Waktu Baca / 6 Menit

Ketika menjalankan sebuah bisnis, cash flow sangat penting dalam perusahaan karena cash flow adalah hal yang berkaitan dengan pemasukkan dan pengeluaran keuangan perusahaan.

Seringkali para pebisnis secara umum bingung dengan istilah cash flow, padahal hal tersebut memiliki peran penting dalam kesehatan keuangan suatu bisnis. Ibarat aliran darah manusia, apabila aliran tubuh berjalan dengan lancar maka tubuh sehat, begitu pula sebaliknya.

Jika arus kas berjalan dengan baik maka keuangan perusahaan Anda juga berjalan dengan baik. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pemahaman Anda tentang arus kas, simak penjelasan dibawah ini. 

Pengertian Cash Flow

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap perusahaan pasti memiliki yang namanya laporan arus kas atau cash flow.

Menurut PSAK No. 2 (20002:5) Arus Kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara Kas. Cash flow jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya arus kas.

Cash Flow atau Arus Kas adalah laporan keuangan berisi informasi tentang arus keuangan yang masuk (cash inflow) ataupun keluar (cash outflow). Secara sederhana definisi cash flow adalah pendapatan yang masuk ataupun keluar dalam periode waktu tertentu. 

Laporan keuangan berisi informasi keseluruhan finansial perusahaan. Oleh sebab itu hal ini sangat penting untuk melacak pemasukan dan pengeluaran perusahaan. 

Mengapa Cash Flow Penting Dalam Bisnis?

Saat ini, banyak perusahaan yang gulung tikar faktor penyebabnya adalah kurangnya dana untuk menutupi kekurangan biaya dalam perusahaan. Cadangan uang kas yang tidak memadai juga menjadi penyebab perusahaan mengalami kegagalan. 

Nah, maka dari itu hal ini sangat penting untuk mencegah hal tersebut terjadi pada bisnis Anda, perhitungan arus kas haruslah benar. Apabila terjadi pengeluaran besar dapat segera terdeteksi agar perusahaan Anda dapat segera menutupi kekurangan tersebut sebelum terlambat.

Bagi bisnis yang memiliki arus kas positif harus sering melakukan perhitungan ulang jangan sampai lengah.

Jenis Cash Flow

Pada umumnya, arus kas dibagi menjadi dua aliran kas, yaitu cash inflow dan cash outflow

1. Cash Inflow

Aliran arus kas yang pertama adalah cash inflow, yaitu jenis kegiatan transaksi yang bisa menguntungkan perusahaan. Ada beberapa jenis aliran cash inflow diantaranya yaitu, penerimaan pendapatan lain dan sewa, penerimaan investasi, penagihan piutang serta aktiva tetap.

Selain itu juga berasal dari pinjaman atau hutang dari pihak lain, atau penjualan produk dan jasa dari perusahaan. 

2. Cash Outflow

Untuk jenis cash flow yang satu ini merupakan kebalikan dari jenis aliran cash flow sebelumnya. Aliran arus kas ini berisikan berbagai macam transaksi yang menyebabkan beban pengeluaran kas. Beberapa contoh beban pengeluaran kas yaitu hasil pembayaran sewa, bunga pajak, dividen, serta hasil pembayaran hutang. 

Aktivitas Cash Flow 

Laporan cash flow dibagi menjadi tiga aktivitas, yaitu:

1. Operating Cash Flow (OCF)

OFC adalah arus kas yang terjadi karena adanya kegiatan operasional kantor. Hal ini berkaitan dengan pengeluaran, penerimaan dan biaya pendapatan. 

Operating Cash Flow dapat menggambarkan profit bisnis Anda. Jika kas bernilai positif maka perusahaan dalam keadaan sehat, namun jika kas ini bernilai negatif maka perusahaan sedang bleeding dan ada masalah yang harus segera diselesaikan. 

2. Investing Cash Flow (ICF)

IFC merupakan kas yang terjadi karena adanya aktivitas investasi perusahaan berkaitan dengan jual beli aset. Contoh: jual beli properti kantor, jual beli kendaraan, jual beli emas, dll. 

Apabila nilai kas ini terus menerus bernilai positif justru kurang baik, sebab pemegang saham harus menyetorkan modal untuk membiayai perusahaan. 

3. Financing Cash Flow (FCF)

Yang terakhir, financing cash flow timbul karena adanya aktivitas pembiayaan (hutang dari pihak lain). Contohnya, pinjaman dari bank, pinjaman koperasi, pinjaman rentenir, dan lain-lain.

Financing cash flow dikatakan positif apabila menerima hutang dan negative apabila membayar hutang. Jika kas ini bernilai positif maka Kewangan bisnes Anda berjalan dengan baik. Namun apabila kas ini bernilai negative maka bisnis Anda sedang dalam bahaya dan harus membayar hutang. 

Metode Arus Kas

Standar yang digunakan dalam laporan keuangan terdiri dari kegiatan operasional, investasi, dan pendanaan.

Ada dua metode penyusunan arus kas, yaitu secara langsung (direct cash flow) dan tidak langsung (indirect cash flow). Keduanya memiliki beberapa perbedaan yang terletak pada kegiatan operasionalnya.

1. Metode Langsung (Direct Cash Flow)

Pada metode langsung, dalam pembuatan laporan keuangannya dibagi menjadi beberapa kategori. Kegiatan operasional pada metode ini diperinci kembali menjadi kas keluar dan kas masuk, nantinya dari masing masing kas dibagi lagi menjadi beberapa bagian. 

Ketika menggunakan metode ini beban deplesi, beban amortisasi, penyusutan, dan hutang tidak dimasukkan kedalam komponen aktivitas operasional. Metode ini lebih mudah dimengerti karena dapat memberikan informasi yang lengkap untuk mengambil keputusan. 

2. Metode Tidak Langsung (Indirect Cash Flow)

Pada metode tidak langsung (indirect cash flow), arus kas operasional ditentukan oleh laba bersih perusahaan. Jadi, pada metode ini lebih memusatkan perhatian pada laba bersih perusahaan.

Pada metode ini terdapat hubungan antara laporan arus kas dengan laba rugi/bersih, dan neraca. 

Tujuan Cash Flow

Ada beberapa tujuan dari penerapan cash flow atau arus kas, diantaranya

1. Mengetahui Kemampuan Entitas Arus Kas Periode Selanjutnya

Tujuan pertama dari penerapan arus kas adalah agar perusahaan dapat mengetahui kemampuan entitas dalam menentukan arus kas dimasa depan atau yang akan mendatang.

Jadi, perusahaan dapat mengetahui adanya ketidakpastian arus kas perusahaan dengan mengamati hubungan antara pos laporan. 

2. Mengetahui Kemampuan Membayar Dividen

Ketika sebuah perusahaan menerapkan sebuah laporan arus kas, maka perusahaan tersebut bisa mendapatkan informasi tentang kemampuan dalam membayar dividen. Perusahaan tersebut juga bisa mendapatkan gambaran tentang gaji karyawan, hutang yang harus dibayarkan, dan lain sebagainya. 

3. Memeriksa Setiap Transaksi Investasi

Tujuan yang terakhir dalam penerapan arus kas adalah perusahaan tersebut dapat mengetahui dan memeriksa transaksi apa saja yang telah dilakukan. Dan perusahaan juga dapat mengetahui kewajiban apa yang harus perusahaan bayarkan serta aset yang dimiliki.

Manfaat Cash Flow

Ketika perusahaan menerapkan arus kas untuk mencatat laporan keuangan, tentunya ada beberapa manfaat yang diperoleh

1. Kemampuan Entitas Dalam Memperoleh Arus Kas di Masa Depan

Manfaat utama dari cash flow adalah memungkinkan pemakai dapat membuat prediksi mengenai jumlah, waktu, dan ketidakpastian laporan arus kas dimasa depan. 

Dengan memeriksa hubungan antar pos pos pada laporan arus kas. Hal ini lebih baik dibandingkan dengan data dasar akrual. 

2. Kemampuan Entitas Untuk Membayar Dividen dan Kewajiban

Kas merupakan hal penting dalam perusahaan, jika uang kas tidak memenuhi maka tidak dapat membayar gaji karyawan, membayar hutang dan dividen. Nah, dengan adanya laporan kas kecil semuanya tercatat, laporan arus kas dapat menunjukan bagaimana uang kas digunakan dan darimana berasal.

Jadi, para investor atau pemakai informasi dapat tertarik pada laporan arus kas karena menggambarkan arus kas dalam perusahaan. 

3. Adanya Perbedaan Antara Laba Bersih dan Arus Kas Bersih Dari Kegiatan Operasional

Angka laba bersih adalah hal yang sangat krusial, karena dapat memberikan informasi tentang kegagalan dan keberhasilan suatu perusahaan dalam satu periode ke periode lainnya. Laba bersih juga dibutuhkan oleh pihak pihak pemakai laporan keuangan. 

4. Transaksi Investasi dan Pendanaan yang Melibatkan Kas Selama Satu Periode

Jumlah aset dan kewajiban perusahaan sewaktu waktu dapat berubah karena hal hal tertentu. Dengan memeriksa kegiatan transaksi perusahaan, pemakai informasi dapat mengetahui penyebab tersebut.

Langkah Membuat Laporan Cash Flow yang Baik

Sebelum membuat laporan cash flow yang baik ada beberapa hal perlu Anda perhatikan. Hal ini diluar dari metode yang ada. Berikut ini ada 5 langkah bisa Anda terapkan untuk membuat laporan arus kas.

1. Menghitung Kenaikan atau Penurunan Kas

Langkah yang pertama dalam membuat laporan kas adalah menghitung kenaikan atau penurunan kas. Lalu bagaimana cara menghitungnya?

Anda dapat menghitungnya dengan cara melihat laporan arus kas dan neraca. Selain itu, Anda juga bisa menghitungnya dengan melihat buku kas bank dan buku kas kecil. 

2. Menghitung dan Melaporkan Kas Bersih dari Kegiatan Operasional

Dalam perjalanan sebuah perusahaan, tentunya kas digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Pada langkah kedua ini Anda perlu memisahkan kas khusus untuk kegiatan operasional perusahaan. Setelah itu, hitunglah lalu buat laporan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasional.

3. Menghitung dan Melaporkan Kas Bersih yang Digunakan Pada Kegiatan Investasi

Langkah yang ketiga sama dengan langkah sebelumnya, hanya saja yang membedakan adalah jenis kegiatannya yakni kegiatan investasi. Kegiatan investasi contohnya adalah, penjualan/pembelian aktiva tetap, atau investasi lainnya.

Perhatikan kegiatan investasi yang berjalan dalam satu periode tertentu lalu hitunglah berapa jumlah uang kas yang digunakan.

4. Menghitung dan Melaporkan Kas Bersih yang Digunakan Pada Kegiatan Pendanaan

Langkah yang berikutnya sama dengan yang sebelumnya, Anda bisa menambahkan atau mengurangi kas yang asalnya dari kewajiban jangka panjang dan ekuitas pemilik.

5. Hitung dan Jumlahkan Kas Bersih dari Ketiga Aktivitas

Langkah yang terakhir yakni menghitung penggunaan dan penerimaan kas bersih dari ketiga kegiatan diatas yaitu, kegiatan operasi, kegiatan investasi dan kegiatan pendanaan.

Jika hal diatas sudah dilakukan maka akan lebih mudah, Anda hanya perlu membuat laporan nya saja. Dan jangan lupa cantumkan saldo kas awal periode.

Kesimpulan 

Untuk menjalankan sebuah bisnis tentunya ada banyak hal yang perlu diperhatikan, tidak hanya produktivitas karyawan saja. Tetapi perlu dilihat dari sisi lainnya seperti pengaturan keuangan yakni laporan arus kas.

Laporan arus kas harus disusun secara terperinci dan transparan. Ada banyak metode yang dilakukan sebelum membuat laporan keuangan arus kas.

Hal yang telah kami jabarkan sebelumnya merupakan panduan singkat tentang Arus Kas atau Cash Flow. Baca secara runut agar Anda bisa mendapatkan informasi secara jelas. Sebenarnya, ada cara instan untuk menghitung laporan arus kas tetapi hal tersebut membutuhkan biaya yang jumlahnya tidak sedikit.

Tetapi dengan menggunakan cara manual dalam membuat laporan arus kas, hal itu dapat menghemat biaya operasional. Anda sebagai pemegang laporan arus kas harus memaksimalkan kinerja kerja Anda agar tidak merugikan perusahaan tempat Anda bekerja. 

Tulis Komentar