Waktu Baca / 2 Menit

Cash conversion cycle atau Siklus Konversi kas adalah sebuah matrik mengenai pembahasan waktu perusahaan dalam mengubah investasi persediaan menjadi uang tunai. Sistem perhitungan yang digunakan untuk mengukur kas inventaris sebelum dijual dan menjadi uang. Berikut ini manfaat cash collection cycle bagi perusahaan.

  1. Menilai Efisiensi Pengelolaan Modal

Dalam sebuah usaha tentu semua berawal dari modal yang dimiliki. Cash conversion cycle bermanfaat untuk menilai seberapa efisien kinerja SDM sebuah perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki di awal. 

Di mana semakin pendek siklus konversi tunai semakin baiklah kinerja perusahaan dalam menjual persediaan yang dimiliki. Semakin cepat modal bisa kembali dalam sebuah perusahaan akan semakin cepat mendapatkan keuntungan untuk bisnis yang dijalankan. 

  1. Evaluasi Kinerja Manajemen Modal

Manfaat cash collection cycle juga membantu dalam mengukur manajemen modal sebuah perusahaan kerjanya bagus atau justru memburuk. Di mana hasil perhitungan yang didapat lebih normal atau tidak bisa dibandingkan dengan perusahaan yang menjadi saingan. Proses efisiensi operasional perusahaan akan lebih mudah untuk dievaluasi. 

Di mana hasilnya akan menggambarkan seefisien apa manajemen perusahaan dalam menggunakan aset jangka pendek. Selain itu, juga melihatkan persentase kewajiban yang dilakukan untuk menghasilkan dan memindahkan kas. Tenaga SDM yang bisa membuat data ini dengan baik tentunya menjadi pegangan dasar bagi sebuah perusahaan untuk bisa berkembang nantinya. 

  1. Membantu Menaikkan Penjualan

Manfaat lain cash conversion cycle yang tak kalah penting adalah membantu perusahaan untuk lebih meningkatkan penjualan. Semuanya terpantau dengan grafik yang bisa menjadi bahan evaluasi sebuah perusahaan. 

Di mana modal yang juga selaras mendukung untuk ketersediaan produknya. Saat kontrol penjualan bisa sangat baik, maka akan sangat menguntungkan. Stabilitas perusahaan terjaga dan terus berkembang. Hasil dari siklus perlu waktu yang singkat karena semakin singkat akan semakin menunjukkan penjualan yang membaik. Evaluasi bisa dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan. 

  1. Melacak Siklus Uang

Kondisi keuangan merupakan hal yang utama dalam menjalankan sebuah usaha. Cash Conversion Cycle bermanfaat sekali untuk membantu melacak siklus uang yang terjadi selama kegiatan bisnis. Dimulai dari uang kas tunai yang kemudian dijadikan inventaris dan hutang usaha. Selain itu juga melacak berapa biaya yang digunakan untuk  pengembangan produk dan layanan. 

Bahkan semua nanti terungkap melalui penjualan dan piutang usaha, lalu semuanya kembali menjadi kas tunai. Di mana manfaat untuk melacak siklus keuangan perusahaan ini akan membantu mendapatkan gambaran risiko likuiditas yang bisa terjadi selama proses operasional berlangsung. 

  1. Menarik Investor Saham

Pada umumnya perusahaan juga bisa berjalan dengan adanya investor saham yang ikut bekerja sama. Manfaat dari adanya cash conversion cycle adalah sebagai sumber informasi penting yang menjadi bahan pertimbang untuk melakukan investasi. Di mana kondisi dari siklus yang ada akan menggambarkan kepemilikan dan kewajiban perusahaan terukur dengan jelas. 

Kemampuan perusahaan dalam mengelola aset penting berupa piutang dan inventori dapat diketahui. Secara umum investor akan mengetahui kondisi perusahaan sedang dalam keadaan meningkat, stabil, atau justru memburuk. Lakukan pemantau terus agar bisa memberikan sebuah laporan cash conversion cycle yang baik kepada calon investor. 

Baca juga : Anti Ribet! Ini 4 Tips Jitu Menyusun Laporan Keuangan UMKM

Penting sekali untuk memahami cara penerapan siklus konversi kas dengan sebaik-baiknya. Perusahaan akan merasakan sekali manfaat cash collection cycle dalam berbagai keperluan perusahaan. Semua bisa menjadi lebih tertata dengan jelas dan tentunya mudah untuk dipahami. Perusahaan pun bisa terus berupaya untuk menjaga kondisi keuangannya.

Tulis Komentar