Ketika bekerja dalam sebuah proyek atau pabrik yang menyangkut keamanan tentu dibutuhkan APD (Alat Pelindung Diri ) demi keselamatan pegawai. Alat perlindungan diri ini memiliki banyak jenis dan fungsi sesuai yang kebutuhan dan kegunaannya. Berikut ini fungsi dan jenis alat keamanan yang perlu Anda ketahui.

1. Pelindung Kepala

Sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2010 menyakut APD, perusahaan diharuskan memiliki perlengkapan perlindungan diri untuk para pegawainya menyangkut seluruh bagian tubuh dari kepala hingga kaki. Selain itu, dalam peraturan tersebut juga dijabarkan fungsi serta golongan APD yang baik dan benar.

Pertama adalah pelindung kepala. Seperti sebutannya, pelindung kepala ini berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan, pukulan, atau tertimpa benda tajam, keras, tumpul yang berasal dari udara  atau alat-alat proyek lainnya yang terlempar dari ketinggian.

Selain itu pelindung kepala ini juga berfungsi untuk menghindar dari radiasi sinar matahari, bahan-bahan kimia, hingga suhu ekstrem. Sementara itu, untuk jenis pelindung kepala umumnya disebut safety helmet yang berupa helm keselamatan atau penutup kepala, penutup rambut, topi, dan lainnya.

Meski begitu, safety helmet yang biasa digunakan ialah berbentuk helm dengan berbagai warna seperti biru, merah, oranye, kuning, dan putih, yang akan terlihat meski dari kejauhan.  Helm pelindung ini disertai tali pengaman dan pelindung wajah.

2. Pelindung Mata dan Wajah

Fungsi pelindung mata dan wajah ialah sebagai pengaman organ vital seperti mata dan wajah agar terhindar dari paparan radiasi bahan kimia berbahaya atau partikel kasat mata yang berada di udara sekitaran proyek.

Selain itu, pelindung ini juga berguna untuk melindungi wajah dan mata dari suhu serta uap panas hingga gelombang elektromagnetik dan benturan benda-benda tajam, tumpul, dan keras.

Pelindung mata dan wajah ini berupa kacamata atau spectacles, goggles, tameng muka atau face shield, masker menyelam, hingga full face masker. Jenis-jenis pelindung mata dan wajah itu memiliki fungsi dan standar yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan hingga kondisi lingkungan pekerjaan.

3. Pelindung Telinga

Sesuai namanya, pelindung telinga berfungsi sebagai proteksi pendengaran akibat kebisingan hingga tekanan keras yang berasal dari luar yang bisa merusak gendang telinga. Beberapa jenis pelindung telinga terdiri dari sumbatan telinga atau ear plug hingga penutup telinga atau ear muff.

4. Pelindung Pernapasan

Selain perlindungan fisik, perlindungan untuk organ tubuh seperti saluran pernapasan juga penting dilakukan untuk para pekerja proyek. Alat ini bekerja dengan cara menyalurkan oksigen atau udara bersih yang sudah disaring dari bahan-bahan kimia, mikro-organisme hingga partikel-partikel berbahaya seperti debu, uap, asap, dan kabut yang bisa merusak pernapasan.

Alat ini memungkinkan para pekerja proyek untuk menghirup udara bersih agar tidak membahayakan paru-paru. Sedangkan alat perlindungan pernapasan biasanya berupa masker mulut, respirator, canister, katrid, re-breather, tangki selam, tangki oksigen, dan alat pernapasan lainnya.

Baca juga : Jenis Alat Komunikasi Elektronik dan Kegunaannya

Pelindung pernapasan ini dibagi menjadi 2 fungsi yakni air purifying yang berfungsi sebagai penyaring udara kotor menjadi udara bersih yang aman untuk pernapasan. Lalu, air supply yang berperan sebagai penyalur udara bersih hingga pernapasan.

5. Pelindung Tangan

Bagi Anda yang bekerja di bagian obat-obatan atau yang berhubungan dengan zat-zat kimia tentu sangat membutuhkan pelindung tangan untuk melindungi jari-jari Anda dari api, suhu panas dan dingin, hingga radiasi serta bahan kimia lainnya yang membahayakan kulit.

Alat keamanan untuk tangan ini berupa sarung tangan dengan berbagai bahan sesuai dengan kebutuhan seperti logam, kain kanvas, kain berlapis, hingga karet yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jenis pekerjaan.

Penulis

Tulis Komentar