permintaan dengan manufaktur, persediaan, dan logistik dari rantai pasokan.  Hal ini membutuhkan koordinasi antara bagian pemasaran, manufaktur, sumber daya, dan logistik.

Proses Operasional Manajemen Permintaan

Proses yang kedua dalam demand management adalah proses operasional. Tim harus mengeksekusi perkiraan dan sinkronisasi seperti yang dirancang di tingkat strategis. Jadi, proses strategis dan operasional memiliki peranan penting dan saling berhubungan satu sama lain.

  1. Pengumpulan Data/Informasi

Ketika pada pengumpulan informasi di level strategis, masukan utama diperoleh dari hubungan konsumen dengan tim manajemen. Sedangkan untuk level operasional, masukan utama bersumber dari masukan manajemen costumer service yang menyediakan informasi paling relevan dalam permintaan tak terantisipasi.

  1. Perkiraan

Setelah memperoleh informasi, tim akan mulai menyusun perkiraan dimana tim akan melacak dan menganalisis kesalahan perkiraan dan menggabungkan umpan balik permintaan dan rantai pemasok. 

  1. Sinkronisasi  

Dalam proses sinkronisasi, tim merubah perkiraan menjadi rencana eksekusi permintaan. Pertimbangan lainnya adalah kapasitas dari rantai pasokan dan limitasi keuangan. Informasi yang didapatkan terkadang berguna untuk mengatasi kendala saat sinkronisasi. Kendala dapat diatasi dengan mengalokasikan sumber daya yang tersedia dan memprioritaskan permintaan.

  1. Mengurangi Variabilitas dan Meningkatkan Fleksibilitas

Terdapat dua hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif dari variabilitas. Salah satunya adalah dengan mengurangi variabilitas itu sendiri dan yang lainnya adalah meningkatkan fleksibilitas. Sebuah kunci komponen manajemen permintaan adalah upaya berkelanjutan yang bertujuan untuk melakukan kedua hal tersebut.

Demand management adalah kunci suksesnya supply chain management. Implementasi yang matang dan eksekusi yang mulus dari proses dapat memiliki manfaat besar bagi perusahaan. Sistem manajemen yang baik, perencanaan dan eksekusi yang matang akan membuat perusahaan cepat tanggap terhadap masalah yang datang.

Tulis Komentar