Waktu Baca / 2 Menit

Kerja itu tidak harus di kantor atau jadi pegawai. Asalkan halal, bisa kok dikerjakan di rumah sendiri. Untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi, memang perlu usaha keras dan pantang menyerah.

Adakah contoh usaha kecil kecilan yang bisa kita terapkan di rumah tanpa harus keluar banyak modal? Tentu saja ada. Berikut 5 di antaranya:

1. Bisnis Jasa Desain Grafis via Online

Seperti halnya bisnis bidang jasa serupa lainnya, modal utama yang wajib dimiliki adalah keterampilan. Misalkan Anda ingin buka jasa desain grafis secara online. Untuk mendapatkan klien pertama, minimal harus tahu teknik dasar desain grafis.

Tak apa jika penghasilan yang Anda dapatkan masih kecil karena baru masuk tahap belajar memahami keinginan klien.

Nanti, setelah banyak portofolio dan terus publikasi, toh bakal datang sendiri klien-klien yang setia. Untuk sambilan, para desainer grafis Indonesia juga sering memanfaatkan peluang di microstock. Satu yang paling terkenal adalah Shutterstock. Per download, Anda akan mendapat komisi.

2. Bisnis Jualan Kaos

Bagaimana cara jualan kaos dari rumah sendiri? Apa perlu jasa angkut ke pasar-pasar? Ah, itu mah cara lama. Sekarang ini para pebisnis kaos lebih suka jualan produk via online. Caranya dengan buka toko sendiri via sosial media & marketplace. Berhubung arus kompetisinya cukup kuat, maka perlu adanya diferensiasi sejak awal.

Mengapa harus buka toko via sosial media dan marketplace? Kan bisa jual kaos lewat website sendiri. Kalau baru mulai, website sebagus apa pun pasti sepi pengunjung.

Sedangkan di sosial media dan marketplace itu sudah ada pasarnya. Tinggal numpang. Setelah penjualan laris-manis, nanti bisa Anda giring ke website pribadi. Misalnya lewat giveaway atau campaign.

3. Buka Kontrakan atau Kos-kosan

Punya banyak ruangan nganggur di rumah? Lebih baik disewakan saja. Namun, bisnis ini cuma cocok untuk pemilik rumah yang berada di dekat kawasan “sarang semut”.

Maksud sarang semut ini adalah tempat berkumpulnya banyak orang. Misalkan pasar, sekolah, pabrik, atau tempat yang sering diadakan event. Kawasan seperti itulah yang potensial. Lalu, bagaimana cara mempromosikannya? Kan di dekat sarang semut, pasti ada kompetitornya. Mau tidak mau harus saingan harga. Iya, kan? Eits, tunggu dulu.

Daripada banting-bantingan harga, mending perbaiki tampilan, fasilitas, dan nama. Kontrakan atau kos-kosan juga perlu nama yang unik agar mudah diingat oleh calon penyewa.

4. Jual Foto di Internet

Punya kemampuan memotret, tapi belum tahu cara menjual foto-foto yang ada di folder? Mending taruh saja dulu di Instagram atau blog TLD. Biaya untuk bikin blog TLD non-hosted cuma seratus ribuan kok. Hitung-hitung buat portofolio. Siapa tahu ada yang minat dan beli.

Setelah cukup PD, silakan uji nyali dengan menjual foto di berbagai microstock seperti Fotolia, Shutterstock, Getty Images, atau Istockphoto. Biasanya, foto yang paling sering diunduh itu berupa potret objek/benda. Jarang yang meminati foto pemandangan indah.

Soalnya foto objek nantinya bisa digunakan untuk tekstur, material desain 3D, dan lain-lain.

5. Buka Usaha Laundry

Untuk memulai bisnis ini, cukup sediakan modal sebesar 7,5 juta Rupiah. Modal atau dana bisa dimanfaatkan untuk membeli mesin cuci dan perangkat pendukung. Termasuk gaji pegawai.

Kalau belum punya modal, sebar brosur dulu ke teman-teman di kampus atau warga sekitar. Lalu sewa mesin cuci. Kan yang penting bisnis jalan dulu. Setelah kumpul, baru beli deh.

Meski contoh usaha kecil kecilan tersebut tidak keluar modal besar, bukan berarti penghasilan yang didapat juga minim. Sebaliknya, kelima usaha tersebut benar-benar menerapkan prinsip bisnis yang baik, yakni “modal kecil untung besar”.

Asal pintar-pintar saja mencari peluang. Baik yang memang sudah terbuka luas ataupun masih tersembunyi.

Tulis Komentar