Waktu Baca / 2 Menit

Apa itu BUMDes? Secara umum, BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya diambil dari kekayaan desa.

Tujuan pembentukan badan usaha ini tak lain untuk menciptakan peluang usaha baru plus mensejahterakan masyarakat. Kalau mau kenal lebih jauh dengan BUMDes plus jenis-jenisnya yang ada di lapangan, yuk simak uraian berikut ini.

Apa itu BUMDes dan Syarat agar Bisa Terbentuk

BUMDes itu tidak sekonyong-konyong dibentuk oleh pemerintah. Meskipun anggaran dananya berasal dari kas desa, anggota BUMDes tetap berasal dari warga.

Proses pembentukannya harus melalui Musyawarah Desa dan disepakati oleh seluruh masyarakat. Dalam acara tersebut, para perangkat desa diharapkan hadir sebagai pengawal & pengawas. Pembentukan BUMDes juga harus memenuhi syarat seperti adanya produk unggulan berupa komoditas.

Tanpanya, ketika BUMDes dipaksakan berdiri, kemungkinan besar akan terjadi penyelewengan yang berkaitan dengan anggaran dan pengelolaan dana desa. Produk unggulan tersebut sebaiknya juga berbeda dengan desa-desa lain agar lebih unik.

Jenis-Jenis Usaha yang Bisa Dijalankan oleh BUMDes

1. Kontraktor

Jenis usaha ini berkaitan erat dengan pembangunan desa secara fisik. Misalnya membangun jalanan yang menghubungkan antar-dusun.

Termasuk juga pembangunan jembatan agar memudahkan akses masyarakat ke luar desa. Untuk memulai usaha ini, sesuai peraturan per tahun 2018, BUMDes tidak diperkenankan memakai jasa kontraktor dari desa lain.

2. Holding atau Usaha Bersama

Terbukanya usaha bersama memungkinkan seluruh masyarakat juga ikut-serta. Alhasil, pendapatan yang diterima tidak hanya masuk kas desa, tetapi juga ke kantong-kantong masyarakat.

Jenis usaha ini melibatkan banyak bisnis yang kemudian dikoordinasi oleh pihak BUMDes. Salah satu contoh yang paling mungkin untuk diterapkan adalah bisnis pariwisata.

3. Perdagangan

Kendali penjualan atas jasa atau barang yang selama ini tidak bisa dijalankan oleh perorangan ada pada BUMDes. Pihak BUMDes bertugas mendatangkan kebutuhan masyarakat langsung dari pemerintah.

Misalnya dengan mendirikan sumber air untuk desa di kawasan pegunungan pada musim kemarau. Selain tarifnya lebih murah, air yang disalurkan juga dijamin sehat.

4. Lembaga Perantara

Biasanya, bahan baku yang dikelola oleh para pemodal itu berasal dari desa. Misalnya pisang, ikan lele, ayam, dan sebagainya. Ironisnya, jalur distribusi seringkali dihadang oleh para tengkulak.

Mereka menjual jasa “angkut barang” dengan biaya yang cukup tinggi sehingga terkesan menekan produsen. Sayang sekali kalau hal ini terus dibiarkan.

Padahal kesejahteraan masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi zaman modern. Oleh karena itu, adanya BUMDes bisa dimanfaatkan untuk menggantikan peran tengkulak. Jadi, biaya angkutnya menjadi jauh lebih murah. Para petani pun mendapatkan harga yang layak dan tidak jauh berbeda dengan pasaran. 

5. Usaha Renting atau Penyewaan

BUMDes juga diberikan wewenang untuk menangani bisnis penyewaan barang. Misalnya penggilingan padi, alat penggiling jagung, penggiling tanah, hingga traktor untuk keperluan membajak sawah/ladang.

Berhubung anggotanya berasal dari masyarakat, maka biaya operasinya lebih mudah dibanding menggunakan jasa dari tetangga/perorangan.

6. Bisnis Sosial

Kawasan desa sebetulnya memiliki banyak potensi di bidang bisnis sosial. Misalnya bisnis daur ulang sampah plastik, pengolahan kotoran menjadi sumber energi atau pupuk, dan lain-lain.

Hasil usaha ini akan dikembalikan lagi ke masyarakat. Berhubung usaha ini demi masyarakat, maka seharusnya BUMDes tidak mengambil banyak keuntungan.

Setelah memahami apa itu BUMDes dan perannya untuk masyarakat, mudah-mudahan semakin banyak yang memanfaatkan peluang usaha ini.

Bagaimanapun, desa adalah tiang-tiang penyangga kota. Tanpa desa yang aktif, tentu kebutuhan masyarakat urban jadi kurang terpenuhi. Masa sih mau kalah terus dengan desa-desa lain yang lebih maju?

Tulis Komentar