Waktu Baca / 2 Menit

Dilansir dari laman resmi Direktorat Jendral Pajak (DJP), sistem pemungutan pajak merupakan kontribusi wajib berupa utang secara orang pribadi kepada negara yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang.  Karena bersifat wajib, pembayaran pajak per individu harus dilakukan kepada negara untuk keperluan negara demi kemakmuran rakyat.

Nah, dalam menghitung besarnya pajak yang harus dibayar individu, Indonesia menganut 3 macam sistem pemungutan pajak. Tiga sistem itu adalah Self Assessment System, Official Assessment System, and Withholding Assessment System

Jenis-Jenis Pajak di Indonesia

  1. Pajak Penghasilan (PPh)

PPh merupakan pajak yang dibayarkan dalam periode setahun oleh pribadi atau badan atas penghasilan yang diterimanya. Keuntungan usaha, honorarium, hadiah, gaji, dan lain-lain yang didapat oleh wajib pajak guna dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan merupakan contoh dari pajak ini.

  1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN merupakan pajak yang harus dibayarkan oleh orang pribadi atau badan karena menggunakan atau mengonsumsi Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP). BKP berupa barang berwujud serta barang tidak berwujud yang dikenai PPN. JKP berupa barang atau fasilitas yang dipakai dari kegiatan pelayanan yang berdasarkan perikatan atau perbuatan hukum. 

  1. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Seperti yang kita tahu, BKP sudah dikenai pajak, namun untuk barang mewah juga dikenai PPnBM. Beberapa kriteria barang tergolong mewah adalah bukan barang kebutuhan pokok, hanya dikonsumsi masyarakat tertentu dan untuk menunjukkan status, dan jika digunakan dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat.

  1. Bea Materai (BM)

Pajak ini dikenakan akibat pemanfaatan dokumen saat mengurus surat-surat tertentu. Surat tersebut dapat berupa surat perjanjian, surat berharga dan efek, akta notaris, dan kwitansi pembayaran.

  1. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Jika Anda mempunyai kepemilikan, pemanfaatan dan atau penguasaaan atas tanah atau bagunan, maka Anda harus membayar PBB. PBB ini dikeluarkan dalam periode setahun sekali oleh petugas pajak atau fiskus.

Sistem Pemungutan Pajak

Jenis-jenis pajak tersebut dihitung berdasarkan besaran pajak yang diperoleh dari pemungutan pajak. Pemungutan pajak oleh negara didasarkan pada 3 macam sistem pemungutan pajak sebagai berikut.

  1. Self Assessment System

Sistem pemungutan pajak yang dibayarkan secara mandiri oleh wajib pajak disebut dengan Self Assessment System. Pihak wajib pajak bertugas dalam menghitung, membayar, dan melaporkan besaran pajaknya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Jenis pajak PPN dan PPh merupakan contoh dari pajak sistem ini.

  1. Official Assessment System

Berbeda dengan Self Assessment System yang dihitung oleh wajib pajak sendiri, Official Assessment System dihitung oleh petugas perpajakan. Dalam sistem ini, wajib pajak bersifat pasif, sedangkan fiskus atau petugas perpajakan berperan aktif dalam menghitung dan mengeluarkan surat ketetapan pajak. Contoh dalam sistem ini adalah penentuan Pajak Bumi Bangunan (PBB).

  1. Withholding Assessment System

Penentuan pajak dalam Withholding Assessment System dilakukan oleh pihak ketiga, jadi bukan dari pihak wajib pajak maupun petugas perpajakan. Jenis pajak yang menganut sistem ini contohnya adalah PPh Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23, Final Pasal 24, dan PPN. Contohnya seperti pemotongan gaji karyawan pada instansi terkait sebagai bentuk membayar pajak lewat instansi.

Baca juga : Tugas Staff Pajak yang Wajib Anda ketahui!

Jadi, setelah mengenal jenis-jenis pajak dan 3 macam sistem pemungutan pajak, kita sebagai warga negara yang baik harus mematuhi aturan negara dengan membayar pajak tepat waktu. Karena jika kita menunggak pembayaran pajak, maka kita dapat dikenai denda hingga penyitaan barang atau penutupan fasilitas terkait.

Tulis Komentar